Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 28


__ADS_3

Alishka terus berjalan sambil memegangi kepalanya yang terasa semakin pusing!


Brayan terus berjalan dibelakang sang istri untuk memastikan istrinya itu baik-baik saja. Dia tahu saat ini Alishka sedang marah padanya tapi dia tetap harus menjaganya karena biar bagaimana pun juga Alishka adalah istrinya yang harus dia jaga dan dia sayangi.


Saat ini memang tidak ada cinta diantara mereka, mungkin saja nanti setelah lama bersama akan tumbuh benih cinta diantara mereka.


Alishka terhuyung dan akan terjatuh, Brayan yang sedari tadi terus bersiaga dibelakang Alishka langsung menangkap tubuh Alishka agar tak jatuh ke lantai.


"Kamu merasa pusing lagi?" tanya Brayan sambil menatap Alishka.


Alishka mengangguk, dirinya memang sudah merasakan pusing sejak dari tadi.


Alishka sudah mencoba menyembunyikan apa yang dia rasa tapi apalah daya. Dia tak kuasa menahan pusing dan sakit di kepalanya. Dia hendak terjatuh dan akhirnya Brayan tahu kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja.


Brayan memangku tubuh Alishka lalu berjalan membawanya keluar dari Mall itu.


"Kita pulang sekarang ya." Brayan terus membawa Alishka berjalan menuju mobilnya.


*******


"Sudah, jangan sedih lagi," ucap Harry sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi Syahira.


"Aku tidak menyangka kalau ternyata aku penyebab terjadinya pernikahan mereka. Aku pikir mereka menikah atas dasar cinta tapi ternyata mereka menikah karena ...."


"Sudahlah, Syahira. Kita semua tidak menginginkan ini terjadi, semua sudah terjadi kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menjalaninya."


"Kasihan gadis itu. Aku sangat merasa bersalah padanya."


"Itu sudah jalan hidupnya harus seperti itu, bukan karena kamu. Kita doakan saja semoga mereka bisa saling mencintai dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya."


Syahira terus menangis, dia ikut merasa sesak saat mengingat perkataan, Alishka padanya.


"Aku wanita dia juga wanita. Aku tahu apa yang dia rasakan, berpacaran dengan orang yang tidak dicintai saja membuat aku tidak tahan lama-lama bersama apa lagi dia yang menikah dan hamil oleh orang yang sama sekali tidak dia kenal sebelumnya."


Harry terdiam dan hanya menatap kekasihnya itu.


"Apa aku jahat karena sudah melakukan ini? Aku tidak ingin mempermainkan Brayan, aku hanya menuruti permintaan, Mamaku saja."


"Sudah Syahira, kamu gak salah Brayan juga gak salah. Tidak ada yang salah dibalik semua kejadian ini semuanya takdir hidup kita masing-masing."


*******


Sore hari setelah Brayan dan Alishka menghabiskan waktu bersama dengan banyaknya kejadian yang tak pernah diduga sebelumnya. Mereka tiba di rumah Hendra.


Brayan tak membiarkan, Alishka berjalan sendiri. Dia membantu istrinya itu untuk berjalan karena takut Alishka akan terjatuh lagi.

__ADS_1


Semenjak Alishka hamil, dia sering merasa pusing dan sakit di kepalanya belum lagi mual sampai muntah yang menyebabkan perutnya terasa sakit.


Brayan sangat merasa bersalah karena sudah membuat Alishka hamil. Karena itulah dia sudah berniat akan membahagiakan Alishka selamanya meski apapun yang terjadi.


"Kalian sudah pulang," ucap Sandra yang dari tadi sangat merasa khawatir pada Alishka.


"Maaf, Bu kami pulang telat," ucap Brayan sembari terus menuntun Alishka berjalan.


"Aku bisa jalan sendiri." Alishka menggeliat dan berusaha terlepas dari tangan Brayan yang dari tadi terus memegangi bahunya.


"Yakin?"


"Sini biar Ibu bantu, Nak." Sandra meraih tangan Alishka lalu menggandengnya!


Brayan segera kembali ke mobilnya untuk mengambil barang-barang yang mereka beli dari Mall tadi, tak lupa dia juga menurunkan buah-buahan yang Alishka beli dari pasar.


"Banyak sekali barang bawaan kamu, Nak?" tanya Sandra saat melihat Brayan yang kerepotan membawa barang-barangnya dari mobil.


Brayan meletakkan barang bawaannya di atas meja dan membiarkan koper yang berisi pakaiannya di samping kursi.


"Iya, Bu. Dalam koper ini ada pakaianku yang aku ambil dari rumah dan ini semua barang belanjaan milik Alishka," jelas Brayan.


Alishka yang sedang duduk di kursi meraih satu paperbag dan mengeluarkan isinya!


"Bu, ini aku beli buat Ibu," ucap Alishka sembari menunjukkan sebuah atasan pada Sandra.


"Bagus sekali bajunya, Nak. Terimakasih."


"Ini juga aku belikan untuk Ayah." Alishka kembali memperlihatkan sebuah kemeja yang warnanya sama dengan atasan milik Sandra.


"Ya ampun, kamu belanja banyak sekali Alishka. Siapa yang membayar ini semua? Ini pakaian mahal loh."


"Ya Brayan lah Bu, siapa lagi? Ibu tahu kan aku gak kerja dan gak bisa kerja gara-gara dia?"


Sandra menatap Brayan dengan tatapan sendu. Dia merasa tidak enak hati karena anaknya sudah berbelanja sesuka hatinya dan meminta Brayan yang membayarkan semuanya.


"Terimakasih, Nak," ucap Sandra pada Brayan.


Brayan tersenyum lebar selebar bibirnya. "Jangan berterimakasih, Bu. Ini semua udah kewajiban aku kan? Memenuhi kebutuhan dan keinginan istriku."


"Dimana buah yang tadi aku beli di pasar. Masih ada atau sudah habis?"


"Ada. Sebentar ya akan aku bersihkan untukmu." Brayan meraih kantong kresek berwarna hitam yang berisi buah-buahan itu lalu membawanya ke dapur untuk selanjutnya dia bersihkan.


"Biar Ibu saja yang membersihkan buahnya."

__ADS_1


"Gak usah, Bu. Ibu tolong temani Alishka saja."


Sandra tak berucap lagi, dia kembali duduk di kursi tempat semula ia duduk dan menatap barang belanjaan milik Alishka.


"Alishka, kenapa kamu membeli pakaian sebanyak ini? Kasihan Brayan harus membayarkan semuanya."


"Biarin aja, Bu. Dia kan suamiku sudah tugas dia memenuhi semua kebutuhan aku."


"Kalau kamu menganggap dia itu suamimu dan tugas dia menutupi semua kebutuhanmu, kenapa kamu tidak bersikap seperti istri pada umumnya? Selama ini kamu tidak pernah berbicara ramah padanya, tidak pernah membuatkannya kopi atau teh, tidak pernah mengajaknya sarapan bersama bahkan kamu tidak pernah sedikitpun mengurus semua kebutuhannya sebelum dia pergi bekerja atau setelah dia pulang bekerja."


Alishka terdiam sambil menatap Sandra. Dia sudah salah berucap pada Ibunya itu dan akhirnya dia mendapat ceramah dari Ibunya.


"Alishka, mulailah bersikap baik padanya. Ibu rasa dia itu orang baik-baik."


"Buahnya sudah sampai," ucap Brayan sembari membawa piring berisi buah kedondong dan mangga muda yang sudah dia kupas dan dipotong kecil-kecil.


Alishka langsung meraih piring itu dari Brayan lalu segera memakan buah itu.


"Kakiku pegal, tolong pijitin," ucap Alishka sembari meluruskan kakinya di kursi itu.


Dengan senang hati, Brayan melakukan permintaan Alishka. Dia segera memijat kaki Alishka.


"Kamu pasti capek. Biar Ibu saja yang memijat kaki kamu."


"Gak usah, Bu biar aku aja," ucap Brayan.


Alishka terus menikmati pijatan yang dilakukan oleh Brayan sambil terus mengunyah buah yang rasanya asam itu.


Sandra menggelengkan kepalanya. Baru dia meminta Alishka untuk bersikap baik pada Brayan, malah putrinya itu dengan seenaknya menyuruh-nyuruh suaminya itu.


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Ceritanya seru dan menarik. Teman-teman yuk mampir ke karya temanku yang satu ini!


Nama Pena : AdindaRa


Judul Karya : Kurebut Suami Kakakku


Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.


Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.


Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.

__ADS_1


"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.



__ADS_2