
Setelah menunggu beberapa saat, kini Alishka sudah dipindahkan ke ruang rawat untuk menjalani pemulihan.
"Pak, Bu selamat ya Bayinya laki-laki," ucap seorang Suster yang datang membawa bayi mereka.
Alishka tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada suster itu untuk menggendong bayinya.
"Bayiku," ucap Alishka.
Sandra dan Ashmita saling menatap lalu tersenyum. Mereka ikut bahagia di hari itu.
Alishka mencium bayi laki-laki itu dengan lembut tak terasa air matanya menetes dari pelupuk nya.
"Hey, kenapa kamu menangis?" tanya Brayan yang sedari tadi berdiri di sampingnya Alishka.
"Aku pernah berniat membunuh bayi ini sejak dalam kandunganku, aku benar-benar bodoh karena telah berpikir seperti itu," ucap Alishka disela tangisnya.
Brayan memeluk Alishka. "Kamu gak salah, aku yang salah," ucapnya.
"Alishka, sekarang kamu sudah menjadi istri dan juga seorang Ibu. Ibu harap, kamu bisa bersikap dewasa," ucap Sandra.
"Ibu, maafkan aku ya," ucap Alishka pada Sandra.
"Alishka, sekarang kamu mau kan menerima Brayan dan juga bayinya?" tanya Ashmita.
"Mah, maafkan aku ya karena selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk anak Mama. Aku ... jujur aku masih benci sama Brayan tapi Mama harus tahu kalau beberapa bulan ini aku sudah bisa menerima Brayan."
"Kamu jangan minta maaf sama Mama karena kamu gak salah sama Mama, Nak."
"Al, selama ini kamu sudah menjadi istri yang baik untuk aku. Kamu juga sudah menjadi istri terbaik untuk aku," ucap Brayan.
"Assalamu'alaikum!" ucap Milla, Henny dan Syifa.
Mereka datang untuk menjenguk Alishka dan ingin melihat bayinya.
__ADS_1
"Kalian? Kalian kok tahu kalau aku sudah melahirkan?" ucap Alishka sambil menatap tiga temannya itu.
"Waalaikumsalam," ucap Sandra, Ashmita dan Brayan.
Alishka menatap Ibunya dan Ibu mertuanya lalu tersenyum malu. Karena terlalu bahagia kedatangan teman-temannya, dia sampai lupa menjawab salam dari mereka.
"Tahu lah, kan sekarang teman kami bukan cuma kamu tapi Brayan juga," ucap Milla.
Tiga gadis itu berjalan menghampiri Alishka yang sedang menggendongnya bayinya!
"Ih lucu banget bayi ini," ucap Syifa.
"E_e_eh keponakan aunty cakep banget," ucap Milla sambil mengelus pipi bayi mungil itu.
"Cewek atau cowok ni, kok ganteng?" tanya Henny.
"Ya ganteng lah, dia cowok. Mirip sama aku ya," ucap Brayan.
"Udah, jangan berdebat. Uluh-uluh lucunya bayi ini, gemes deh." Syifa mengambil alih bayi itu dari pangkuan Alishka lalu meminangnya.
"Syifa hati-hati, Nak. Bayi ini baru lahir," ucap Sandra.
"Ibu tenang saja, aku bisa kok."
"Awas aja kalau bayi aku sampai kenapa-kenapa," ucap Alishka.
"Kamu sayang sama bayi ini? Bukannya waktu itu kamu gak mau sama bayi ini?" celetuk Henny.
"Itu dulu, sekarang aku sayang sama dia."
Ashmita yang dari tadi hanya diam, dia berjalan menghampiri Syifa lalu mengambil bayinya.
"Sayang, Mama pinjam cucu Mama sebentar ya," ucap Ashmita pada Syifa.
__ADS_1
"Boleh, bayi lucu kamu sama nenek ya," ucap Syifa sambil memberikan bayi itu pada Ashmita.
"Selamat ya Alishka, Brayan," ucap Milla.
"Terimakasih ya teman-teman kalian sudah datang jenguk aku," ucap Alishka.
Syifa, Milla dan Henny memeluk Alishka dengan penuh kebahagiaan.
"Tega kalian gak ngajak-ngajak aku," ucap Brayan.
Ke empat perempuan yang sedang berpelukan itu tak menggubris perkataan Brayan dan Ashmita dan Sandra juga sibuk dengan cucu mereka jadinya Brayan sendirian gak ada yang memperdulikannya saat itu.
"Kamu diam-diam saja dulu ya, Brayan. Kita pinjam istri kamu dulu," ucap Henny sambil terus memeluk Alishka.
"Bu, bayinya tampan sekali ya," ucap Ashmita.
"Iya kan Papanya juga ganteng," sahut Sandra.
Brayan tersenyum tipis mendengar perkataan Sandra, dia juga mengusap rambutnya.
"Siapa dulu Brayan Argadana gitu loh," ucap Brayan.
Sandra dan Ashmita pun tertawa renyah mendengar perkataan Brayan yang membanggakan dirinya.
"Dasar sok ganteng, dia tampan karena aku nya cantik," gumam Alishka.
Teman-teman nya Alishka pun ikut tertawa mendengar Alishka yang tak mau kalah dari Brayan.
Alishka dan Brayan memang padangan yang berbeda dari pasangan yang lainnya, mereka sering bertengkar tapi beberapa detik kemudian akur lagi.
Menikah tanpa cinta tak membuat hubungan mereka selalu buruk justru mereka sering membuat orang lain iri karena keromantisan mereka.
Bersambung
__ADS_1