
Pagi hari sekitar jam setengah lima. Alishka merasa sakit di bagian perutnya karena ingin buang air kecil dia juga merasa ada yang menindih perutnya. Perlahan dia membuka matanya dan melihat apa yang menindih perutnya itu.
Saat dia membuka matanya, dia langsung melihat tangan Brayan yang menindih perutnya lalu dia melirik ke arah sampingnya.
"Ternyata laki-laki ini tidur di sini," ucap Alishka didalam hatinya.
Baru dia akan berteriak pada Brayan dia ingat kalau semalam dirinya lah yang meminta Brayan mengusap-usap pinggangnya.
Perlahan Alishka mengangkat tangan Brayan agar dirinya bisa beranjak dari tempat tidur namun saat sedikit lagi dia hampir berhasil memindahkan tangan itu tiba-tiba Brayan menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukannya!
"Aaaa!" Spontan Alishka berteriak karena merasa terkejut.
Brayan membuka matanya dan langsung beradu pandang dengan Alishka.
Mereka berdua saling bertatapan dalam jangka waktu yang lama hingga Alishka sudah tak tahan lagi ingin buang air kecil. Alishka segera terbangun dan berlari keluar dari kamarnya!
"Alishka!" Seru Brayan.
"Kenapa dia? Perasaan aku gak ngapa-ngapain dia," gumam Brayan.
Karena masih mengantuk Brayan kembali tidur dan membiarkan Alishka melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Setelah semalam dia memenuhi permintaan Alishka, Brayan jadi tidur malam dan akhirnya pagi ini dia masih merasakan kantuk yang amat sangat.
Setelah beberapa menit, Alishka kembali ke kamarnya. Dia berjalan menghampiri Brayan yang masih terbaring di atas tempat tidurnya!
"Tidur lagi," gumam Alishka.
Alishka menatap jam di dinding menunjukkan jam lima kurang dua belas menit.
"Tumben jam segini belum bangun? Biasanya juga dari jam empat udah melek nih orang," gumam Alishka lagi.
Seolah tidak tahu atau pura-pura tidak ingat, Alishka merasa keheranan melihat sang suami yang masih tertidur.
"Jangan-jangan semalam aku ...." Alishka menggantung ucapannya.
Dia masih berdiri sambil menatap Brayan yang masih tertidur pulas.
"Lagi," sambungnya. Alishka menatap tubuhnya dan memeriksa pakaian yang dia kenakan, apakah ada yang berubah atau tidak.
"Tidak ada yang aneh dan aku juga gak merasakan apa-apa semalam, sekarang juga aku tidak merasakan perih atau pun sakit di sini," ucap Alishka lagi sambil meraba sesuatu miliknya yang pernah dicuri oleh Brayan.
"Dia tidak melakukan apa-apa padaku. Semalam dia hanya ketiduran dan posisinya juga gak berubah. Dari sebelum aku tidur gitu-gitu aja." Alishka menghibur dirinya sendiri dengan tidak berpikir jelek dulu tentang Brayan.
Di dapur.
__ADS_1
Sandra sudah sibuk memasak untuk keluarganya sarapan.
"Masak apa, Bu?" tanya Alishka.
Karena sudah tidak mengantuk dan tidak ingin mengganggu Brayan, Alishka memilih pergi ke dapur untuk membantu Ibunya memasak.
"Tadi bilangnya masih ngantuk, kok ke sini lagi?" tanya Sandra.
"Ngantuknya hilang gara-gara aku kesandung tadi."
"Ya ampun. Lain kali kalau jalan hati-hati, kamu sedang hamil kalau kamu terjatuh dan kenapa-kenapa dengan bayimu nanti kamu yang menyesal."
"Iya, Bu. Lain kali aku gak kesandung lagi."
Sandra dan Alishka pun lanjut memasak. Mereka berdua memang sudah biasa membagi tugas saat pagi hari.
Di rumah itu tidak ada asisten rumah tangga jadi semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh Sandra dan Alishka namun semenjak Alishka hamil pekerjaan Alishka hanyalah membantu Sandra memasak untuk sarapan sedangkan pekerjaan rumah yang lainnya Sandra yang melakukannya.
Brayan pernah menawarkan untuk membayar jasa asisten rumah tangga di rumah itu tapi Sandra menolak karena merasa rumah sekecil itu masih bisa diutusnya sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga.
Tak lama setelah mereka selesai masak. Brayan berlari ke dapur sambil membawa handuknya!
"Alishka, aku kesiangan. Kenapa kamu tidak membangunkan aku?" ucap Brayan sambil berlari memasuki kamar mandi!
Alishka dan Sandra saling menatap lalu melihat pintu kamar mandi yang ditutup dengan cukup keras.
"Ini udah jam enam Alishka," ucap Sandra.
"Pergi ke kantor kan jam tujuh, Bu."
"Terserah kamu deh. Cepat tata makanan ini di atas meja makan."
"Iya, Bu."
Setelah selesai mandi, Brayan langsung berpakaian dan langsung menuju meja makan!
Dia minum air putih dan hendak langsung pergi.
"Ini masih pagi. Kamu mau kemana? Sarapan dulu," ucap Alishka.
"Gak sempat Al, aku ada meeting bersama klien dari luar negri pagi ini," sahut Brayan.
"Tapi aku sedang membuatkan susu untuk kamu."
"Besok saja. Aku pergi ya." Brayan langsung melangkah dari tempat itu tapi baru beberapa langkah dia kembali menghampiri Alishka!
__ADS_1
Tanpa basa-basi Brayan mencium pipi Alishka. "Aku sarapannya ini aja biar semangat. Maaf sudah mencuri."
Brayan kembali berjalan dengan tergesa-gesa!
Alishka hanya berdiri mematung, dia tak menyangka Brayan berani menciumnya dihadapan Ibunya.
Alishka terus menatap ke arah Brayan pergi sambil memegangi pipinya yang bekas ciuman Brayan.
"Sudah, jangan diliatin terus. Orangnya udah pergi," ucap Sandra.
Alishka tersadar dari lamunannya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
"Ini susu mau siapa yang minum? Sayang kalau dibuang," ucap Alishka.
"Jangan dibilang biar Ayah yang minum," ucap Hendra yang baru tiba di dapur.
"Memangnya orangnya kemana?" tanya Hendra pada Alishka.
"Orangnya udah pergi, katanya sih ada meeting penting. Mungkin dia mau sarapan sama kliennya."
"Jadi orang kaya ternyata gak seenak yang Ayah bayangkan ya. Ayah pikir orang kaya seperti Brayan bisa hidup semaunya. Bisa masuk kantor kapan saja dia mau dan bisa libur tanpa harus menunggu hari minggu."
"Aku juga berpikir begitu tapi ternyata jadi orang kaya lebih sibuk dibandingkan dengan kita."
"Kamu sudah siap untuk jadi orang kaya?" tanya Sandra.
"Maksud Ibu?"
"Yang Ibu lihat di televisi, orang kaya itu ada peraturan dalam hidupnya. Misalkan dalam gaya berpakaiannya dan juga bahasa mereka berbicara."
"Apaan sih Ibu. Masa mau jadi Nyonya Brayan aku harus latihan jadi orang kaya dulu."
"Memangnya kamu mau melanjutkan rumah tangga yang gak ada manis-manisnya ini? Bukannya kamu selalu maksa ingin pisah dari Brayan?"
"Bu, mau aku nangis sampai guling-guling juga Brayan gak akan mau pisah dari aku. Ibu gak liat apa tadi dia sudah berani mencium aku didepan Ibu."
"Lagian kamu gimana sih. Udah punya suami baik, ganteng, kaya lagi masa mau pisah," ucap Hendra menggoda putrinya.
"Ayah, ini bukan soal ganteng, baik dan kaya tapi ini soal cinta."
"Ayah lihat dia sudah cinta sama kamu. Itu terlihat dari caranya memperlakukan kamu dan memperhatikan kamu."
"Ibu rasa anak Ibu ini juga mulai suka sama Brayan. Semua terbukti dari cara kamu berbicara padanya dan tadi pas dia cium pipi kamu, kamu diam saja tuh dan gak marah. Padahal biasanya suka marah-marah terus sama Brayan."
"Ayah, Ibu kalian apaan sih. Orang enggak juga, aku masih sering marah sama dia." Tiba-tiba wajah Alishka merona karena malu pada Ayah dan Ibunya, tanpa dia sadari ternyata mereka memperhatikan dirinya disetiap harinya.
__ADS_1
Karena malu, Alishka memilih pergi dari tempat itu. Dia berlalu begitu saja tanpa adanya sepatah kata pun yang dia ucapkan pada Ayah dan Ibunya!
Bersambung