Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 41


__ADS_3

"Assalamu'alaikum," ucap Ashmita setelah Sandra membuka pintu rumahnya.


"Waalaikumsalam, Ibu besan. Mari masuk!" Sandra tersenyum ramah lalu mengajak besannya itu masuk ke dalam rumahnya.


Sandra berjalan lebih dahulu sedangkan Ashmita berjalan di belakang Sandra!


"Siapa Bu?" tanya Alishka sembari berjalan menghampirimu Sandra!


"Mama, sayang." Ashmita menatap Alishka dengan senyuman terbaiknya.


"Mama." Alishka tersenyum lalu mencium punggung tangan Ibu mertuanya itu.


"Duduk Ma, aku buatkan minum dulu."


"Biar Ibu aja yang buatkan. Kamu diam di sini."


"Gak apa-apa Bu, aku aja." Alishka langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Ibu mertuanya!


"Silahkan," ucap Sandra.


Ashmita dan Sandra pun duduk bersama di sana.


Tak lama Alishka datang dan membawa tiga gelas air minum dengan beberapa camilan di atas nampan yang dia bawa.


Alishka menatap minuman dan makanan yang dia bawa di atas meja lalu setelah itu dia ikut bergabung bersama Ibu dan Ibu mertuanya.


"Terimakasih, sayang. Jadi ngarepin kamu deh," ucap Ashmita.


"Gak apa-apa Ma, aku gak kerepotan sama sekali kok."


"Gimana kabar kamu, Nak?"


"Aku baik-baik saja Ma."


"Syukurlah kalau begitu."


"Bagaimana dengan kabar Ibu dan keluarga?" tanya Sandra pada Ashmita.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja."


"Syukurlah."


*******


"Setelah beberapa kali bertemu dengan kamu, aku merasa kita memiliki banyak kesamaan. Jazline, aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu. Apa kamu mau menjadi pacar aku?" ucap Farel.


Di sebuah tempat, Farel mengajak Jazline bertemu lalu dia mengutarakan isi hati yang sebenarnya dia juga belum tahu pastinya bagaimana tapi karena dia tidak memiliki harapan untuk bersama lagi dengan Alishka dia mencoba membuka hati untuk orang lain.


"Aku mau," sahut Jazline malu-malu.


Jazline langsung menerima cinta Farel tanpa sedikitpun penolakan. Dirinya yang menang masih sendiri setelah dua tahun belakangan putus dari kekasihnya karena tidak sejalan dan sepemikiran.


Farel tersenyum lebar, awalnya dia hanya coba-coba jika diterima dia akan menjalani hubungan dengan sebaik mungkin dan akan berusaha untuk melupakan Alishka dan jika tidak diterima pun dirinya tidak akan sakit hati.


Pertama karena dirinya belum yakin kalau dirinya cinta pada Jazline, ke dua karena kalau pun dirinya sudah mencintai Jazline dan melupakan Alishka dirinya tidak boleh marah karena semua itu adalah hak Jazline sepenuhnya untuk menentukan untuk menerimanya atau tidak.


Farel meraih tangan Jazline lalu menggenggamnya. "Terimakasih," ucapnya penuh bahagia.


Jazline tersenyum manis kepada Farel. Mulai saat ini mereka resmi berpacaran.


*******


"Brayan, bagaimana pekerjaanmu? Apa sudah selesai?" tanya Arga pada putranya.


Brayan yang sedang fokus pada layar laptopnya mengalihkan pandangannya pada Arga yang sedang berdiri di hadapannya.


"Sebentar lagi. Kenapa memangnya Pa?"

__ADS_1


"Papa mau ajak kamu makan siang bersama."


"Cuma makan siang, gak harus nunggu kerjaan ku selesai Pa. Kan bisa aku lanjut setelah makan siang."


"Kalau gitu sebentar lagi kita berangkat."


"Siap, Papa." Brayan tersenyum lebar ke arah Papanya.


*******


"Alishka, Mama ke sini mau ngajak kamu pergi untuk makan siang bersama. Mama ingin sekali makan bareng sama kamu," ucap Ashmita.


"Boleh, Ma tapi aku harus izin dulu sama Brayan."


"Silahkan, telpon saja suamimu itu," ucap Ashmita pada Alishka.


"Bu, boleh kan saya ajak Alishka pergi?" tanya Ashmita pada Sandra.


"Tentu saja boleh Bu. Sekarang Alishka bukan hanya milik saya tapi sekarang dia juga milik kalian."


"Terimakasih ya Bu."


Sandra tersenyum lebar pada Ashmita.


"Kalau gitu aku siap-siap dulu deh." Alishka beranjak dari duduknya lalu mulai melangkahkan kakinya menuju kamarnya!


Setibanya di dalam kamarnya, Alishka mencoba menelpon Brayan namun sepertinya laki-laki itu sedang sibuk sehingga tidak sempat untuk menerima telpon dari Alishka.


"Apaan sih, bisa-bisanya dia gak angkat telpon aku. Awas aja kalau pulang nanti," gumam Alishka.


Dia melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur lalu membuka lemarinya untuk mencari pakaian yang cocok untuknya.


"Aku harus pakai baju apa?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Alishka mulai memilih pakaiannya!


Setelah beberapa saat akhirnya dia menemukan pakaian yang menurutnya cocok untuknya dan nyaman dikenakan.


Alishka pun segera mengganti bajunya lalu memoles wajahnya dengan make_up untuk menyempurnakan penampilannya.


*******


Brayan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang ia duduki lalu melihat jam ditangannya.


Dia beranjak dari duduknya lalu melangkah keluar ruangannya!


Saat dirinya baru keluar dari ruangannya ternyata Arga sudah ada di depan pintu ruangannya.


"Papa," ucap Brayan.


"Baru Papa mau ngajak kamu berangkat eh kamunya sudah nongol," ucap Arga.


"Kita mau makan di mana Pa?"


"Udah kamu ikut aja sama Papa. Nanti juga kamu tahu."


"Mama gak ikut?"


"Mmmm, memang kamu mau Mama ikut juga?"


"Aku cuma tanya Pa."


Mereka berdua terus berjalan menuju parkiran!


"Naik mobil Papa saja," ucap Arga setelah mereka tiba di parkiran.


Brayan tak berucap, dia langsung menghampiri mobil Papanya.

__ADS_1


*******


"Kalau Bu Sandra mau, Ibu boleh ikut bersama kami," ucap Ashmita.


"Tidak terimakasih. Ini acara keluarga Anda, saya sudah setiap hari makan bareng Alishka."


"Ma, aku sudah siap. Apa ada yang kurang dengan penampilan aku?" ucap Alishka yang sedang berdiri di dekat Ashmita dan Sandra.


Dua wanita paruh baya itu menatap Alishka dari ujung kepala hingga ujung rambut, keduanya terpesona oleh Alishka yang terlihat begitu berbeda dari Alishka yang sebelumnya.


"Sayang, kamu cantik banget. Tidak ada yang kurang malah kamu lebih dari sempurna," ucap Ashmita.


"Al, kamu cantik sekali Nak. Sejak kapan kamu bisa berdandan seperti ini?" tanya Sandra yang pangling melihat putrinya yang saat ini.


Alishka memang tidak pernah berdandan berlebihan, biasanya dia hanya mengenakan bedak dan lipstik saja itupun hanya saat dirinya akan keluar rumah saja jika dirinya tidak akan keluar dari rumah dia tidak pernah memakai make_up sama sekali.


"Ibu aku belajar lewat YouTube." Alishka tersenyum tipis. Sebenarnya dia merasa sedikit malu untuk mengakuinya pada Ibunya.


"Kalau gitu kita berangkat sekarang aja," ucap Ashmita.


"Bu, aku pergi dulu ya," ucap Alishka sembari mengulurkan tangannya pada Sandra.


"Iya Nak."


Alishka mencium punggung tangan Ibunya dan sudah siap untuk pergi bersama Ibu mertuanya.


"Bu, saya pinjam Alishka sebentar ya. Saya janji akan mengembalikannya dalam keadaan yang tidak kurang satu apapun.


"Saya percaya itu. Ibu Ashmita jangan khawatir, anak kita sudah bersama tidak ada alasan untuk saya mencurigai Anda."


Sandra dan Ashmita tersenyum lalu Ashmita mulai melangkah keluar dari rumah itu!


*******


"Mau makan siang?" tanya Farel pada Jazline.


"Tentu saja." Jazline tersenyum manis.


"Kalau gitu kita ke restoran terdekat dari sini."


"Terserah kamu saja."


Mereka pun mulai meninggalkan tempat yang menjadi saksi bisu atas janji cinta mereka!


*******


Arga dan Brayan sudah tiba di restoran yang mereka tuju, mereka segera keluar dari mobilnya dan memasuki restoran itu!


"Pa yakin kita duduk di sini? Kita gak duduk di tempat yang lain saja yang hanya untuk dua orang saja?" tanya Brayan.


"Papa maunya di sini." Arga langsung memesan beberapa makanan dan minuman.


"Papa sudah memesan untuk kamu juga."


"Pesan makanan banyak banget. Memang kita mau makan sama siapa?"


"Kamu lihat saja nanti."


Tak lama Ashmita datang dengan dengan Alishka yang berjalan di sampingnya.


"Sepertinya ada bidadari jatuh dari langit," ucap Arga saat melihat Alishka yang begitu cantik mempesona.


Brayan mengikuti arah tatapan mata Papanya dan dia melihat Alishka dan Mamanya sedang berjalan menuju ke arahnya!


"Alishka," gumam Brayan sambil menatap Alishka penuh kekaguman.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2