
Mita menjadi lebih banyak terdiam setelah pertemuannya dengan Lia tadi di kampus, beragam pikiran dari pikiran jelek sampai yang terjelek maampir di kepalanya, membuat dirinya merasa tak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan apapun.
"Kamu kenapa ?" tanya Andra.
"Gue, eh aku merasa kalau Lia sepertinya berusaha ingin kembali sama kamu," Mita tertunduk, tiba tiba matanya terasa panas dan perih, sepertinya buliran buliran bening di sudut matanya pun menunggu kedipan matanya untuk segera meluncur bebas.
"Kamu nangis ?" tanya Andra.
"Nggak ! Mana ada aku nangis !" Mita menyeka tetesan air matanya yang jatuh tanpa di komaandonya.
"Kamu nangisin apa?" Andra bergeser pindah dari tempat duduknya yang semula agak berjarak dengan Mita kini bersebelahan rapat.
"Aku takut kamu balikan lagi sama Lia !" polos Mita.
"Ya Tuhan, Mita ! Mana mungkin aku balikan sama Lia, aku kan udah pacaran sama kamu," Andra merangkul bahu Mita dan menyandarkan kepala wanita yang sedang terisak itu di bahunya.
"Tapi kan, kamu playboy ! Dari dulu pacar mu pasti lebih dari satu, kan bisa ajan ntar kamu mendua sama Lia !" cicit Mita.
"Aku udah tobat, gak mau lagi kaya gitu, lagian kalau niat selingkuh ngapain harus sama Lia, cewek lain juga banyak, kali !" goda Andra.
"Mandra ! Lu udah niat mau selingkuh dari gue, ya !?" sontak saja Mita langsung duduk tegak dan memandang Andra dengan tatapan galaknya.
"Gak gitu ! Maksud ku, aku gak mungkin balikan sama Lia, gitu intinya !" elak Andra.
"Kalo selain Lia ?" sewot Mita.
"Ya di pikir lagi ntar, tergantung kaya apa dulu ceweknya !" tawa Andra pun pecah seiring lemparan bantal sofa yang mendarat di wajahnya, dia begitu puas karena sudah menggoda sahabat sekaligus pacarnya itu.
__ADS_1
"Dasar playboy kampret !" seru Mita.
Selalu saja ada cara Andra untuk membuat Mita tersenyum saat menangis, bahagia saat bersedih, mungkin itu semua karena ikatan batin mereka yang terjalin kuat seiring lamanya waktu mereka bersama.
***
Seminggu berlalu semenjak pertemuan tak sengaja dan tak di inginkan dengan Lia, tidak ada gelagat atau tindakan mencolok saat Lia beberapa kali bertemu dengan Mita yang hampir setiap hari menunggui Andra untuk pulang bersama, tak jarang Andra yang menungguinya untuk pulang bersama.
Namun hari ini Mita kembali di buat terkejut saat dirinya hendak membeli sesuatu di mini market yang terletak di lantai satu apartemen, dia kembali berpapasan dengan Lia yang sepwrtinya sedang berbelanja kebutuhan harian.
"Hai Mit, aku sekarang tinggal di sini, kita bakal sering ketemu nih !" sapa Lia saat melihat Mita yang seperti terkejut melihat dirinya ada di sana.
"Ah, oh ya ?!" Mita tersenyum kaku.
"David meminjamkan apartemennya selama dia koas, karena dia ngekost di dekat rumah sakit tempat dia koas, jarak dari sini ke rumah sakit cukup jauh, jadi dari pada kosong, aku pakai, lumayan, hemat uang kost satu tahun kedepan !" urainya panjang lebar.
"Mita, tunggu !" tanpa di sangka Lia justru malah mengekor langkah Mita yangvjelas jelas sengaja menghindarinya.
"Aku ada perlu sama Andra, aku ikut ke tempat mu, Andra ada, kan ?" tanya Lia.
"Ehm,,," angguk Mita ragu.
Mita akhirnya memutuskan untuk memberi tahu Lia tentang hubungannya dengan Andra yang kini bukan sekedar sahabat tapi sudah menjadi sepasang kekasih, nanti setibanya di apartemen, dia akan memberi tahu Lia di depan Andra langsung.
"Mana pesenan ku ?" sambut Andra saat pintu apartemen terbuka dari luar, dia sangat yakin kalau yang masuk itu Mita, tapi seketika kakinya tak bergerak lagi saat tau Mita tak datang sendirian, melainkan bersama Lia, mantan kekasihnya.
Mata Andra melirik Mita seolah menyampaikan tanya 'Ada apa dia kesini ?'
__ADS_1
"Tadi aku ketemu Lia di mini market bawah, trus dia minta ikut kesini, katanya ada yang perlu dia bicarain sama kamu," jelas Mita.
"Tapi,,," ucap Andra seolah keberatan dengan kedatangan Lia saat ini.
"Sudahlah, ayo masuk dulu Li, sekalian ada yang perlu kita sampaikan juga sama kamu," ajak Mita mempersilahkan Lia untuk duduk di ruang tengah yang dulu sering di jadikan tempat mojok Lia dan Andra saat masih berpacaran.
Lia tersenyum hambar saat duduk di sofa empuk itu, potongan bayangan kebersamaannya dengan Andra terlintas silih berganti di benaknya.
"Ada apa Li ?" tanya Andra yang duduk bersebelahan dengan Mita di sofa yang jaraknya agak jauh dari tempat Lia duduk.
"Maafkan aku, aku benar benar bersalah pada kalian, aku menyesal, aku sekarang hidup sendirian, di usir dari rumah, tak punya kekasih, aku harap kalian masih mau berteman dengan ku, mungkin terdengar seperti tak tau malu, tapi saat ini hanya kalian orang yang aku punya," lirih Lia mengiba.
"Tapi,,, aku dan Mita sekarang---" Andra mencoba menjelaskan keadaan yang terjadi sekarang ini pada dirinyq dan Mita yang tak lagi hanya sebatas sahabat, maksudnya agar Lia bisa sedikit menjaga perasaan Mita dan sepertinya akan menimbulkan banyak permasalahan untuk hubungannya.
"Aku tau kamu sudah punya kekasih baru sekarang, bukankah kamu pernah mengatakannya padaku saat itu, aku hanya ingin berteman dengan kalian, tak meminta lebih !" potong Lia menyambar penjelasan Andra yang belum selesai mengatakan kebenaran status antara dirinya dan Mita.
Mita dan Andra saling melempar pandangan dan saling meminta persetujuan.
"Selama itu hanya sekedar berteman, dan tak melibatkan perasaan apapun, buat ku it's ok ! Tapi kamu harus bisa menempatkan dirimu, aku sudah mempunyai kekasih, aku tak mau hubungan ku dengan pacar ku terusik karena kehadiran mu," tegas Andra.
"Oke, aku setuju ! Buat ku, kalian mau memaafkan dan berteman lagi dengan ku, itu sudah cukup, aku tak mungkin mengganggu hubungan mu dengan pacar mu, Ndra," Lia tersenyum hangat pada mantan kekasihnya yang masih sangat di cintainya itu.
"Oh iya, ngomong ngomong, siapa pacar baru mu Ndra ? Apa dia anak kampus kita ?" tanya Lia.
"Nanti juga kamu pasti tau, Li !" Mita buru buru mendahului Andra yang sudah membuka mulutnya dan akan mengatakan kalau Mita adalah kekasih barunya kini.
Namun entah mengapa Mita justru seolah menghalangi Andra untuk mengatakan kebenaran itu.
__ADS_1
Mita menoleh ke arah Andra dan menggelengkan kepalanya pelan, tanda melarang pria itu untuk membuka identitasnya sebagai kekasih Andra, entah lah, hati kecil Mita mengatakan kalau dia punya firasat buruk dengan niat baik Lia saat ini, namun tentu saja dia berharap kalau itu hanya sekedar pikiran buruknya saja yang merasa sedikit cemburu pada mantan kekasih Andra itu.