Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar ban 46


__ADS_3

"Kamu cemburu melihat aku sama dia kan?"


"Nggak. Aku bilang nggak."


Terlalu gengsi untuk Alishka mengatakan 'ya' kalau sebenarnya dia cemburu. Alishka menang belum menyadari bahwa dirinya ternyata sudah mulai mencintai Brayan namun saat ini dia sendiri tidak dan mungkin belum mengerti dengan apa yang dia rasakan saat ini.


"Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Dia hanyalah teman lama yang baru tadi bertemu lagi," jelas Brayan.


"Aku tidak perduli, mau dia teman lama, teman dekat bahkan teman tidur pun aku tidak perduli." Tangis Alishka semakin deras, entah kenapa dia terus meneteskan air matanya padahal dirinya sudah mencoba untuk tidak menangis.


Ada rasa yang sulit dijelaskan dalam hatinya sehingga dirinya sendiri masih bingung dengan apa yang dia rasakan. Selama ini dirinya tidak pernah merasakan rasa yang kini dia alami.


"Kamu mau pulang? Baiklah aku akan mengantar mu pulang," ucap Brayan.


"Aku gak mau. Aku mau pulang sendiri saja."


"Tidak boleh. Bidadariku, cintaku, sayangku yang sangat aku cintai. Kamu gak boleh pulang sendirian." Brayan menarik tangan Alishka dan membawanya ke mobilnya.


Alishka berusaha untuk melawan, dia tidak ingin pulang dengan laki-laki yang sudah membuatnya kecewa.


Karena Alishka terus memberontak, akhirnya Brayan memangku tubuh Alishka agar istrinya itu tidak bisa melawannya!


Para karyawan yang melihat mereka merasa iri pada Brayan dan Alishka.


Beberapa karyawan ingin berada di posisi Alishka karena Alishka memiliki laki-laki yang tampan dan baik seperti Brayan dan ada juga karyawan laki-laki yang ingin berada, di posisi Brayan yang memiliki istri yang begitu cantik.


"Kamu kenapa sih selalu saja memaksaku? Tidak bisa kah kamu membiarkan aku hidup bebas? Turunkan aku!"


"Aku sudah memberimu kebebasan. Kurang apa aku?"


"Aku gak mau pulang sama kamu!"


"Tapi aku mau."


"Brayan."


"Apa!" seru Brayan sambil tersenyum.


"Alishka, kamu semakin manis saat sedang marah. Aku jadi ingin menggigit bibirmu," goda Brayan sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


Bugh!


Bugh!


Alishka memukul lengan Brayan beberapa kali.


"Ah, Alishka kamu membuat aku semakin gemas."


"Buka! Cepat buka!" seru Alishka.


"Apa yang dibuka? Kita masih berada di tempat umum, jangan buka-bukaan dulu."


"Buka pintu mobilnya, aku mau keluar. Kamu pikir apa?"


"Aku pikir bukan bajuku karena ada sesuatu yang ingin keluar di bawah sini." Brayan terus menggoda Alishka meski istrinya itu sudah marah tingkat tinggi.


Entah kenapa, menggoda Alishka menjadi hobi barunya.

__ADS_1


Alishka terdiam dalam seribu bahasa, dia tak ingin berkata-kata lagi karena Brayan terus memancing emosinya.


"Kita pulang," ucap Brayan.


Brayan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak boleh membahayakan dirinya dan juga istrinya dengan mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Setelah setengah perjalanan, tidak ada obrolan diantara mereka. Alishka masih diam dan Brayan pun hanya diam.


"Aku lapar," ketus Alishka saat melewati tukang bakso favoritnya.


Brayan tersenyum lalu menghentikan mobilnya. Dia turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobilnya untuk Alishka.


"Mau jalan sendiri atau mau aku gendong?" tanya Brayan.


"Terserah."


Brayan bersiap untuk memangku Alishka, dia berniat membawa Alishka ke tempat bakso favoritnya dengan cara memangku nya.


"Mau ngapain kamu?"


"Mau bawa kamu ke tempat Abang bakso lah."


"Aku bisa jalan sendiri."


"Tadi kayanya terserah. Ini aku mau bantu kamu, malah kamunya gak mau."


*******


Di kediaman Melly.


"Jadi, maksud kedatangan kami ke sini untuk melamar putri Anda, Syahira untuk Harry, anak kami," ucap Ayahnya Harry.


Harry hanya diam dengan tatapannya yang penuh percaya diri sedangkan sang Ibundanya tersenyum ramah pada Melly.


"Saya terima maksud baik keluarga Anda datang ke sini tapi untuk menerima lamaran ini. Saya tidak bisa memutuskan sendiri, saya harus tanya anak saya dulu apakah dia menerima atau tidak."


Harry dan kedua orang tuanya mengangguk paham.


"Nak, apa kamu bersedia menerima lamaran ini?" tanya Melly.


Sebenarnya Melly sudah tahu bahwa Syahira pasti menerima lamaran ini tapi karena dia ingin memastikan keputusan terakhirnya dia bertanya untuk yang kesekian kalinya pada putrinya itu.


Syahira tersenyum lalu mengangguk pelan.


Harry dan kedua orang tuanya tersenyum lega. Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka.


"Jadi kapan rencana pernikahan ini dilangsungkan?" tanya Ayahnya Harry.


"Semua butuh persiapan, kami tidak bisa melangsungkannya dalam waktu dekat," sahut Melly.


"Kalau gitu kita cari waktu yang tepat."


*******


"Yang udah pacaran. Tiap hari ketemuan terus," ucap Azka pada Choky yang sedang makan siang bersama dengan Syifa.


Choky menatap Azka yang memasang raut wajah masam.

__ADS_1


"Ya kalau kamu mau ikutan ya gabung aja sama kita di sini. Ribet amat," ucap Choky.


"Iya, gabung aja di sini lagian sebentar lagi Milla dan Henny datang ke sini," ucap Syifa.


Setelah beberapa kali bertemu, Choky dan Syifa saling cocok dan jatuh cinta akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran dan berniat akan menikah jika mereka sudah sama-sama siap untuk menjalin tali pernikahan.


"Ada Brayan dan Alishka gak?" tanya Azka.


"Gak ada. Akhir-akhir ini mereka sulit dihubungi."


"Semoga hubungan mereka baik-baik saja," ucap Syahira.


"Mereka akan baik-baik saja. Gue yang gak baik-baik saja karena sampai saat ini masih jomblo aja," ucap Azka.


Tak lama terdengar suara Alishka dan Brayan yang sedang berdebat.


"Tadi juga aku bilang, kita makan dulu," ucap Brayan.


"Kamu mau makan sama wanita itu kan? Pantas tadi pagi kamu sampai gak sempat sarapan di rumah. Ternyata kamu mau bertemu dengan wanita itu."


"Itu temanku. Sudah kubilang dia hanya teman biasa."


"Teman istimewa juga gak apa-apa. Aku gak masalah."


"Woy, kalian baru nikah beberapa bulan udah diterpa orang ketiga," ucap Azka yang dari tadi mendengarkan perdebatan mereka.


"Hus, jangan sembarangan kalau ngomong," ucap Syifa.


"Rumah tangga kalian baik-baik saja kan?" tanya Choky.


"Baik kok, lo jangan khawatir," sahut Brayan.


"Bang bakso dua porsi ya," ucap Alishka pada Abang bakso itu.


"Siap, Neng," sahut Abang penjual bakso itu.


"Kamu pesan buat aku juga?" tanya Brayan.


"Gak ya, itu semua buat aku."


"Yakin?"


"Iya lah. Marah-marah butuh energi yang banyak."


"Makanya jangan marah-marah terus Al, kamu kan lagi hamil. Jangan stress," ucap Milla yang baru tiba.


Milla dan Henny berjalan menghampiri mereka semua!


"Gimana gak marah-marah punya suami sukanya maksa udah gitu punya wanita lain selain aku," ucap Alishka


"Nggak. Alishka hanya salah paham tentang wanita lain itu kalau masalah maksa, iya aku ngaku. Aku memang pernah memaksanya tapi itu karena kepepet," jelas Brayan.


"Memangnya kamu maksa Alishka apa?" tanya Henny.


"Rahasia. Kalian para gadis dan dua jomblo akut gak boleh tahu karena belum waktunya."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2