Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 33


__ADS_3

Alishka terbangun dari tidurnya. Perlahan dia membuka matanya dan mendapati dirinya yang sudah terbaring ditempat tidurnya lalu dia menatap jam didinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul empat tiga puluh.


"Jam setengah lima," gumam Alishka.


Alishka menatap Brayan yang masih tertidur di tempat tidurnya.


"Laki-laki itu, pasti dia yang mindahin aku dari mobil ke kamar," ucap Alishka didalam hatinya.


Dia memiringkan tubuhnya ke arah Brayan! Ditatap nya laki-laki yang sudah berstatus sebagai suaminya itu sejak beberapa bulan lalu. "Kenapa kamu masih mau bertahan dengan pernikahan ini padahal aku sudah sangat berusaha untuk lepas darimu?"


Alishka


Alishka terus menatap Brayan yang masih tertidur di atas kasur lipat yang digelar di bawah tempat tidurnya. Tak terasa sudah hampir dua puluh menit dia menatap Brayan.


Alishka segera memejamkan matanya saat melihat Brayan yang mengerjapkan matanya dan mulai terbangun dari tidurnya.


Brayan langsung duduk dan memeriksa Alishka yang masih terbaring di atas tempat tidurnya.


"Ternyata kamu masih tidur," gumam Brayan.


Brayan mendekati Alishka yang masih terdiam di posisinya lalu mengelus pucuk kepala Alishka dengan lembut.


"Kamu pasti capek setelah kemarin menghabiskan waktu di luar," gumam Brayan yang terdengar dengan jelas oleh Alishka.


Brayan terus mengusap kepala Alishka dan Alishka pun membiarkan Brayan melakukannya karena dia tidak bisa menolaknya.


"Maafkan aku Alishka, gara-gara aku kamu harus seperti ini. Kamu harus menanggung semua akibat dari kesalahanku, kamu mengandung anak yang sama sekali tidak pernah kamu inginkan," ucap Brayan dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


Tak terasa Brayan meneteskan air matanya. Dia segera mengusap air mata itu dari pipinya lalu segera beranjak dari tempat itu!


Seperti biasa setelah bangun tidur, Brayan akan merapikan kasur dan selimut bekas tidurnya.


Alishka membuka sedikit matanya dan dia langsung melihat Brayan yang sedang merapikan tempat tidurnya.


"Maafkan aku karena aku belum bisa mencintai kamu. Aku masih sangat mencintai Farel meski dia tidak akan pernah menjadi milikku lagi. Sekarang aku sedang hamil aku tidak yakin Farel bisa menerima aku lagi," ucap Alishka didalam hatinya.


Setelah Brayan selesai dengan urusannya, dia langsung pergi keluar dari kamarnya untuk membersihkan diri!


Alishka membuka matanya lebar setelah Brayan keluar dari dalam kamarnya, dia meraba perutnya lalu meremas baju yang dikenakannya.


"Kenapa aku harus hamil? Padahal setelah menikah aku sama dia, tidak pernah melakukan itu. Kenapa semua begitu tidak adil padaku," lirih Alishka, tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya.


Beberapa saat kemudian, Alishka mengusap air matanya lalu bangkit dari tempat tidurnya! Dia berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya menyiapkan sarapan untuk keluarga mereka.


"Pagi Pa," ucap Ashmia pada sang suami.


"Pagi juga Mama sayang," ucap Arga sembari mengulas senyuman di bibirnya.


Arga duduk di kursi meja makan lalu meminum air yang sudah Ashmia siapkan untuknya.


"Pa, Brayan setiap hari ke kantor kan?"


"Iya, kenapa Mama tiba-tiba nanyain dia?"


"Mama kangen Pa, semenjak dia menikah dia jarang sekali ke sini. Mama kan jadi rindu banget sama dia."

__ADS_1


"Datang saja ke kantor dan temui dia."


"Kalau gitu nanti siang Mama ke kantor ya Pa, sekalian kita makan siang bersama."


"Iya. Kalau gitu nanti Papa suruh Brayan untuk menjemput Alishka untuk makan siang bersama kita."


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


yuk mampir di karya temanku yang satu ini dengan judul.


Judul: Menjadi Madu Sahabatku


Author: Ayu Andila


Dia tidak menyangka kalau akan menjadi pemeran antagonis dalam kehidupan sahabatnya.


Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.


Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.


Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?


Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang ?


__ADS_1


__ADS_2