
Di kamar.
Alishka terus berguling ke kanan dan ke kiri, dia gelisah dan tak bisa tidur.
Brayan yang melihat itu langsung menghampiri Alishka ke atas tempat tidur.
"Kamu kenapa? Apa masih sakit?" tanya Brayan.
"Bukan urusan kamu. Mending kamu tidur aja deh, jangan ganggu aku," ketus Alishka.
"Aku hanya takut kamu kenapa-kenapa."
"Aku sudah kenapa-kenapa karena kamu. Kamu lupa kalau kamu baru aja bikin aku kesakitan."
"Tapi itu kan beda Al."
"Diam! Cepat kembali ke tempatmu dan tidur saja."
Brayan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu dia kembali ke tempat tidurnya!
Brayan membaringkan tubuhnya lagi di atas kasur lipatnya tak lupa dia menarik selimut sampai batas dadanya untuk melindunginya dari dinginnya malam.
"Aku tidur, kalau kamu butuh apa-apa bangunkan aku ya," ucap Brayan sebelum akhirnya dia menutup matanya.
Alishka hanya diam. Dia berbaring dengan posisi miring menghadap Brayan, matanya menatap sang suami yang tidur di bawah tempat tidurnya.
"Dasar gak peka. Udah tau aku gak bisa tidur, lakuin apa kek buat aku bisa tidur. Apa salahnya kamu tidur satu ranjang sama aku setelah tadi kamu mendapatkan kenikmatan dari aku," ucap Alishka didalam hatinya.
Alishka terus menatap Brayan yang mungkin sudah tertidur itu.
*******
Di kediaman Farel.
"Udah malam cepat tidur, besok kamu harus sekolah," ucap Farel pada Sisca~adiknya.
Sisca yang sedang menonton drama Korea kesukaannya mengalihkan pandangannya pada Farel.
"Sebentar lagi Pak Guru, sepuluh menit lagi," ucap Sisca.
"Sepuluh menit, awas kalau lebih." Farel masuk ke dalam kamarnya tanpa menunggu Sisca bicara lagi padanya.
"Dasar nyebelin. Kenapa akhir-akhir ini kakak jadi gitu? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya?" ucap Sisca sambil terus menatap punggung Farel yang kian menjauh.
__ADS_1
*******
"Udah malam, kita pulang yuk!" ajak Milla pada Syifa dan Henny.
Malam itu tiga gadis temannya Alishka itu pergi untuk nonton bioskop bersama.
"Ya udah, ayo kita pulang. Aku harus kerja besok," ucap Syifa.
"Tapi aku lapar," ucap Henny.
"Gak sehat makan di atas jam sepuluh malam. Sekarang udah mau jam sebelas," ucap Milla.
"Kamu tega banget sama aku."
Syifa tersenyum melihat raut wajah Henny yang cemberut.
Mereka pun keluar dari tempat itu! Saat mereka berada di parkiran mereka bertemu dengan Choky dan Azka yang kebetulan akan pulang juga.
"Eh itu kan teman-temannya Brayan," ucap Henny sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Choky dan Azka yang sedang berjalan ke arahnya.
Milla dan Syifa menatap ke arah yang ditunjuk oleh Henny dan mereka mendapati dia laki-laki yang sedang berjalan ke ayahnya.
"Iya, itu Choky dan Azka," ucap Milla.
Syifa hanya diam karena memang dirinya tidak mengenali dua pemuda itu.
Tiga gadis itu tersenyum ramah ke arah dua pemuda itu.
"Kalian mau pulang ya?" tanya Choky.
"Iya, kita mau pulang ini lagi nunggu taksi," ucap Henny.
"Tunggu-tunggu. Aku udah kenal sama mereka tapi belum sama kamu. Boleh aku tahu siapa namamu?" tanya Choky pada Syifa.
Syifa tersenyum sambil menatap Choky. "Boleh, namaku Syifa," ucapnya sambil mengulurkan tangannya dihadapan Choky.
Choky menjabat tangan Syifa lalu menyebutkan namanya.
"Choky," ucapnya dengan mata yang terus menatap Syifa yang juga sedang menatap dirinya.
Choky dan Syifa saling tatap dengan waktu beberapa menit dengan tangan yang masih pada posisi semula.
Azka dan dua gadis yang bersama mereka hanya menatap kejadian langka itu.
__ADS_1
Choky jarang sekali mengajak cewek berkenalan sedangkan Syifa juga biasanya suka jual mahal kalau ada pemuda yang ingin mengenalnya.
Tapi waktu itu berbeda dua orang yang sama-sama sok tidak butuh pasangan itu terlihat sama-sama saling menyukai.
Semua terlihat dari cara mereka bertatapan dan tangan mereka juga enggan terlepas.
Azka berdeham untuk menyadarkan dua orang yang sebenarnya membuatnya iri.
"Udah kali salamannya," ucap Azka.
Milla dan Henny tertawa kecil.
"Cie. Kayaknya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih," goda Milla.
"Apaan sih kamu," ucap Syifa dengan senyum malu-malu.
Azka mulai salah tingkah karena terus digoda oleh teman-temannya.
"Udah, ayo kita pulang. Udah malam juga kan," ucap Choky mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah, Milla, Henny. Kalian pulang sama aku aja biar teman kalian ini pulang diantar sama Choky," ucap Azka.
"Boleh, ide bagus itu," sahut Henny.
"Tapi Hen, Mill," ucap Syifa.
"Udah kamu sama dia aja. Kita pergi ya, bay Syifa," ucap Milla sambil melangkahkan kakinya membuntuti Azka.
"Ya udah, ayo aku antar kamu pulang," ucap Choky.
Syifa tersenyum lalu mengangguk pelan.
Choky berjalan menghampiri mobilnya lalu membukakan pintu mobilnya!
"Silahkan masuk," ucap Choky.
"Terimakasih." Syifa masuk ke dalam mobil Choky dan mereka pun mulai melaju dan meninggalkan tempat itu.
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca, jangan lupa mampir ke novel temanku ini ya!
Judul: Terjebak Pesona Mama Muda
__ADS_1
Karya: Ayu Andila