Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 53


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


Seseorang mengetuk pintu rumah Sandra dari luar.


"Bu, ada yang datang kayaknya deh," ucap Alishka yang sedang asyik nonton televisi.


"Biar aku yang bukain pintunya," ucap Brayan sambil beranjak dari duduknya.


"Biar aku saja, kamu duduk dan nikmati kopimu," ucap Alishka pada Brayan.


"Cepat buka pintunya sebelum tamunya pergi lagi," ucap Sandra yang sedang membersihkan peralatan dapur.


"Iya Bu, aku akan buka pintunya sekarang." Alishka bangkit lalu mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumahnya.


"Siapa ya?" tanya Alishka sambil membuka pintunya.


"Kamu!" seru Alishka saat melihat ternyata Syahira yang mengetuk pintu rumahnya.


"A_Alishka aku ... aku mau bertemu denganmu dan juga Brayan," ucap Syahira.


"Siapa yang datang?" tanya Brayan sambil menghampiri Alishka yang masih berdiri di ambang pintu.


"Lihat saja siapa yang datang," ketus Alishka.


Brayan melihat orang yang berdiri tepat didepan Alishka. "Syahira, untuk apa kamu datang ke sini?"


"Aku mencari alamat rumah kalian dengan susah payah. Brayan aku mau minta maaf padamu karena aku pernah mempermainkan perasaan kamu dan Alishka, aku juga mau minta maaf padamu karena aku sudah membuat kamu terjebak dalam keadaan ini," ucap Syahira panjang lebar.


"Jadi kedatangan kamu ke sini hanya untuk ini?"


"Tidak, aku mau memberikan ini." Syahira memberikan surat undangan pernikahannya dengan Harry pada Brayan.


"Sebenarnya aku tidak mau mengundangmu karena aku terlalu malu untuk itu tapi Tante Ashmita menyuruhku untuk mengundang kalian dan Tante Ashmita juga yang memberikan alamat kalian.


Alishka meneteskan air matanya saat melihat undangan dari Syahira.


Melihat itu, Syahira merasa bersalah karena sudah membuat Alishka menangis.


"Alishka, maafkan aku," ucap Syahira dengan nada lirih.


"Maaf untuk apa, kamu tidak salah justru seharusnya aku yang meminta maaf padamu karena sudah bersikap kasar padamu waktu itu."


"Al, duduklah. Kamu tidak boleh berdiri terlalu lama." Brayan menuntun Alishka untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.


"Syahira, duduklah," ucap Brayan pada Syahira.


Syahira duduk di kursi yang berada di sebelah Alishka lalu Brayan juga bergabung bersama dia wanita itu.

__ADS_1


"Brayan, maafkan aku ya. Jujur aku menyesal karena sudah melakukan itu padamu, seandainya aku jujur sejak awal mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini dan mungkin tidak akan memakan korban."


"Aku sudah melupakan semua itu, aku sudah melupakan rasa cinta untukmu. Bahagialah dengan laki-laki pilihanmu Syahira, karena sekarang aku juga sudah bahagia bersama Alishka."


"Aku pikir kamu datang ke sini untuk merebut Brayan dariku," ucap Alishka.


"Tidak Alishka. Seandainya sekarang aku mencintai Brayan, aku gak mungkin bisa bersamanya lagi setelah semua yang terjadi padamu."


"Jadi kapan pernikahannya dilangsungkan?" ucap Brayan.


"Semua sudah tertulis dalam surat undangan itu. Kalian datang ya, aku akan bahagia banget jika kalian datang."


"Kami akan datang tapi aku gak bisa janji karena keadaan Alishka yang sedang hamil jadi mood nya gak menentu kadang juga dia sering lemas secara tiba-tiba," jelas Brayan.


"Semoga kamu dan bayimu sehat ya Alishka."


Alishka hanya tersenyum menanggapi perkataan Syahira.


*******


"Caitlyn, aku cinta sama kamu. Setelah kenal selama beberapa hari ini, aku merasa aku cocok denganmu. Apa kamu mau menjadi pacarku?" tanya Aznan pada Caitlyn.


Setelah beberapa hari mengenal Caitlyn, Aznan merasa dirinya ada kecocokan dengan Caitlyn, mereka berdua memiliki banyak kesamaan.


"Kamu yakin? Aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi di sini," ucap Caitlyn.


Setelah berkenalan dengan Aznan saat setelah dirinya berpamitan kepada Brayan, ternyata Caitlyn membatalkan kepulangannya karena dia merasakan sesuatu dihatinya pada Aznan.


"Itu tidak mungkin, ini tidak semudah yang kamu bayangkan."


"Semua akan mudah jika kita melakukannya bersama-sama. Sekarang kamu jawab saja, mau atau tidak menjadi pacarku?"


Caitlyn menundukkan kepalanya lalu kembali mendongak menatap Aznan dengan senyuman manisnya.


"Aku mau," ucapnya.


"Yes!" Aznan tersenyum kegirangan karena cintanya diterima.


"Terimakasih Caitlyn karena sudah menerima cintaku. Sekarang aku sudah tidak jomblo lagi."


Caitlyn tersenyum tipis, meski baru ada sedikit cinta untuk Aznan tapi dia akan berusaha untuk mencintainya seperti dirinya mencintai Brayan.


"Aku sudah tidak sabar ingin memberitahu teman-temanku tentang ini. Mulai sekarang mereka tidak akan mengataiku jomblo akut lagi," ucap Aznan.


"Apa kamu belum pernah pacaran?"


"Belum. Eh pernah tapi dulu tepatnya saat aku masih duduk di SMA."


"Apa tidak ada gadis yang mau denganmu?"


"Ada, hanya saja aku tidak mau berpacaran karena aku tidak siap untuk diselingkuhi."

__ADS_1


"Lalu sekarang, apa kamu tidak takut diselingkuhi? Kita belum kenal lama tapi kamu sudah mengajakku berpacaran."


"Sekarang tidak karena sekarang aku sudah memiliki pekerjaan dan juga sudah punya tabungan untuk modal nikah karena katanya setelah menikah perempuan akan sulit untuk berselingkuh."


"Jadi kamu mau mengajakku cepat-cepat menikah?"


"Ya, tapi sebelum itu kamu harus kenal dulu sama keluargaku dan juga teman-temanku. Besok aku akan mengenalkan kamu pada teman-temanku ya dan sorenya kita ke rumahku untuk menemui orang tuaku."


"Terserah kamu." Caitlyn terus tersenyum melihat Aznan yang begitu bahagia.


*******


"Brayan aku capek dan pinggang ku sakit lagi, tolong kamu pijit pinggang aku sampai aku tertidur ya," ucap Alishka yang sudah berbaring di atas tempat tidur.


"Baiklah tuan putri, aku tidak bisa menolakmu karena kalau aku menolak dan membangkang aku pasti kehilangan senyumanmu yang indah itu." ucap Brayan sambil naik ke atas tempat tidur dan bersiap untuk memijat Alishka.


"Baguslah, kalau kamu masih ingin melihat senyuman aku."


Perlahan Brayan mulai memijat Alishka.


"Al kapan kamu lahiran?" tanya Brayan sambil terus menggerakkan tangannya.


"Aku tidak tahu tepatnya hari apa, tanggal berapa, dan jam berapa yang aku tahu sekarang usia kandungan aku sudah menginjak delapan bulan jadi tidak lama lagi aku akan melahirkan."


"Kamu ingin anak perempuan atau laki-laki?"


"Perempuan atau laki-laki sama saja."


"Kalau anak perempuan, kamu mau dia mirip siapa dan kalau anak laki-laki kamu mau dia mirip siapa?"


"Laki-laki ataupun perempuan aku mau dia mirip aku gak boleh mirip sama kamu sedikitpun."


"Kenapa begitu, kamu curang sekali."


"Karena aku yang hamil dan aku yang akan melahirkannya. Kamu tidak tahu betapa aku tersiksa nya saat ini."


"Tapi kalau gak ada aku, kamu gak akan bisa hamil. Kamu gak mungkin hamil sama kucing kan."


"Ih, Brayan! Kamu ngeselin banget." Alishka memukul Brayan dengan bantal.


"Kebiasaan, apa semua wanita sukanya memukul dan melakukan KDRT?"


"Diam! Jangan bicara. Ambilkan aku kue yang tadi kamu beli!"


"Katanya mau tidur kenapa sekarang mau makan kue?"


"Aku sedang kesal jadi aku lapar.


Brayan berjalan keluar dari kamarnya untuk mengambil kue untuk Alishka! Sedangkan Alishka duduk di atas tempat tidurnya sambil menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Dia menunggu suaminya datang dan membawakan kue untuknya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2