Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 27


__ADS_3

Brayan berjalan cepat untuk sampai pada, Syahira! Meski dirinya sudah menikah dan kini istrinya tengah mengandung anaknya tapi tak bisa dipungkiri bahwa dirinya masih sangat mencintai, Syahira.


"Syahira!"


"Syahira tunggu!" Brayan terus berjalan dengan langkah panjangnya sembari berteriak memanggil, Syahira.


Syahira dan Harty menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah suara.


Syahira ingin segera pergi dari tempat itu setelah siapa yang memanggilnya namun, Harry menahannya agar tidak pergi.


"Aku mau pergi saja," ucap, Syahira.


"Tidak. Kamu harus jelaskan semuanya pada dia agar dia tidak terus berharap padamu," ucap Harry.


"Dia tidak akan mengerti, Harry. Dia itu orang kaya yang ada nanti dia memperpanjang masalah ini."


"Kita harus hadapi ini bersama-sama. Apapun yang terjadi, kita akan tetap bersama."


Syahira terdiam dan tak bergerak lagi. Sebenarnya dia tahu bahwa yang dikatakan oleh kekasihnya itu benar tapi dia terlalu takut untuk berbicara pada, Brayan.


"Syahira, aku ingin bicara," ucap Brayan setelah tiba di tempat Syahira berdiri.


"Bicara apa? Aku rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi diantara kita," ucap Syahira.


"Ada begitu banyak pertanyaan dalam kepalaku yang harus kamu jawab."


*******


Lama menunggu, Alishka mulai bosan. Akhirnya dia berjalan dan menyusul, Brayan ke toilet.


Alishka terus berjalan menuju toilet sambil sesekali dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling berharap dia menemukan, Brayan di sana.

__ADS_1


"Aneh, buang air kecil saja lama banget," gumam, Alishka sembari terus berjalan.


Tiba-tiba, Alishka melihat suaminya sedang mengobrol bersama dengan seorang perempuan dan seorang laki-laki. Tak ada sedikitpun rasa cemburu dihatinya karena memang dirinya tidak mencintai Brayan.


"Mungkin mereka temannya," gumam Alishka.


Alishka mulai berjalan menghampiri suaminya!


"Syahira aku sangat mencintaimu, aku gak bisa melupakan kamu setelah apa yang kita lalui bersama," ucap Brayan.


Deg!


Alishka menghentikan langkahnya, dia merasa seperti ada yang menusuk jantungnya saat mendengar perkataan Brayan pada wanita itu.


"Brayan, sebenarnya aku tidak pernah mencintai kamu. Semua yang kita lalui bersama tidak ada artinya bagiku," ucap Syahira.


Brayan masih berdiri di depan Syahira dengan mata yang terus menatap gadis itu.


"Kalau tidak pernah ada cinta, kenapa kamu mau menjadi kekasihku dan memberikan harapan palsu padaku?"


"Kamu tahu Syahira? Aku begitu frustasi saat kamu mengatakan bahwa kamu ingin mengakhiri hubungan kita dan memilih dia."


"Maaf Brayan. Dia ada di hatiku jauh sebelum aku mengenalmu."


Alishka berjalan cepat sambil menangis! Dia baru ingat kalau malam itu saat Brayan merampas kehidupannya, Brayan menyebutkan nama 'Syahira' berkali-kali.


Alishka langsung mendorong Syahira saat dia tiba di tempat mereka berdiri!


"Jadi kamu orang yang membuat aku tersiksa? Jadi kamu penyebab semua ini? Kamu tahu gak, hidupku jadi berantakan gara-gara kamu!" Alishka berucap sambil terus menangis dengan suara yang sedikit dinaikkan.


Brayan dan Harry terkejut melihat Alishka yang tiba-tiba datang dan langsung mendorong Syahira hingga gadis itu bersandar di dinding.

__ADS_1


Beberapa pengunjung yang berada di tempat itu menatap mereka bahkan ada beberapa yang mengabadikan momen itu dengan mereka video.


Brayan yang sudah terkenal dengan julukan si pengusaha muda dan tampan menjadi daya tarik mereka untuk mempublikasikan kejadian itu.


"Alishka, jangan lakukan ini," ucap Brayan sembari menarik tangan Alishka.


Harry segera mendekati Syahira lalu merapikan rambutnya yang berantakan!


"Kamu gak apa-apa?" tanya Harry.


Syahira menggelengkan kepalanya pelan, dia masih syok dengan perlakuan Alishka padanya.


"Kamu tahu? Gara-gara kamu aku harus nikah dengan orang yang gak aku cintai, gara-gara kamu juga, aku harus hamil di usia muda. Kamu bebas menghabiskan masa muda mu sedangkan aku ...." Alishka menangis dihadapan Syahira dan Harry.


Brayan yang berdiri di samping Alishka mengusap punggung Alishka dengan lembut.


"Maafkan aku Alishka. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini," ucap Brayan dengan nada pelan.


Syahira menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap Alishka yang kini sedang menangis pilu dihadapannya. Sebelumnya tidak pernah terpikir olehnya kalau keputusannya meninggalkan Brayan ternyata menyebabkan seseorang kehilangan kehidupannya dan menyebabkan bencana besar baginya.


Harry merangkul punggung Syahira dengan tangan kanannya lalu mengajak Syahira pergi dari tempat itu.


"Aku rasa kalian tidak perlu bicara lagi. Aku sangat mencintai Syahira jadi aku mohon tolong jangan ganggu dia lagi," ucap Harry pada Brayan.


"Atas nama Syahira, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku tahu semua orang tidak ada yang menginginkan ini terjadi dan aku yakin, Syahira juga tidak pernah memikirkan bahwa ini akan terjadi. Sekali lagi tolong maafkan dia," sambung Harry kepada Alishka.


Tanpa menunggu jawaban dari Brayan dan Alishka, Harry segera berjalan membawa Syahira pergi dari tempat itu.


Setelah mereka pergi. Brayan meraih tangan Alishka lalu menggenggamnya dan mengelus nya dengan lembut.


"Alishka, aku menemui dia hanya ingin meminta penjelasan dari dia. Aku gak berpikir sedikitpun untuk kembali sama dia," ucap Brayan kepada Alishka.

__ADS_1


Alishka tak menjawab, dia langsung pergi menuju pintu keluar! Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa lemas. Dia tidak ingin terus merepotkan Brayan karena hal itu akan membuatnya merasa berhutang budi pada suaminya itu.


Bersambung


__ADS_2