
Pagi hari.
Brayan sudah selesai dengan urusan pribadinya, dia sudah siap untuk pergi bekerja sedangkan Alishka masih tidur pulas di tempat tidurnya.
Brayan menatap Alishka dan sebuah senyuman terukur di bibirnya.
"Kamu pasti ngantuk setelah semalam tidak bisa tidur," gumam Brayan lalu keluar dari kamarnya untuk sarapan!
"Ayah sama Ibu udah nunggu dari tadi ya?" tanya Brayan yang melihatmu kedua mertuanya sudah duduk di kursi makan.
"Nggak, kami baru aja duduk di sini kok," ucap Hendra.
"Alishka mana?" tanya Sandra.
"Alishka masih tidur, Bu. Mungkin dia masih ngantuk setelah semalaman dia gak bisa tidur," jelas Brayan.
"Ya sudah biarkan saja dia. Kita sarapan duluan saja," ucap Hendra.
Mereka pun sarapan bersama dengan keadaan hening hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.
Setelah mereka selesai makan, Brayan mengambil sesuatu dari dalam saku celananya!
"Ayah, Ibu kemarin aku dapat bonus dari kantor. Ini buat Ayah dan Ibu." Brayan meletakkan amplop berwarna coklat di atas meja tepat di hadapan Sandra.
"Apa ini, Nak?" tanya Sandra.
"Itu uang tapi jumlahnya hanya sedikit karena yang separuhnya lagi aku berikan pada Alishka."
"Nak, kamu tidak perlu memberi kami uang. Gunakan saja uang ini untuk keperluan kamu dan Alishka."
"Gak apa-apa Bu. Gunakan saja untuk keperluan Ibu dan Ayah lagian sebentar lagi aku gajian lagi kan."
"Terimakasih ya, Nak. Kalau gitu Ayah terima uang ini dan akan Ayah kumpulan untuk modal usaha."
"Memangnya Ayah mau buka usaha apa?"
"Ayah mau buka toko kue, kebetulan Ibu suka bikin kue dan kue buatannya enak."
"Iya, rencananya Ibu dan Ayah mau usaha saja," sambung Sandra.
"Semoga cepat terkumpul uangnya ya Ayah, Ibu. Kalau gitu aku berangkat ke kantor dulu ya."
Brayan beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tasnya!
Setibanya di kamar, dia melihat Alishka yang masih tertidur.
__ADS_1
"Aku kerja dulu ya. Kalian baik-baik ya di rumah," gumam Brayan lalu dia segera pergi dari kamarnya!
*******
Di sekolah tempat Farel mengajar.
"Pagi Pak," ucap salah satu siswi di sekolah tersebut.
"Pagi," sahut Farel dengan senyum rumahnya.
Beberapa siswi kelas dua belas itu memang selalu cari perhatian dari Farel. Bagaimana tidak, Farel adalah termasuk guru yang masih muda, tampan dan belum memiliki pasangan.
Banyak siswi yang suka padanya bahkan saat pelajarannya tiba tidak ada satu pun siswi yang rela ketinggalan pelajarannya.
Farel adalah guru olahraga sekaligus karate di sana biasanya para siswi tidak berminat untuk berlatih bela diri namun karena gurunya tampan hampir semua siswi ikut dalam pelatihannya.
"Pak, jam berapa pelatihan hari ini?" tanya salah satu siswi.
"Seperti biasa," sahut Farel.
Farel memang ramah, dia selalu tersenyum pada semua orang tapi untuk berbicara, dia lebih membicarakan sesuatu yang penting saja.
*******
Dia melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh lima menit. Itu artinya Brayan sudah tidak ada di rumah, laki-laki itu sudah pergi ke kantornya.
Alishka bangkit lalu berjalan menuju dapur! Dia merasa tenggorokannya terasa kering.
"Kamu baru bangun, Alishka?" tanya Sandra yang melihat Alishka sedang menuang air ke dalam gelas.
"Semalam aku gak bisa tidur, Bu jadinya aku kesiangan," sahut Alishka.
Alishka duduk di kursi makan dan langsung meraih roti tawar yang ada di atas meja.
"Tadi Brayan memberi Ibu uang," ucap Sandra yang duduk di kursi yang berhadapan dengan Alishka.
Alishka yang sedang mengolesi roti dengan selai, menghentikan gerakan tangannya lalu menatap sang Ibu.
"Uang? Tapi uangnya ada di atas meja, di kamarku."
"Menangnya dia gak bilang kalau dia mau ngasih uang ke Ibu?"
"Nggak. Ya udah Ibu pakai saja uang dari dia."
"Kamu gak mau tahu betapa uang yang diberikan dia pada Ibu?"
__ADS_1
"Berapa menangnya?"
Sandra mengambil uang itu yang masih dia simpan di dalam lemari dapur!
"Ini uangnya." Sandra meletakkan uang itu di atas meja.
"Banyak juga. Udah Ibu simpan saja." Alishka berucap tanpa ekspresi apa pun. Dia bersikap biasa saja melihat uang itu.
"Kamu gak tanya sama dia dari mana dia dapat uang sebanyak ini?"
"Nggak."
"Alishka sebenarnya dia kerja apa? Kenapa bisa punya uang sebanyak ini? Setiap bulan dia selalu ngasih kamu uang bulanan yang banyak dan sering belanjain kamu barang-barang mahal."
"Udah lah Bu, yang penting kita gak kekurangan."
"Tapi Ibu takut dia mendapatkan uang ini dari hasil yang gak bener."
"Astaghfirullah Ibu. Brayan gak mungkin gitu. Dia itu anak dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja dan Ibu juga harus tahu dia itu anak tunggal dari, Tuan Argadana dan Nyonya Ashmita. Oh ya satu lagi perusahaan Arga Group adalah salah satu perusahaan terbesar di negara kita," jelas Alishka.
Sandra terdiam dengan mulut yang terbuka, matanya menatap Alishka tak percaya.
Tok!
Tok!
Tok!
Tiba-tiba terdengar suara yang mengetuk pintu rumah mereka.
"Ibu, jangan melongo kayak gitu ah nanti kemasukan lalat tuh mulutnya," ucap Alishka sembari tersenyum jahil.
"Ah kamu. Udah ah, Ibu mau buka pintu dulu kayaknya ada tamu." Sandra beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu utama rumahnya untuk melihat siapa yang bertamu ke rumah mereka!
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus dan pastinya seru untuk kalian baca.
Judul: Pembalasan Untuk Suamiku
Author: Mom Allah
Jangan lupa mampir ya teman-teman siapa tau suka.
__ADS_1