Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 36


__ADS_3

Setelah Brayan melepaskan tangannya dari kedua belah pipinya, Alishka memalingkan wajahnya ke samping untuk menghindari tatapan Brayan yang kian menakutkan.


"Kamu terlihat cantik saat sedang marah. Kenapa kamu menyembunyikan wajah itu saat aku ingin memandangnya," ucap Brayan.


Alishka hanya diam dalam posisi semula.


Brayan tersenyum tipis lalu dia memangku tubuh Alishka dan membawanya ke atas tempat tidur!


"Brayan, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" Alishka meronta berusaha turun dari pangkuan sang suami.


Brayan menurunkan Alishka di atas tempat tidur dalam posisi berbaring.


"Sudah aku turunkan." Brayan menatap kedua mata Alishka dan sebuah senyuman terukir di bibirnya.


"Brayan, kamu mau apa?"


"Sudah aku bilang aku mau ...." Brayan menggantung ucapannya dan melanjutkannya dengan gerakan tangannya yang meraba sesuatu benda kenyal milik Alishka yang terletak pada dadanya.


"Jangan Brayan, aku tidak mau, aku belum siap untuk itu." Alishka menyingkirkan tangan Brayan dari sana!


"Kapan kamu siap? Aku sudah menunggu."


*******


Di kediaman Hendra.


Sandra mulai khawatir karena Alishka belum juga kembali. Dia izin pergi hanya sebentar tapi sudah tiga jam lebih dia belum juga kembali.


"Alishka kemana? Jam segini belum pulang juga," gumam Sandra.


Sandra meraih ponselnya yang diletakkan di atas meja lalu menelpon putrinya untuk menanyakan kenapa dia belum juga pulang.


*******


Brayan membuka kancing kemejanya satu persatu dan menampakkan dadanya yang sedikit berbulu.


Alishka hanya diam, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Brayan tidak mau menyingkir dari atas tubuhnya.


Drrt!


Drrt!


Drrt!


Ponsel Alishka bergetar berulang kali tanda ada telpon masuk.


"A_ada telpon," ucap Alishka.


"Biarkan saja, paling teman-temanmu."


"Bagaimana kalau Ayah atau Ibu? Mungkin juga Mamamu."


Brayan yang awalnya tak ingin beranjak dari tempatnya, akhirnya beranjak dan mengambil ponsel Alishka yang ada didalam tasnya!


"Ibu," ucapnya setelah melihat layar ponsel itu.


Alishka duduk di tepi ranjang lalu meraih ponselnya dari tangan Brayan!


[Halo, Bu.] ucap Alishka setelah dirinya menerima telpon dari Sandra.


[Nak, kamu dimana kok belum pulang? Ini udah jam berapa?]


[Bu, aku lagi sama Brayan.]


Brayan mengambil alih ponsel yang sedang dipegang oleh Alishka lalu dia bicara pada ibu mertuanya itu!


[Halo, Bu. Alishka sedang bersamaku, maaf karena kami tidak mengabari Ibu karena ayik bersama kamu lupa untuk memberi tahu Ibu kalau kami akan pulang terlambat hari ini.] jelas Brayan pada Sandra.


[Syukurlah kalau dia sama kamu. Ibu khawatir karena dia gak pulang juga, Ibu takut dia kenapa-kenapa.]

__ADS_1


[Al, baik-baik saja Bu.]


Sandra mematikan sambungan telponnya setelah tahu Alishka baik-baik saja. Dia tak ingin mengganggu kebersamaan anak dan menantunya.


*******


Setelah selesai makan, Farel dan Jazline tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, mereka menghabiskan waktu sebentar untuk berbincang-bincang.


"Kamu asyik juga diajak ngobrol. Kita memiliki beberapa kesamaan ya ternyata," ucap Jazline.


"Kita baru kenal, kamu sudah berkata seperti itu. Gimana kalau ternyata aslinya aku ini orang jahat dan punya niat buruk padamu," ucap Farel.


"Ada ya orang jahat yang seperti kamu."


"Maksud kamu?"


Jazline tersenyum sambil menatap Farel.


"Kamu punya pacar?" tanyanya.


"Punya tapi baru saja putus," sahut Farel.


"Kok bisa?"


"Dia sudah menikah dengan laki-laki lain."


"Uh, pasti sakit ya ditinggal nikah."


"Aku serius bukan lagi bercanda."


"Serius? Maaf aku pikir kamu–"


"Tidak masalah. Aku sudah ikhlas kok."


"Sabar ya, kamu jangan sedih aku yakin suatu saat kamu akan menemukan wanita yang lebih baik dari dia dan kalau dia sudah sempurna untukmu aku yakin kamu akan dapat yang seperti dia tapi dalam tubuh yang berbeda."


"Sudah sore, ayo aku antar kamu pulang," ucap Farel.


"Nggak, nggak usah. Aku pulang sendiri aja."


"Aku anterin aja."


Jazline tersenyum lalu mengangguk.


*******


"Ayo kita pulang," ucap Alishka.


"Tidak mau. Malam ini kita tidur di sini."


"Aku gak mau tidur di sini."


"Kenapa? Kamu takut aku akan memakanmu, kamu takut aku akan menerkammu?"


"Aku tidak mau, pokoknya aku mau pulang."


"Kita belum melakukannya, Alishka. Aku gak mau pulang karena kalau di rumah kamu akan teriak dan membuat kedua orang tuamu khawatir."


"Di sini juga aku akan teriak kalau kamu memaksaku."


"Tapi di sini gak akan ada orang yang dengar meski kamu berteriak sekuat apapun."


"Aku mau pulang! Aku mau pulang!" Alishka memukul Brayan dengan bantal sampai berkali-kali.


"Pukul saja, aku tetap tidak mau pulang."


"Aduh." Tiba-tiba Alishka meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Alishka." Brayan menatap Alishka dan mulai panik saat melihat istrinya kesakitan.

__ADS_1


"Ya ampun, Alishka kamu kenapa?" Brayan mengelus perut Alishka lalu membaringkannya.


"Sakit," lirih Alishka.


"Ayo kita ke dokter." Brayan memangku Alishka lalu membawanya keluar dari apartemennya.


Brayan berjalan cepat untuk sampai ke mobilnya!


"Alishka, kamu tahan ya. Kita akan ke rumah sakit sekarang."


Brayan langsung melajukan mobilnya!


"Aku mau pulang saja. Di rumah ada obat yang diberikan dokter waktu aku cek kemarin," ucap Alishka.


"Ya udah kita pulang aja. Kita akan cepat sampai." Brayan begitu panik sampai dia tidak bisa berpikir jernih.


"Gampang juga laki-laki ini dibohongi," ucap Alishka didalam hatinya.


"Se_perduli ini kah kamu sama aku? Sampai kamu langsung panik seperti ini?" sambung Alishka.


Brayan mengemudi dengan kecepatan sedikit tinggi namun tetap berhati-hati. Dia ingin cepat sampai karena tak mau melihat Alishka kesakitan.


Alishka tersenyum kecil, dalam hatinya dia merasa menang karena akhirnya Brayan mau mengantarkan dirinya pulang meski dirinya harus bersandiwara terlebih dahulu.


Tak lama mereka tiba di rumah. Brayan menghentikan mobilnya lalu segera turun dari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Alishka.


Alishka masih duduk di kursinya meski Brayan sudah membukakan pintu mobilnya. Untuk melancarkan sandiwaranya, dia meminta Brayan untuk membantunya berjalan.


"Perutku sakit. Tolong bantu aku," lirih Alishka.


Brayan langsung memangku tubuh Alishka lalu membawanya masuk ke dalam rumahnya!


"Astaga, kenapa jadi gini. Kenapa aku jadi terjebak dalam pangkuan laki-laki ini padahal aku cuma minta dibantuin untuk berjalan saja," ucap Alishka didalam hatinya.


Alishka hanya diam dan membiarkan Brayan melakukan apa yang diinginkannya. Dia tidak bisa menolak karena tak ingin ketahuan kalau dirinya hanya pura-pura kesakitan.


"Ke kamar saja," ucap Alishka saat Brayan akan menurunkannya di ruang keluarga.


"Baiklah." Brayan menuruti perkataan Alishka, dia kembali berjalan dan membawa Alishka ke dalam kamarnya!


"Dimana obatnya?" tanya Brayan setelah dia menurunkan Alishka di atas tempat tidur.


"Itu di atas meja," ucap Alishka sembari mengarahkan tangannya ke meja rias nya.


"Aku ambil air minumnya dulu. Kamu diam saja di sini."


Setelah Brayan keluar dari kamarnya, Alishka tertawa geli namun tak mengeluarkan suara agar Brayan tak curiga.


"Dasar laki-laki. Itu kan vitamin," gumam Alishka.


"Laki-laki itu begitu perhatian dan sangat mengkhawatirkan keadaan aku, sama seperti Farel, dia juga perhatian dan sering mengkhawatirkan aku." Tiba-tiba Alishka teringat dengan Farel dan membandingkan Brayan dengan kekasihnya itu.


Air matanya kembali menetes kala dia mengingat tentang Farel.


"Alishka kenapa kamu menangis?" ucap Brayan yang datang dengan membawa air putih ditangannya.


Alishka segera mengusap air matanya sebelum Brayan yang melakukannya.


"Aku hanya menahan sakit di perutku." Alishka berbohong, padahal dirinya sedang menahan sakit di hatinya.


"Kamu minum obatnya ya, biar sakitnya reda." Brayan mengambil vitamin yang dia sangka adalah obat pereda sakit dari dokter lalu memberikannya pada Alishka.


Alishka segera meminum vitamin itu dan langsung berbaring untuk beristirahat.


"Istirahatlah. Maaf tadi aku membuatmu marah dan kesal padamu."


Alishka hanya diam lalu menutup matanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2