
Ditengah kebisuan yg terjadi di meja makan,Mita dan Andra masih saling tatap mencerna perasaan aneh yg kini mereka rasakan entah perasaaan jenis apa.
Saluran musik di tv kabel yg dari tadi menemani mereka makan tiba tiba memutarkan lagu Friendzone nya Budi Doremi,
Kita jalan berdua
Bergandengan tangan
Tapi tak jadian
Kita nonton berduaan
Dan makan malam
Tetep tak jadian
Ini nasib
Yang mengenaskan
Harus terjadi, lagi....
Bukan mau su'udzon
Tapi orang bilang itu friendzone
Malam telpon telponan
Hingga pagi datang
Tetep tak jadian
Sudah banyak perhatian
__ADS_1
Juga kesempatan
Masih tak jadian
Tidakkah cukup yang engkau lihat
Pertemanan ini sungguh berat
Tidakkah indah bila kita bersama
Tapi tidak di mimpi saja
Tidakkah cukup yg engkau lihat......
Hmm,,, sepertinya semesta pun ikut bercanda mengolok olok MIta dan Andra saat itu .
Andra dengan cepat berdiri menuju meja di ruang tengah, mengambil remot yg tergeletak lalu mematikan televisi yang menurutnya lagi ngejek dia.
" Berisik.. Bikin ga konsen makan !" Ketus Andra dengan mulut yg masih penuh mengunyah kentang goreng, lalu melanjutkan makan .
Suasana makan malam itu hening, tak seperti biasanya, dua mahluk itu lebih memilih diam dan asik dengan pikirannya masing masing.
Sungguh bukan kebiasaan mereka banget, yang biasanya ada,,, aja yg di obrolin atau bahkan sekedar berdebat bahkan berantem.Tapi tak pernah sediam ini.
SKIP
" Ngelamun aja,, bae bae kesambet lu." Suara Andra mengagetkan Mita yg sedang duduk di balkon menatap pemandangan malam Ibukota yang gemerlap.
Sudah 2 hari sejak kejadian dimeja makan itu, Mita dan Andra saling menghindar dan hanya bicara seperlunya, seperti ada rasa canggung entah kenapa.
" Ah,, ngagetin aja lu, gue ga lagi ngelamun kok,lu aja kali yg sering ngelamun sampe ga pernah keluar kamar. Lagi ada masalah sama Lia ?" Tiba tiba Mita penasaran, padahal dia orang yg ga pernah ingin tau tentang kehidupan asmara Andra selama ini.
" Ga ada masalah apa apa. Bukannya lu yg tiba tiba diemin gue ?" Andra balik bertanya.
__ADS_1
" David udah putus sama Lia,, dia nembak gue lagi." Suara Mita pelan.
" Lu ketemu si covid kapan ?" Muka Andra tiba tiba menjadi asam.
" Hari minggu, waktu si Lia kesini, gue ketemu David waktu sarapan di bawah, trus dia ngajakin ngobrol di apartnya." Terang Mita.
" Lu ke tempatnya si covid ? Berduaan ?" Suara Andra agak meninggi.
" Gue cuma ngobrol !!" Mita tak terima,sepertinya Andra berpikiran aneh aneh terhadapnya.
" Terus lu jadian ? Berduaan disana, dan lu ga bilang, ga cerita ke gue, padahal udah terjadi berhari hari. Lu kenapa sih ? kalo ada apa apa sama lu disana gimana ? Covid ba**ng*n !" Tiba tiba Andra mengepalkan tangannya geram.
" Udah lah, males ngomong sama lu. Orang gue bilang cuma ngobrol, David cowok baik, dia ga mungkin kurang ajar sama gue, jangan samain sama lu yg sukanya ngapa ngapain kalo lagi berduaan sama pacar pacar lu !" Mita terpancing emosi lalu meninggalkan Andra.
" Cowok baik ? Heh,, dia bohongin lu, nembak lu sementara dia masih pacaran sama Lia. Gue mah emang bereng**k tapi ga pernah munafik atau pura pura baik." Teriak Andra.
" Lu ga tau apa apa tentang David, jadi ga usah sok tau !" Mita membalas teriakan Andra di depan kamarnya dan plus bonus bantingan pintu kamar yang cukup keras.
Entahlah apa yg membuat mereka begitu marah satu sama lain, biasanya ga begitu.
...................
" Maafin gue, semalem." Bisik Andra siang itu ketika keluar dari kelas, saat jam pelajaran les berakhir.
Sementara Mita hanya tersenyum kecil sambil mengangguk.
" Kalian berantem ?" Tanya Lia yang melihat ada yang aneh beberapa hari terakhir ini dari sikap Andra dan Mita. Mereka jarang terlihat ngobrol,bahkan sepertinya berangkat pun mereka tak pernah bareng, begitu juga kalau pulang, Andra lebih memilih pulang bareng Lia karena Mita selalu tiba tiba menghilang duluan.
" Nggak !" Jawab Mita dan Andra berbarengan
" Secara,, biasanya kalian itu akrab bingits, kaya beda aja sekarang, pada rebutan apa siih ? Apa gara gara game lagi ?" Lia masih penasaran,karena yang dia tau Andra dan Mita tuh kalo berantem cuma masalah main game.
" Nggak,,Iya,,!" Andra dan Mita menjawab serempak lagi tapi dengan jawaban yang berbeda.
__ADS_1