
Brayan kembali ke kamarnya dengan membawa air minum untuk Alishka!
Saat Brayan tiba di kamarnya, dia melihat Alishka sudah mengenakan pakaiannya lagi. Dia duduk di tepi ranjang sambil mengikat rambutnya yang berantakan.
"Al, ini aku bawakan air minum untuk kamu," ucap Brayan.
"Aku mau ke kamar mandi," ucap Alishka singkat dengan tetap duduk di tempat semula.
Brayan mengangguk pelan lalu meletakkan teko yang dia bawa di atas meja.
Alishka menatap Brayan dengan tatapan tajam dan Brayan menatap Alishka balik dengan tatapan penuh pertanyaan.
Dia tidak tahu dia berbuat salah apa sehingga Alishka menatapnya dengan tatapan mengerikan.
Brayan tetap berdiri di depan Alishka, dia pikir Alishka marah padanya dan tidak menginginkannya berada di kamarnya.
"Kamu mau berdiri saja atau mau bantuin aku? Aku kesakitan, susah untuk berjalan."
"Oh jadi kamu mau dibantu untuk berjalan. Ya udah, sini aku bantu." Brayan mendekati Alishka lalu menuntunnya berjalan menuju kamar mandi!
"Gak peka banget sih. Udah tahu aku sedang kesakitan," ketus Alishka.
Brayan hanya diam sambil terus membantu Alishka.
"Mana aku tahu kalau kamu butuh bantuan. Aku ini manusia biasa Alishka, aku gak bisa membaca pikiran kamu seperti yang dilakukan oleh malaikat," ucap Brayan didalam hatinya.
__ADS_1
Sampai didepan pintu kamar mandi, Alishka menghentikan langkahnya.
"Udah sampai sini aja. Kamu mau ikut juga ke dalam kamar mandi?" ucap Alishka.
"Kalau boleh." Brayan nyengir kuda menampakkan deretan giginya yang rapi dan bersih.
"Ngarep."
Brugh!
Alishka menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras hingga membuat Brayan terperanjat.
"Tetap disitu, jangan kemana-mana!" seru Alishka didalam hatinya.
Sandra dan Hendra yang sedang menonton televisi saling menatap satu sama lain lalu mereka tertawa kecil.
Sandra hanya tertawa menanggapi permintaan sang suami. Dia sendiri tak mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran Alishka.
Kadang Alishka bersikap jutek pada Brayan, kadang juga dia bersikap baik layaknya seperti istri pada umumnya.
Sandra menyandarkan kepalanya di bahu Hendra dan mereka lanjut menonton televisi.
Setelah beberapa menit, Alishka keluar dari dalam kamar mandi.
"Kamu sudah selesai?" Brayan segera menghampiri Alishka!
__ADS_1
"Udah," ketus Alishka.
Brayan langsung membantu Alishka untuk berjalan lagi! Saat mereka melewati ruang keluarga mereka langsung mendapati kedua orang tuanya sedang duduk berdua. Mereka terlihat begitu mesra jika dibandingkan dengan mereka yang gak pernah ada mesra-mesranya padahal bisa dibilang mereka adalah pasangan pengantin baru.
"Lihat tuh, orang tua saja mesra kayak gitu masa kita kalah sama mereka," bisik Brayan ditelinga Alishka.
Alishka mendelik ke arah Brayan.
"Gimana mau mesra, cinta juga nggak," ucap Alishka didalam hatinya.
Tanpa kompromi, Brayan segera memangku Alishka dan membawanya ke kamarnya! Cara berjalan Alishka yang aneh dan lambat membuka Brayan tak sabar.
"Brayan kamu kebiasaan deh. Turunin aku!"
Hendra dan Sandra menatap anak dan menantunya lalu mereka kembali tertawa kecil.
Sandra menggelengkan kepalanya lalu tersenyum lagi ke arah sang suami.
"Mereka itu aneh ya Yah. Kadang Ibu suka ketawa sendiri kalau melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil."
"Masa muda, Bu. Biarkan saja mereka menikmati masa bahagianya."
"Ibu tahu tapi Ibu suka ... ah sudahlah jangan bahas mereka mending kita lanjutkan nontonnya."
Sandra kembali menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan Hendra merangkul Sandra dari belakang. Mereka pun melanjutkan menonton televisi yang sedang menyiarkan acara kesukaan mereka.
__ADS_1
Bersambung