Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 59


__ADS_3

"Cup-cup-cup, sayang jangan nangis ya, Papamu ada di sini," ucap Brayan sambil menimang bayi yang dia beri nama Albryant Argadana itu.


Nama yang dia buat sendiri, nama yang dia gabung dari namanya dan nama Alishka.


Albryant adalah gabungan nama antara Alishka dan Brayan dan Argadana, Argadana adalah nama belakangnya dan nama itu adalah nama kakeknya juga.


"Diamlah," ucap Alishka pada Brayan.


Alishka mengambil alih bayi itu dari tangan Brayan. "Oh cintaku, manisku, pujaan hatiku, belahan jiwaku sini-sini," ucap Alishka dengan penuh cinta.


"Apa? Semua kata-kata itu untuk Albryant, lalu aku apa?" protes Brayan.


"Kamu? Kamu kan Papanya Albryant."


"Tapi semua ucapan sayang itu, kenapa semua jadi milik Al?"


"Cobalah mengalah, sekarang cinta aku semuanya milik baby Al."


"Kamu curang, Alishka. Setelah kamu mendapatkan dia, kamu lupakan aku begitu saja."


"Astaga Brayan, ini anak kamu masa kamu cemburu padanya."


"Ah ya kamu betul baby Al adalah anak aku dan anak kamu. Baby Al anak kita berdua."


"Bisanya ngaku-ngaku. Aku yang hamil, aku yang melahirkan tapi kamu ngaku ini anak kamu bahkan menenangkannya saat dia nangis aja kamu gak bisa."


"Hey Alishka, apa kamu bisa hamil tanpa aku dan apa kamu bisa melahirkan tanpa aku? Kamu lihat ditanganku dan di sekujur tubuhku banyak luka bekas cengkraman kamu saat melahirkan. Kenapa kamu tidak mau mengakui bahwa dia juga anakku?"


"Ih kamu ya, nyebelin banget. Iya, oke baby Al adalah baby kita berdua. Puas kamu."


Brayan tersenyum lalu mencium pipi Alishka. "Terimakasih," ucapnya.


Sandra dan Hendra hanya bisa diam dan terpaku melihat sepasang suami-istri yang terbilang cukup unik dan langka bahkan mungkin hanya ada mereka berdua saja yang seperti itu.


"Ayah, melihat apa?" tanya Sandra pada Hendra setelah beberapa menit hanya diam.


"Ayah melihat ada sesuatu yang lucu tapi aneh," sahut Hendra.

__ADS_1


"Mereka akan pindah ke rumah baru mereka, besok pagi," ucap Sandra.


"Mereka mau pindah?"


"Ya."


"Kenapa secepat ini? Rumah akan sepi jika mereka tidak ada."


"Ibu juga berpikir seperti itu tapi kita tidak bisa apa-apa. Mereka sudah berkeluarga dan kita sudah tidak bisa melarangnya pergi."


*******


Di rumah baru milik Brayan dan Alishka.


Beberapa orang sedang membersihkan dan merapikan rumah itu.


Orang-orang itu sengaja dibayar oleh Brayan untuk merapikan rumah mereka. Sebelum Brayan dan keluarga kecilnya menempati rumah itu, dia sengaja menyuruh orang untuk merapikan dan membersihkannya agar dirinya dan Alishka tidak kerepotan saat tiba di rumah itu.


*******


"Untuk apa memberi mereka kado, mereka saja tidak memberiku kado saat kita nikah."


"Kamu gimana sih. Kita nikah karena terpaksa dan tanpa persiapan apa pun, gimana mereka mau kasih kita kado?"


"Oh iya aku lupa. Eum Alishka, bagaimana kalau kita menikah lagi?"


"Apa! Menikah lagi? Kamu pikir pernikahan kita ini mainan? Mau nikah lagi segala lagian aku jamin gak ada wanita lain yang mau sama kamu."


"Cinta kamu ke aku sebesar apa? Sampai kamu salah mengartikan perkataan aku."


"Apa maksud kamu?"


"Maksud aku, kita ulangi pernikahan kita yang terpaksa itu menjadi sukarela dan karena cinta. Kamu pikir apa?"


"Aku pikir kamu mau mengembalikan aku pada Farel." Alishka tersenyum lebar.


"Memangnya kamu masih mencium dia?" Brayan menatap Alishka dengan mata yang tak berkedip.

__ADS_1


"Ya."


Alishka mulai berlari karena dia Brayan akan melakukan sesuatu padanya.


"Awas kamu ya. Aku akan menghapus nama dia dari dalam hati kamu." Brayan mulai berlari untuk mengejar Alishka dan mendapatkannya!


Alishka berlari hingga keluar dari kamarnya karena dia takut bayinya yang sudah tidur akan terganggu!


"Alishka! Mau lari kemana kamu?" teriak Brayan sambil terus berlari mengejar istrinya.


Hendra dan Sandra yang sedang menonton televisi, terkejut karena melihat Alishka dan Brayan yang tiba-tiba lewat didepan mereka.


"Astaga, ada apa ini?" ucap Hendra.


"Alishka! Brayan! Apa yang kalian lakukan?" teriak Sandra.


Alishka dan Brayan tak menyahut, mereka terus berlarian.


"Bu, kalau mereka pergi dari rumah ini, rumah akan terasa seperti kuburan," ucap Hendra.


"Ya ampun, mereka seperti anak ABG saja," ucap Sandra.


Baru mereka akan duduk dan melanjutkan nonton televisi lagi, tiba-tiba Brayan datang sambil memangku Alishka ala bridal style!


"Brayan lepaskan aku. Aku hanya bercanda tadi," ucap Alishka sambil memberontak.


"Bercandamu keterlaluan, sayang. Kamu harus dihukum."


Sandra dan Hendra menatap Brayan yang melewatinya tanpa kata.


"Mereka ini," gumam Hendra sambil menggeleng kepala.


Sandra tertawa kecil lalu menatap sang suami.


"Cinta anak muda," ucapnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2