
"Al, apa kabar?" tanya Syifa pada Alishka.
"Aku baik-baik aja, gimana dengan kamu." Alishka bertanya balik kepada Syifa.
"Aku baik kok." Syifa melerai pelukannya lalu menatap Caitlyn.
"Kamu pasti pacarnya Azka ya? Kenalin nama aku Syifa," ucap Syifa sembari mengulurkan tangannya pada Caitlyn.
Caitlyn tersenyum lalu menjabat tangan Syifa! "Caitlyn," ucapnya.
Mereka pun duduk bersama di tempat itu dan lanjut mengobrol bersama.
"Jadi gimana, kalian mau LDR-an gitu?" tanya Brayan.
Azka tersenyum ke arah Brayan. "Bagaimana waktu saja kemana mereka akan pergi dan bagaimana cara mereka mempersatukan kami," ucapnya.
"Gue tinggal di sini dan Caitlyn tinggal di sana di tempat yang jauh dari sini tapi itu semua tidak akan membuat cinta gue padanya berkurang sedikitpun karena gue tahu Caitlyn pun akan menjaga hatinya hanya untuk gue," sambung Azka.
"Ka, sejak kapan lo jadi bucin? Kapan lo belajar kata-kata seperti itu? Lo kan gak pernah punya pacar," ucap Choky.
"Diam lo, ganggu pikiran gue aja. Gue perlu berpikir keras untuk nyatakan cinta sama Caitlyn dan ucapan gue barusan juga perlu menguras pikiran pikiran."
"Gini nih kalau orang yang udah kelamaan ngejomblo, jadi off kan otaknya," ucap Brayan.
"Sembarangan lo kalau ngomong. Kalau otak gue off, gue gila dong!" seru Azka sembari memukul Brayan pelan.
"Aw, sakit Ka. Maksud gue off keromantisannya, gimana sih sensitif banget kayak cewek lagi hamil," ucap Brayan.
"Kenapa kamu bawa-bawa orang hamil? Jangan-jangan kamu gak ikhlas ya ngurusin aku?" ucap Alishka yang merasa tersinggung dengan ucapan suaminya.
"Tuh kan, cewek yang lagi hamil emang sensitif. Gue ngomong gitu aja langsung disalahin," ucap Brayan lagi.
"Brayan!" Alishka sedikit berteriak.
"Maaf sayang, maksud aku gak gitu. Aku cuma mengumpamakan saja tadi."
"Kamu nyebelin banget sih. Aku lapar, dimana makanan aku?" ucap Alishka.
Brayan tersenyum lalu mengambil camilan milik Alishka yang dia bawa.
"Ini camilan kamu," ucap Brayan dengan senyuman terbaiknya.
Melihat itu dua gadis yang bersama mereka merasa iri karena Alishka mendapat lebih banyak perhatian dari sang suami.
"Kamu beruntung, Al mendapatkan suami seperti Brayan," ucap Caitlyn.
Alishka dan Syifa menatap Caitlyn bersamaan.
"Beruntung gak beruntung sih sebenarnya. Aku bisa apa, aku terlanjur menikah dengannya," ucap Alishka.
"Maksud kamu beruntung gimana?" tanya Syifa.
__ADS_1
Caitlyn tersenyum. "Dia baik, dia perhatian, dia ramah terhadap semua orang dan dia juga penyayang selain itu dia juga romantis," jelas Caitlyn.
"Kamu tahu segalanya ya tentang Brayan."
"Aku tahu karena aku sudah kenal lama dengannya bahkan sebelum Alishka kenal dengan dia."
"Kamu gak lagi mengagumi Brayan kan?"
Caitlyn tertawa kecil lalu menatap Azka. "Kamu jangan cemburu ya," ucapnya pada Azka.
"Aku memang kagum padanya tapi kekaguman aku terhadap Brayan biasa saja tidak sampai membuat aku jatuh cinta padanya."
"Kalau pun dulu kamu jatuh cinta sama Brayan tidak masalah asalkan jangan sekarang aja jatuh cintanya," ucap Azka.
"Sekarang udah ada lo ya dan Brayan juga udah ada Alishka," sambung Choky.
"Kalian ngomongin apa sih? Kok malah ngomongin aku sama Caitlyn," ucap Brayan.
"Kita lama ngobrol tapi gak ada minuman atau makanan yang menemani kita di sini. Kita nongkrong di kafe aja yuk," ucap Alishka.
"Sayang, kamu haus ya? Ini minum kamu, maaf aku lupa ngasih ke kamu tadi," ucap Brayan sambil memberikan botol air mineral pada Alishka.
"Terimakasih, dikasih kode dikit aja kamu langsung paham."
"Aku sudah terbiasa hidup dengan kode-kode misterius," sahut Brayan dengan tatapan jahilnya.
"Wah jadi kalian suka main kode-kode_an ya?" ucap Azka.
"Main kode juga menarik loh," sambung Syifa.
"Sebenarnya kita kumpul mau ngebahas apa saja yang bikin happy. Kamu tahu Alishka, dengan berkumpul kita akan tertawa bersama dan tanpa kita sadari kita akan melupakan beban yang pikiran kita. Entah itu masalah pribadi ataupun masalah kerjaan," ucap Caitlyn.
"Maksud kamu. Gak ada maksud, bersenang-senanglah hari ini karena kita tidak akan tahu apakah besok kita bisa bersenang-senang lagi atau tidak. Baiklah ibu hamil, agar bayimu sehat mari kita happy-happy hari ini." Caitlyn memutar musik di ponselnya lalu beranjak dari duduknya.
"Kamu mau ngapain?" tanya Azka pada Caitlyn.
"Lihat apa yang mau aku lakukan." Caitlyn meraih tangan Alishka lalu mengajaknya berdiri bersamanya.
"Baiklah ibu hamil, mari kita menari bersama oh ya jangan lupa berhati-hati ya," ucap Caitlyn.
Caitlyn pun mulai menari namun tetap berhati-hati karena dia sedang bersama wanita yang sedang hamil.
"Kalian gak mau ikutan?" tanya Syifa yang mulai mengikuti irama musik yang diputar dalam ponsel Caitlyn.
Tiga laki-laki yang bersama mereka masih duduk di tempat mereka masing-masing sambil menatap tiga perempuan yang sedang menari.
"Ah apa yang mereka lakukan?" ucap Choky.
"Kita mau diam saja gitu? Ah sepertinya tidak, aku mau ikut berjoget bersama mereka," ucap Brayan sambil beranjak dari duduknya.
Brayan mengambil alih tangan Alishka yang sedang dipegang oleh Caitlyn!
__ADS_1
"Permisi, Nona boleh aku menari bersama pujaan hatiku?" ucap Brayan pada Caitlyn.
Caitlyn tersenyum lalu melepaskan tangan Alishka yang sedang di genggamnya.
Mereka pun menari bersama dan berbagai bersama di hari itu.
"Hati-hati Alishka, jangan terlalu bersemangat," ucap Syifa yang mengkhawatirkan kandungan Alishka.
"Aku sudah berhati-hati, jangan khawatir, aku menari dengan gerakan pelan kok," sahut Alishka.
"Brayan melingkarkan tangannya di pinggang Alishka lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Alishka!
Kening mereka berdua beradu dan gerakan tarian mereka berubah menjadi jadi seperti orang yang sedang berdansa.
"Istriku sayang, i love you," ucap Brayan.
"I love you to, suamiku," sahut Alishka.
Mereka terus berada di posisi seperti itu dalam jangka waktu yang cukup lama hingga tak mereka sadari teman-temannya ternyata memperhatikan mereka sedari tadi.
"Uh nikmatnya cinta, serasa dunia ini milik berdua. Ya anggap aja kita-kita ini cuma ngontrak," ucap Azka.
Alishka dan Brayan menatap Azka dan mereka baru sadar kalau ternyata mereka sedang diperhatikan oleh teman-temannya.
"Kalian iri? Kenapa gak ngikutin? Pasangan udah pada punya kan," ucap Brayan.
"Punya sih punya. Punya gue belum sah nanti kalau kebablasan gimana?" ucap Azka.
"Kalau kebablasan tinggal selesaikan dan kalau belum selesai lanjutkan," ucap Choky.
"Lo ngomong apa sih?" ucap Brayan.
"Apa aja yang penting happy. Seperti kata Caitlyn tadi 'bersenang-senanglah hari ini karena kita tidak tahu apakah besok kita akan mengalami kebahagiaan lagi atau tidak' iya gak?" ucap Choky.
Brayan mengusap keringat dari dahi Alishka dengan telapak tangannya lalu memberi Alishka minum.
"Capek ya?" ucap Brayan.
Alishka tersenyum lalu mulai menenggak air minum dari Brayan.
"Lama-lama bersama Brayan, bisa ngebet nikah nih gue," gumam Choky.
"Nikah lah, Syifa udah siap untuk dinikahin sama kamu tuh," ucap Alishka.
"Kalian tuh kalau mau bermesraan, jangan deket kita dong," ucap Azka.
"Siapa yang bermesraan?" ucap Brayan.
"Gak ngerasa dia."
"Gue cuma ngasih istri gue minum, ya kalau kalian mau kalian bisa kasih pacar kalian minum juga kan."
__ADS_1
"Kalian ini kocak deh. Setiap perbincangan pasti ada perdebatan, pantas saja Azka begitu menyayangi kalian," ucap Syifa.
Bersambung