Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar 12


__ADS_3

"Alishka, maafkan tante ya," ucap, Ashmita setelah dirinya selesai diperiksa oleh dokter.


"Maaf untuk apa tante? Tante kan gak pernah berbuat salah sama aku," sahut, Alishka.


"Karena, tante sudah bikin kamu repot."


Alishka tersenyum, "tidak apa-apa tante."


Brayan berlari ke ruangan tempat, Ashmita diperiksa oleh dokter. Dia begitu khawatir terhadap, Mamanya, untunglah, Choky memberitahunya bahwa sekarang Mamanya sudah di rumah sakit.


"Mama," ucap, Brayan.


Alishka dan Ashmita menoleh ke arah suara secara bersamaan.


"Brayan, kamu di sini?" ucap, Ashmita.


"Permisi, tante," ucap, Alishka yang ingin segera pergi setelah tahu, Brayan ada di sana juga.


Ashmita meraih tangan, Alishka dan menahannya agar tidak pergi dari tempat itu.


"Kamu mau kemana?" tanya, Ashmita.


"Aku mau pulang."


"Ma, Mama kenapa kok bisa seperti ini?" ucap, Brayan sembari berjalan menghampiri, Mamanya.


"Tadi, Mama terjatuh saat jalan di tempat yang gak rata. Kamu kok tahu, Mama di sini?"

__ADS_1


"Choky yang ngasih tahu aku."


Brayan menatap, Alishka sekilas lalu kembali menatap, Mamanya.


"Lain kali kalau jalan hati-hati, Ma. Untung ada orang baik yang nolongin, Mama kalau tidak nanti gimana nasib, Mama."


"Alishka yang sudah menolong, Mama," ucap, Ashmita sembari mengusap punggung tangan, Alishka yang dari tadi digenggamnya.


"Tante, maaf aku gak bisa lama-lama soalnya aku takut, Ibu dan Ayah khawatir sama aku," ucap, Alishka.


"Alishka, kamu pulang naik apa, Nak?"


"Aku biasa naik angkutan umum tante."


"Biar, Brayan yang antar kamu pulang ya."


"Mama, benar. Biar aku antar kamu pulang saja, anggap saja sebagai tanda terimakasih karena kamu sudah menolong, Mama," ucap, Brayan.


"Gak usah. Aku bisa pulang sendiri."


Ashmita menatap wajah, Alishka dan dia melihat ada ketakutan di sana.


"Alishka, kamu pasti masih takut sama, Brayan ya. Tolong maafkan dia, Nak. Tante tahu kejadian itu terjadi karena ketidak sengajaan."


"Alishka, aku harap kamu kasih aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan aku sama kamu. Orang tuamu sudah menetapkan pernikahan kita akan berlangsung beberapa hari lagi. Mari kita berdamai dengan keadaan, aku tahu kamu pasti tidak akan menerima sku begitu saja tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu."


Alishka hanya diam. Dalam pikirannya bertanya, kenapa orang tuanya tidak memberitahunya tentang pernikahannya yang akan berlangsung tinggal hitungan jari itu.

__ADS_1


"Brayan, antar, Alishka pulang. Ingat jangan lakukan apapun yang membuatnya semakin takut padamu."


"Ayo, Alishka aku antar kamu pulang."


Brayan berjanji lebih dahulu karena dia tahu, Alishka tidak mungkin mau berjalan berdampingan dengannya!


"Tante, aku pulang ya," ucap, Alishka lalu dia pergi meninggalkan, Ashmita di ruangan itu!


Setibanya di parkiran, Brayan membukakan pintu mobilnya untuk, Alishka!


"Aku pulang sendiri saja. Terimakasih atas tawarannya," ucap, Alishka.


"Kamu gak boleh pulang sendiri. Ayo aku antar kamu pulang."


"Aku bilang aku gak mau. Kamu punya telinga gak sih?"


"Alishka, aku punya telinga dan aku bisa mendengar semua perkataan kamu. Aku gak akan ngebiarin kamu pulang sendiri."


Brayan menarik tangan, Alishka dan memasukkan tubuh, Alishka ke dalam mobilnya secara paksa!


"Lepasin! Kamu apa-apaan sih? Kamu mau menculik aku ya?"


"Aku sudah terlanjur membuat kamu benci padaku dan aku juga sudah terlanjur menjadikan kamu milikku seutuhnya meski belum ada ikatan pernikahan diantara kita. Mulai saat aku harap kamu menerima apa yang sudah dan yang harus terjadi pada kita."


"Tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah menerima kamu dan menerima semua perlakuan kamu padaku. Aku benci kamu, dan selamanya akan seperti itu."


Alishka berteriak sembari menukuli dashboard mobil, Brayan!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2