Sahabat,I Love You !

Sahabat,I Love You !
Jangan ganggu Mita !


__ADS_3

Malam itu di apartemen Andra,


" Tong..Mitong, lu baik baik aja kan ? lu ga gila kan, gara gara masalah tadi siang ?" Andra panik melihat Mita yang senyum senyum sendiri di balkon ruang keluarga sambil melamun.


" Ish,, enak aja, apa gue selemah itu ! cuma gara gara masalah tadi siang trus gue jadi gila, gitu?" Mita balik bertanya.


" Ya , lagian lu bengong, terus senyum senyum sendiri, gue kan takut tiba tiba lu gila gara gara si Covid." Gumam Andra lirih, tapi Mita masih bisa mendengarnya.


"Gue cuma ngerasa lucu aja, bisa bisanya kita di bohongi." Mita tersenyum dingin.


" KITA,,,? lu aja kali yang di tipu si Covid, nembak lu padahal udah punya pacar. Udah 2 taun pacaran pula, gue mah ga di bohongin. Si Lia kan, emang jujur udah punya pacar begitu juga gue, jujur punya pacar di Bandung, cuma... Gue agak kaget ternyata pacarnya si Lia itu ternyata si covid s**lan itu." Andra agak emosi lagi ketika mengingat David.


" Ya elah, rugi bener kayanya nemenin gue ketipu, Mandra..Tapi gue juga ga bisa nyalahin David, gue yang ga pernah tanya sama dia," Mita lirih.


" Eh,,,oon,,! Mana ada maling ngaku, emang dasarnya si Covidnya aja niat mau mainin elu Mitong, tau udah punya pacar sok sokan nembak lu, untung belum di terima kan !" Andra menoyor jidat Mita.


" Maling yang ngaku,,? ada,,, noh namanya Andra Putra Hartawan dan Kalia Purnama.." Ledek Mita sambil menjulurkan lidahnya ke arah Andra .


" Bodo amat ah,,Pramita Eka Adima." Andra meninggalkan Mita menuju pintu hendak membukanya karena terdengar suara bel berbunyi.


Andra membuka pintu dan kaget melihat orang yang kini berdiri didepan pintu.


Ya, David yang datang malam itu mencari Mita dan berniat menjelaskan permasalahan yang terjadi.


" Siapa Ndra ?" Teriak Mita masih di balkon.


" Go food..!" Jawab Andra sambil berteriak juga, lalu keluar menyeret David yang masih diam terpaku untuk menjauh dari pintu apartemennya dengan agak kasar.

__ADS_1


.........


Coffe shop lantai 1 apartemen  AAA


" Ada apa datang ke tempat gue ?" Tanya Andra ketus, dan sebenernya dia agak penasaran dari mana David tau no kamarnya.


Tapi lebih penasaran lagi dengan alasan dia datang untuk apa.


" Emh,, gue perlu ketemu Mita." David menjawab tenang.


" Gue rasa ga perlu ! buat apa ? Lu urus aja Kalia, pacar lu. Gak usah ganggu Mita lagi, dia akan baik baik saja biar gue yang urus Mita.Lagian hubungan lu sama Kalia kan udah lebih dari 2 taun, pastinya kalian udah serius. Jangan seret Mita ke hubungan kalian. Masalah kedekatan antara lu sama Mita anggap aja ga pernah terjadi, lagi pula kalian kan belum jadian, cuma MAGANG !" Ujar Andra sedikit emosi.


" Darimana lu tau hubungan Gue sama Lia udah lebih dari 2 taun ? Terus apa Mita juga tau ?" David merasa heran.


Apa Lia sudah sedekat itu dengan Andra dan Mita, sampai mereka tau tentang hubungannya dengan Lia sejauh itu.


" Tentu saja Mita tau, Lia yang menceritakannya sendiri. Oh dan satu lagi, jangan sampai Lia tau kalo lu sama Mita saling kenal, apalagi pernah deket ! Jangan coba coba deketin Mita lagi, gue ga peduli meski lu temen abang gue, siapapun yang nyakitin Mita, gue gak bakal diem, ingat itu !" Ancam Andra segera pergi meninggalkan David yang sepertinya masih ingin berbicara banyak, tapi Andra sudah merasa muak berbicara dengan David.


***


Seminggu berlalu, David masih belum berhasil menemui Mita, bahkan kontaknya di blokir sehingga tak ada komunikasi antara mereka sama sekali.(sebenernya yang blokir nomor David di hape Mita itu Andra, tanpa sepengetahuan Mita).


Hubungan Andra dan Lia masih berjalan seperti biasanya, makin mesra bahkan, tapi tentu saja tanpa sepengetahuan David.


Lia sampai saat ini tidak tau Mita pernah dekat dengan David, jadi mereka masih akrab seperti biasanya.


Hari itu minggu pagi, Mita hendak sarapan di kafe yqng terletak di lantai 1 apartemen, namun ketika keluar dari lift,

__ADS_1


" Hai, mau kemana ?" Tanya Lia yang mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam lift karena melihat Mita keluar.


" Mau sarapan disana. Mau pacaran lu ? pagi pagi udah ngapel ?" Ledek Mita sambil menujuk kafe yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.


" Haha... Iya, tau aja lu, Andra ada di atas kan ? Kangen banget gue." Lia cengengesan tak tau malu.


Mita hanya mengangguk dan bergumam dalam batinnya,


'Hah,, Andra,,? gue kira dia mau nyamperin David.' Gila nekat juga  tuh si Lia, apa ga takut ketauan sama David.


"Eh Oneng,, tiap hari ketemu di tempat les,malem telponan sampe mulut berbusa, masih kangen aja, bae bae lu ketauan sama pacar lu lagi selingkuh, di gerebeg tau rasa lu !" Oceh Mita sambil pergi meninggalkan Lia yang sudah mau masuk ke dalam lift sambil tertawa.


Saat Mita asik memainkan ponselnya sambil menunggu makanan pesanannya datang,seorang pria berdiri di hadapannya


" Boleh aku duduk disitu?" David mengagetkan Mita


" Kakak,, " Cuma kata itu  yang mampu keluar dari mulut Mita .Dia seperti sedang mengalami dejavu, adegan seperti ini mengingatkan awal perkenalan dirinya dengan David waktu itu di mall waktu di Bandung.


Tiba tiba dada Mita terasa seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan disana, saat menatap wajah yang sebenernya sangat di rindukan sekaligus di bencinya.


David langsung menarik kursi yang berhadapan langsung dengan Mita, meski belum dipersilahkan, dia tak peduli, dia sangat bahagia akhirnya bisa bertemu Mita lagi setelah seinggu di buat hampir gila berusaha bertemu Mita tapi selalu sia sia. (Lebih tepatnya selalu di gagalkan Andra)


" Maaf,, aku tau kamu pasti masih sangat marah, makanya nomor ku sampe kamu blokir.Apa sebenci itu ?" David membuka obrolan dengan tatapan memelas.


" Eh,,blokir ?" Mita bingung lalu membuka ponselnya,


' hmm,, pasti kerjaan si Mandra,' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Pantesan kak David seminggu ini tak pernah menghubungi.


" Apa aku ganggu Mit ? Aku kangen." Ujar David pelan, tapi masih jelas terdengar di telinga Mita yang juga meresakan kangen yang sama.


__ADS_2