Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar Bab 50


__ADS_3

"Kita mau kemana lagi hari ini?" tanya Alishka pada sangat suami.


"Kita mau pergi ke suatu tempat," sahut Brayan.


Pasangan suami istri yang baru sama-sama mengakui perasaannya itu, kini sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.


"Suatu tempat terus. Bisa gak sih kamu jawabannya jangan itu terus?"


"Terus aku harus jawab apa?"


"Ya, apa kek. Misalnya sebutin aja kemana kita akan pergi."


"Kita mau pergi untuk menemui Caitlyn. Caitlyn itu wanita yang kamu lihat di ruangan aku waktu hari itu, aku gak mau kamu terus-terusan berpikir kalau aku punya wanita lain, aku mau kamu temui dia dan ngobrol bersama."


"Untuk apa itu semua? Aku percaya sama kamu."


"Aku tahu tapi itu harus agar tidak ada yang mengganggu hatimu dan hatiku lagi setelah hubungan kita berdua membaik. Alishka, aku pernah berbuat kesalahan yang begitu besar padamu, aku tidak mau mengulanginya lagi. Penderitaan yang kamu rasakan cukup sampai dihari sebelum kita memutuskan untuk hidup bersama selamanya selebihnya, setelah hari itu aku akan selalu membuat kamu bahagia."


Alishka tersenyum sambil menatap Brayan. "Aku tahu kamu pasti bisa membahagiakan aku dan anak kita."


"Aku sayang sama kamu Alishka, aku gak tahu kapan perasaan itu tumbuh sampai aku merasa sangat takut kehilangan kamu."


"Aku juga sayang sama kamu meski awalnya aku sangat membenci dirimu."


*******


Di salah satu kafe yang terdapat di kota tersebut.


Caitlyn duduk menunggu kedatangan Brayan.


Dia tersenyum bahagia karena akan bertemu dengan teman yang dia cintai itu.


"Setelah beberapa hari aku di sini, akhirnya Brayan ngajak aku ketemu. Apa yang mau dia bicarakan sama aku?" gumam Caitlyn.


Caitlyn menyedot minumannya yang dari tadi menemaninya di sana. Dia begitu bahagia karena akan bertemu dengan laki-laki yang sangat dia harapkan tanpa dirinya ketahui bahwa Brayan datang bersama dengan Alishka.


*******


Di kediaman Melly dan Syahira.


"Jadi baiknya kapan kita laksanakan pernikahan anak-anak kita ini?" tanya Ayahnya Harry pada Melly.


"Secepatnya, Pak. Mereka sudah menunggu untuk hari itu," sahut Melly.


Hari ini keluarga Harry kembali datang ke rumah Melly untuk membicarakan hari pernikahan antara Syahira dan Harry.


Dua keluarga itu sudah sepakat untuk menikahkan anak-anak nya demi kebahagiaan anak mereka.


"Kalau gitu bulan depan tanggal dua puluh lima. Gimana Anda setuju?" ucap Ayahnya Harry.


"Saya setuju, Pak dan saya yakin Syahira dan Harry juga setuju." Melly menatap Harry lalu menatap Syahira.


*******


Brayan dan Alishka berjalan memasuki kafe itu dengan terus bergandengan tangan dengan raut wajah bahagia dan senyum yang terus membingkai di wajahnya.


"Brayan, aku rasa kamu gak harus melakukan ini."


"Aku harus melakukan ini demi kebaikan hubungan kita."


Tak lama mereka sampai di tempat duduk Caitlyn.


"Hai Caitlyn, maaf membuat kamu menunggu lama," ucap Brayan.

__ADS_1


Caitlyn yang sedang fokus pada ponselnya tersenyum lebar saat mendengar suara Brayan lalu dia berdiri dan menatap Brayan!


Tiba-tiba senyumnya hilang begitu saja saat tahu Brayan datang dengan Alishka.


"Brayan, kamu ...." Caitlyn menatap Brayan lalu menatap Alishka.


"Aku datang bersama istriku. Kamu gak keberatan kan?"


Caitlyn tersenyum yang dipaksakan. "Tidak. Sama sekali tidak, silahkan duduk."


Mereka pun duduk dalam satu meja yang sama.


"Tega ya kamu, nikah gak ngundang aku. Kamu anggap apa pertemanan kita selama ini?" ucap Caitlyn sambil berusaha menyembunyikan kekecewaannya.


"Maaf, Caitlyn. Aku tidak ingat untuk itu tapi kamu tidak usah khawatir, aku masih menganggap kamu sebagai teman ... teman baikku," ucap Brayan.


"Oh ya, siapa namamu?" tanya Caitlyn pada Alishka.


"Namaku Alishka dan kau?" sahut Alishka.


"Caitlyn Candryna. Panggil saja Caitlyn."


Alishka tersenyum ramah pada teman suaminya itu.


"Kalian pesan makanan saja duluan ya. Pesan saja sesuka hati kalian, hari ini aku yang traktir," ucap Caitlyn.


"Kamu serius?" ucap Brayan.


"Kapan aku tidak serius dengan ucapanku hah? Aku ke toilet dulu ya. Gak lama kok." Caitlyn langsung pergi meninggalkan Brayan dan Alishka di sana!


Sesampainya di dalam toilet, Caitlyn menangis. Dia tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya dia memilih menumpahkannya di dalam sana.


"Caitlyn, sadar. Dia itu bukan siapa-siapa kamu, kamu gak boleh sedih seperti ini," ucap Caitlyn didalam hatinya.


–––– –––––


"Yakin dia hanya temanmu?" tanya Alishka pada Brayan.


"Ya. Kenapa memangnya? Kamu masih tidak percaya?"


"Temanmu itu cantik juga ya. Kenapa kamu tidak mencintai dia? Yakin kamu tidak pernah mempunyai rasa yang lebih dari teman padanya?"


"Kalau aku pernah memiliki rasa cinta padanya, kenapa aku harus berpacaran dengan Syahira dan sekarang aku sangat mencintai dan sangat takut kehilangan kamu."


"Tadi ngomongin tentang Syahira kenapa sekarang tentang aku?"


"Apa yang bisa aku lakukan Alishka. Karena Syahira aku bisa bertemu denganmu dan sampai saat ini kita masih bersama."


"Tidak Brayan. Kita bertemu bukan karena Syahira mu itu tapi kita bertemu karena memang kita sudah ditakdirkan untuk bertemu."


Brayan tersenyum lalu menggenggam tangan Alishka.


"Apapun dan bagaimanapun caranya kita bertemu itu tidak penting. Yang penting aku mencintaimu dengan sangat tulus, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu."


Alishka tersenyum mendengar perkataan Brayan padanya. Semenjak mereka saling mengakui perasaannya satu sama lain, Brayan sering memberikannya kata-kata indah yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya kalau dia akan sebahagia ini bersama Brayan.


–––– –––


"Tidak, aku tidak boleh begini. Brayan bukan milikku, untuk apa aku menangisinya."


Caitlyn menarik nafasnya panjang lalu membuangnya perlahan, dia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu mulai melangkah untuk bergabung lagi bersama dengan Alishka dan Brayan!


*******

__ADS_1


"Setelah keluarga Harry pulang, Melly langsung membereskan piring dan gelas kotor bekas menjamu para tamunya.


"Ma, terimakasih ya," ucap Syahira.


"Terimakasih untuk apa?" tanya Melly.


"Karena Mama sudah merestui aku dengan Harry."


"Mama sadar harta bukan segalanya. Menikah dengan Brayan, meski banyak harta tapi tidak ada cinta tidak mungkin membuat kamu bahagia. Mama tidak punya siapapun lagi di di dunia ini, Mama ingin kamu bahagia."


Syahira memeluk Melly yang sedang sibuk membereskan perabotan itu!


"Hey, apa yang kamu lakukan?" tanya Melly.


"Memeluk Mama. Aku tahu Mama adalah yang terbaik untuk aku."


*******


"Maaf ya kalian menunggu lama. Gimana, sudah pesan makanannya?" tanya Caitlyn.


"Sudah dan aku juga sudah memerankan makanan untuk kamu," ucap Brayan.


"Caitlyn, kamu baik-baik saja kan?" tanya Alishka yang melihat Caitlyn berubah menjadi sedikit berbeda dalam caranya berbicara.


"Ya, aku baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir."


Caitlyn duduk lagi di tempatnya lalu mulai menyantap makanannya yang sudah dipesankan oleh Brayan.


"Waw Brayan, kamu mengesankan makanan yang enak. Terimakasih." Caitlyn terus mengunyah makanannya.


"Sebenarnya Alishka yang memilihkannya untukmu."


"Benarkah? Wah Alishka kita baru kenal dan kamu sudah tahu apa yang aku suka."


"Brayan bilang kamu lebih suka seafood dibandingkan dengan daging. Jadi aku pesankan itu untuk kamu," ucap Alishka.


Mereka pun melanjutkan makannya.


*******


"Mil, aku mau belanja. Temenin yuk!" ajak Syifa pada Milla.


"Belanja apa?" tanya Milla.


"Apa aja yang aku butuhkan. Oh ya Mill, kamu harus tahu kabar bahagia dari aku."


"Kabar bahagia apa?"


"Orang tua aku dan orang tuanya Choky sudah menyetujui hubungan aku dan Choky."


"Lalu, apa kabar bahagianya? Bukankah keluarga kalian memang sudah setuju dengan hubungan kalian?"


"Kabar gembira nya adalah. Orang tuanya Choky ingin aku dan Choky segera menikah."


"Apa! Yang bener kamu? Wah aku bahagia mendengarnya. Terus kapan kalian akan menikah?"


"Itu dia Mill, sekarang ini Choky masih sibuk dengan pekerjaannya jadi rencananya kami akan menikah nanti, mungkin beberapa bulan lagi."


"Semoga lancar tanpa adanya masalah ya. Oh ya Henny udah tahu tentang ini belum?"


"Aku rasa belum karena aku baru memberitahu kamu saja."


Syifa dan Milla berbincang ria membicarakan tentang yang hari bahagia yang akan segera datang dalam kehidupan Syifa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2