
Waktu terus berjalan dan hari terus berganti.
Hari ini di kediaman Hendra dan Sandra.
Di kamarnya, Alishka tengah sibuk memilih gaun yang cocok untuknya, dia sudah menurunkan beberapa gaun dari dalam lemarinya dan sudah mencoba gaun-gaun itu.
"Brayan aku harus pakai yang mana? Kok semuanya gak ada yang cocok," ucap Alishka.
Brayan yang baru habis dari dapur itu merasa ada yang aneh dengan kamarnya yang tiba-tiba berubah menjadi berantakan padahal sebelum dia pergi ke dapur, kamarnya itu masih rapi karena baru saja dirapikan olehnya.
"Alishka, kamu sedang apa? Kenapa berantakan sekali?" ucap Brayan.
"Aku lagi pilih baju yang cocok buat pergi ke acara pernikahannya Syahira," sahut Alishka.
Hari ini adalah hari pernikahan antara Syifa dan Harry, Alishka dan Brayan akan datang ke acara pesta pernikahan mereka untuk memberikan doa restu pada kedua mempelai.
"Astaga, kamu itu cocok pakai baju apapun dan model bagaimanapun."
"Tapi semuanya terlihat jelek kalau aku pakai." Karena perutnya yang sudah membesar, Alishka menjadi kesulitan memilih pakaian yang cocok untuk dirinya karena dirinya selalu merasa tidak cocok dengan gaun yang dia kenakan.
Brayan memilih gaun yang menumpuk di atas tempat tidur lalu setelah menemukan warna yang dia sukai, dia memberikannya pada sang istri.
"Ini bagus. Coba kamu pakai ya," ucap Brayan sambil memperlihatkan gaun itu.
"Tadi udah aku coba tapi perutku kelihatan gendutnya."
"Kamu kan lagi hamil, ya pasti gendut lah kalau orang hamil gak gendut kan jadinya aneh," ucap Brayan.
"Semua ini gara-gara kamu."
"Kok jadi nyalahin aku."
"Iya, gara-gara kamu aku jadi hamil, coba kalau aku gak hamil, semua gaun ini pasti terlihat cantik saat aku pakai."
"Hey, jangan bicara seperti itu. Kamu tetap cantik kok, dimataku gak ada yang lebih cantik dari dirimu dan gak ada yang sempurna selain dirimu."
"Malah ngegombal. Udah ah kalau gitu aku pakai yang ini saja," ucap Alishka sambil meraih gaun yang dipilihkan oleh Brayan.
Brayan tersenyum lalu mengambil bajunya dari dalam lemari dan dia memilih warna yang senada dengan warna gaun Alishka.
"Brayan, coba kamu lihat. Apa aku gak terlihat aneh?" ucap Alishka setelah memakai gaun itu.
Brayan menatap sang istri lalu tersenyum tipis.
"Gak ada yang aneh sayang, kamu cantik."
"Aku pakai daster juga selalu dibilang cantik sama kamu."
"Karena kamu selalu cantik meski mengenakan pakaian apapun malah terlihat lebih cantik saat malam hari saat sedang dikamar berdua sama aku dengan keadaan tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh kamu."
"Dasar mesum," ucap Alishka sambil berjalan menuju meja rias nya!
*******
Di sebuah gedung tempat Syahira dan Harry melangsungkan resepsi pernikahannya.
Syahira duduk berdampingan dengan Harry, terlihat mereka berdua sangat berbahagia hari itu. Akhirnya mereka bisa menikah setelah mendapatkan restu dari Melly.
"Akhirnya kita bisa menikah juga," ucap Syahira.
"Iya sayang, semua yang dilakukan karena cinta dan karena kebenaran, akan mendapatkan jalan menuju bahagia," ucap Harry.
"Mama terimakasih karena sudah merestui kami," ucap Syahira pada Melly.
__ADS_1
"Iya sayang. Mama bahagia kalau kamu bahagia," ucap Melly.
Para tamu undangan sudah berkumpul di sana ada yang sudah mau pulang setelah mengucapkan selamat dan memberi doa untuk kedua mempelai ada juga yang baru datang untuk mendoakan pasangan pengantin itu.
*******
"Bu, aku terlihat aneh gak sih?" tanya Alishka pada Sandra.
Sandra menatap Alishka lalu menatap Brayan.
"Aneh apa nya? Kamu cantik kok," ucap Sandra.
"Ibu jangan bohong ya."
"Kapan sih Ibu pernah bohong sama kamu?"
"Gak pernah sih, tapi aku merasa kalian sedang berbohong. Sebenarnya aku jelek kan?"
"Kamu ini, udah aku bilang kalau kamu cantik. Gak percaya banget," ucap Brayan.
"Ya udah lah terserah kamu saja. Ayo kita berangkat, aku gak mau pulang kemalaman," ucap Alishka.
"Ya udah ayo." Brayan mulai melangkahkan.
"Bu, aku dan Alishka pergi dulu ya," ucap Brayan pada Sandra.
Brayan mencium punggung tangan Sandra sebelum akhirnya dia pergi dari rumah itu.
"Iya, kalian hati-hati ya."
Alishka mencium punggung tangan Sandra lalu mulai meninggalkan rumah orang tuanya.
Brayan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju gedung yang sudah dia ketahui lokasinya.
"Gimana, gimana maksud kamu?" tanya Brayan.
"Ya mau menghadirkan acara pernikahan orang yang pernah sangat kamu cintai."
"Biasa aja, cuma pernah kan? Bukan yang sekarang aku sayangi."
"Gak ada perasaan gimana gitu.".
" Gak ada tuh. Biasa saja, lagian aku mau ngerasain apa, toh sekarang aku gak cinta sama dia karena aku cintanya sama kamu."
"Kali aja ada rasa gimana gitu."
"Gak lah, aku sudah melupakan dia, sejak lama."
*******
Ashmita dan Arga sedang dalam perjalanan, mereka juga ingin menghadiri acara resepsi pernikahan antara Syahira dengan Harry.
"Pa, Brayan sama Alishka datang gak ya?" tanya Ashmita.
"Gak tahu, tapi kalau diundang pastinya mereka datang, Ma."
"Mama kangen sama Alishka, Mama juga gak sabar pengen Alishka cepat lahiran."
"Papa baru ingat, bukannya kata dokter, Alishka akan lahiran bulan ini ya?"
"Iya, Pa makanya tadi Mama bilang kalau Mama gak sabar nungguin waktunya Alishka lahiran."
"Semoga pas lahiran, selamat semuanya ya baik ibunya maupun bayinya."
__ADS_1
"Amin."
*******
"Waw acaranya mewah juga ya," ucap Alishka sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu.
Saat ini Alishka dan Brayan sudah tiba di gedung resepsi pernikahan Syahira dan Harry.
Mereka berdua berjalan menghampiri pelaminan! Mereka tak ingin berlama-lama karena keadaan Alishka yang tengah hamil besar.
Saat akan menaiki tangga pelaminan tiba-tiba Alishka menghentikan langkahnya dan dia sedikit meringis.
"Ada apa?" tanya Brayan.
Alishka menggelengkan kepalanya pelan lalu melangkahkan kakinya lagi.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Brayan memastikan.
"Aku baik-baik saja kok," sahut Alishka.
"Oke, kalau gitu ayo kita lanjutkan langkah kita."
Syahira tersenyumlah lebar melihat kedatangan Alishka dan Brayan. Dia tak menyangka mereka akan datang ke acaranya itu.
"Brayan, Alishka kalian datang? Terimakasih," ucap Syahira.
"Syahira, selamat atas pernikahan kamu. Semoga kamu bahagia," ucap Brayan lalu menjabat tangan Syahira.
"Selamat ya. Semoga rumah tangga kalian bahagia sampai nanti sampai kalian menua bersama," ucap Alishka.
Syahira tersenyum lalu memeluk Alishka. "Terimakasih," ucapnya dengan nada lirih.
"Selamat ya. Tolong jaga Syahira dengan baik. Gue percaya, lo bisa bahagiain dia," ucap Brayan pada Harry.
Belum Alishka dan Brayan turun dari pelaminan itu, Arga dan Ashmita datang menyusul mereka.
"Syahira, selamat ya," ucap Ashmita.
"Terimakasih Tante," ucap Syahira.
Mereka pun berbincang sebentar karena memang Ashmita dan Syahira sudah akrab.
Belum lama berbincang, tiba-tiba Alishka merasa sakit dibagian perutnya.
"Ah, aw!"
"Alishka kamu kenapa?" tanya Brayan.
Semua orang di sana menatap Alishka yang sedang kesakitan.
"Sakit, perutku sakit," lirih Alishka.
"Jangan-jangan kamu mau melahirkan," ucap Ashmita.
"Kamu mau melahirkan?" tanya Brayan.
"Aku gak tahu Brayan. Aku gak tahu gimana rasanya mau melahirkan. Aw! Sakit." Alishka mencengkram lengan Brayan.
"Cepat bawa ke rumah sakit," ucap Arga.
Tanpa pikir panjang, Brayan segera memangku tubuh Alishka dan membawanya keluar dari gedung itu menuju mobilnya.
Brayan membawa Alishka dengan sedikit berlari, dia panik karena takut terjadi apa-apa pada Alishka.
__ADS_1
Bersambung