Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 35


__ADS_3

Setelah Farel dan Choky pergi kini hanya ada Brayan dan Alishka saja di sana. Mereka saling diam untuk beberapa saat kemudian datang seorang pelayan kafe yang mengantarkan pesanan yang tadi dipesan oleh Alishka dan Farel.


"Permisi, Pak, Bu ini pesanannya," ucap pelayan itu sambil menata makanan itu di atas meja, setelah itu dia langsung pergi dari tempat itu!


Alishka dan Brayan yang sedang berdiri langsung duduk di kursi itu!


"Puas kamu sudah membuat hidupku seperti ini," ucap Alishka.


Alishka duduk dengan mengarahkan pandangannya ke arah lain, dia tak ingin melihat Brayan yang sedang duduk di depannya.


Dia sendiri yang mengakhiri hubungannya dengan Farel tapi dia menyalahkan semua itu pada Brayan. Kalau saja malam itu dirinya tak bertemu dengan Brayan di kamar hotelnya mungkin sampai saat ini dia masih bersama dengan Farel dan masih menjalani hidupnya dengan penuh kebahagiaan.


"Maafkan aku Alishka," ucap Brayan.


"Tidak ada gunanya minta maaf. Maafmu tidak akan mampu mengubah keadaan seperti dulu lagi."


Brayan menarik nafasnya panjang lalu membuangnya perlahan.


"Aku tahu itu. Makanlah Alishka, jangan biarkan bayiku kelaparan."


Alishka mendelik ke arah Brayan, bagaimana bisa laki-laki itu menyuruhnya makan disaat dirinya sedang diselimuti amarah dan kesedihan yang mendalam.


"Aku tidak mau makan, nafsu makanku sudah hilang." Alishka beranjak dari duduknya! Dia hendak pergi meninggalkan Brayan di tempat itu.


"Alishka kamu harus makan dulu." Brayan menegang tangan Alishka dan menahannya.


"Aku bilang aku gak mau!" Alishka menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Brayan.


Dia berjalan cepat karena ingin cepat menjauh dari suaminya itu!


Tak tinggal diam. Brayan mengejar Alishka yang sedang berjalan ke arah luar kafe itu!


"Alishka! Alishka!"


Alishka terus berjalan ke tepi jalan lalu dia menghentikan taksi yang kebetulan lewat di jalan itu.


Taksi itu berhenti dan saat Alishka hendak masuk ke dalamnya, Brayan menarik Alishka dan mencegahnya masuk ke dalam taksi itu.


"Pak maaf ya, gak jadi," ucap Brayan pada supir taksi itu.


"Gimana sih, buang waktu saja."


"Maaf ya, Pak."


Taksi itu pun langsung melaju.


"Kamu tuh apa-apaan sih. Belum puas kamu bikin hidup aku berantakan!" seru Alishka.


"Ayo pulang!" Brayan menarik tangan Alishka membawanya menuju mobilnya.

__ADS_1


"Brayan! Brayan lepasin aku."


"Kamu mau pulang kan? Ayo aku anterin kamu pulang." Brayan membuka pintu mobilnya lalu memaksa Alishka untuk masuk ke dalamnya.


"Aku yang akan mengantarkan kamu pulang," ucap Brayan setelah mereka berdua berada di dalam mobil.


Alishka hanya diam, rasa kesal dihatinya masih besar sehingga dirinya tak ingin lagi bicara pada Brayan.


*******


Farel kini sedang duduk di suatu tempat, dia menatap pepohonan dengan tatapan kosong, pikirannya melayang memikirkan tentang hubungannya dengan wanita yang sangat dia cintai harus berakhir ditengah jalan.


"Kamu? Sedang apa kamu di sini?" tanya seorang wanita pada Farel.


Farel menatap orang yang bertanya padanya.


"Jazline, kamu sendiri sedang apa di sini?" Bukannya menjawab pertanyaan Jazline, Farel malah bertanya balik padanya.


Gadis itu tersenyum lalu duduk di samping Farel!


"Aku sedang ... sedang apa ya? Apa aku harus menjawab pertanyaan kamu?"


"Ini kedua kalinya kita bertemu dengan cara yang berbeda dan ditempat yang berbeda."


"Ya, mungkin kita jodoh," ucap Jazline asal bicara.


Farel menatap Jazline dengan tatapan misterius.


Farel tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat.


"Aku baru selesai berlatih karate yang kebetulan tempatnya ada disekitar sini," ucap Jazline.


"Kamu suka bela diri?" tanya Farel.


"Dulu tidak tapi sekarang ya, makanya aku mempelajari ilmu bela diri."


"Kenapa bisa berubah menjadi suka?"


"Karena aku tidak mau mengalami kerampokan atau kena begal pas dijalan."


"Udah siang, aku lapar. Kamu mau makan bareng sama aku?" ucap Farel.


"Boleh, kebetulan aku juga belum makan siang."


Mereka pun mulai pergi dari tempat itu dan mencari tempat makan!


*******


Brayan dan Alishka tidak pulang ke rumah orang tuanya Alishka tapi Brayan membawa Alishka ke apartemen miliknya.

__ADS_1


"Brayan, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Alishka.


"Kita akan pergi ke suatu tempat. Tempat dimana hanya ada kita berdua."


"Untuk apa? Kamu mau apa?"


Brayan menghentikan mobilnya lalu mengajak Alishka turun dari mobilnya.


Alishka hanya menurut saja pada Brayan karena Brayan tidak melepaskan tangannya dari genggamannya. Jika saja dia bisa lari, ingin sekali dia lari menjauh dari suaminya itu.


Setelah mereka berada di dalam apartemen itu, Brayan baru melepaskan tangan Alishka. Dia membuka jas yang dikenakannya lalu melemparnya ke sembarang tempat.


"Alishka, kamu tahu? Aku cinta sama kamu, aku ingin hanya aku saja yang kamu cintai."


"Tapi aku tidak mencintai kamu, Brayan."


"Cinta atau tidak, kamu tetap harus menjadi milikku." Brayan menarik lagi tangan Alishka lalu membawanya duduk di sisi tempat tidurnya!


"Aku mau kita melakukan hubungan kedua kalinya diantara kita."


"Apa maksud kamu!" Alishka beranjak dari duduknya lalu berjalan menjauhi Brayan.


"Berapa bulan kita menikah? Kita belum melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri."


"Aku gak mau."


"Kamu harus mau, aku suamimu dan semua yang kamu miliki adalah milikku." Brayan berjalan menghampiri Alishka.


"Jangan Brayan." Alishka berjalan mundur!


"Kenapa? Kamu masih mencintai laki-laki itu?"


"Ya, aku mencintai Farel. Aku masih mencintai Farel. Kamu mau apa?"


Perkataan Alishka membuat Brayan semakin marah, mendengar istrinya menyebutkan nama laki-laki lain membuatnya cemburu dan ingin segera mendapatkan Alishka seutuhnya.


Alishka tak bisa mundur lagi karena punggungnya sudah mepet ke dinding.


Brayan menangkup kedua belah pipi Alishka lalu mendekatkan wajahnya ke wajahnya Alishka.


"Kamu mau melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya? Kamu mau menyakiti aku lagi?" ucap Alishka.


Sebisa mungkin dia tidak menangis dihadapan Brayan.


"Aku mencintai kamu Alishka, bagaimana mungkin aku akan menyakiti kamu."


"Lalu apa yang sedang kamu lakukan saat ini?"


"Mencium kamu. Aku ingin mendapatkan hak aku sebagai suamimu."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2