
"Hari ini kita mau kemana?" tanya Alishka yang sedang duduk di samping Brayan.
Brayan yang sedang fokus menyetir, menatap Alishka sekilas lalu kembali fokus pada jalanan yang sedang dilaluinya.
"Gak ada pertanyaan lain ya? Setiap aku ajak kamu pergi kamu selalu nanya mau kemana kita sekarang."
"Ya emang aku mau nanyanya itu. Gak ada pertanyaan lain karena aku ingin tahu kemana kita akan pergi."
"Kamu gak nanyain kabar aku atau keadaan hati aku gitu?"
"Kamu kan baik-baik saja dan hati kamu juga aku rasa baik-baik saja."
"Sok tahu."
"Setiap hari kita bersama, kalau kamu sakit, aku pasti tahu dan kalau hatimu nyangkut di tempat gadis lain atau janda muda, aku pasti tahu karena sikapmu akan berubah. Udahlah aku pengen tahu sekarang kita mau kemana."
"Ini nih yang bikin aku suka sama kamu. Kamu itu galak tapi perhatian udah gitu manis lagi."
"Manis. Aku bukan gula ya."
"Kita mau ketemu Azka, nanti Choky dan Syifa juga datang ke sana kok."
"Mau ngapain? penting banget nemuin Azka."
"Katanya Azka mau ngenalin pacarnya ke kita."
"Pacar? Dua udah punya pacar? Wah cepat juga dia ketemu sama cewek."
"Makanya aku ajak kamu biar kamu tahu sama pacarnya Azka. Biar kamu bisa dekat dan kita bisa berteman untuk selamanya."
"Ya-ya, terserah kamu."
*******
"Teman-teman kamu ada berapa orang?" tanya Caitlyn pada Aznan.
"Ada dua orang tapi mereka udah punya pasangan satu udah nikah dan yang satunya masih berjuang untuk sampai ke pelaminan, jadi teman aku yang mau aku kenalin ke kamu ada empat orang," jelas Aznan.
Caitlyn tersenyum, "semoga mereka suka sama aku ya."
"Kenapa tidak, kamu cantik dan juga baik."
"Itu menurut kamu. Mereka kan gak tahu aku."
"Walaupun mereka gak suka sama kamu, perasaan cinta aku ke kamu gak akan pernah berubah, karena kita yang berpacaran dan kita juga yang menjalani."
"Nanti kamu gak dianggap teman lagi sama mereka."
"Nggak lah, kamu ngomong apa sih. Aku dan mereka udah berteman lama jadi gak mungkin terjadi seperti yang kamu bayangkan dan satu hal lagi yang harus kamu tahu, mereka itu baik dan juga tidak pernah memandang orang dari segi penampilan dan juga keadaan."
Caitlyn menatap Aznan dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.
__ADS_1
*******
"Kita mau ketemu siapa sih? Sampai aku harus dandan secantik ini," ucap Syifa pada Choky.
"Setiap hari kamu memang cantik gak cuma hari ini aja," ucap Choky.
"Tapi kenapa harus beli baju baru segala untuk menemui orang itu."
"Aku kan gak tiap hari beliin kamu baju jadi ya sekalian kita belanja dan karena aku ada yang suka, gak ada salahnya kan aku beli baju itu?"
"Iya, tapi aku gak enak sama Mama kamu nanti disangkanya aku ini cewek matre lagi."
Satu hari sebelumnya Syifa memang ikut pergi bersama Choky dan Mamanya. Awalnya mereka pergi karena ingin menonton bersama di Bioskop tapi karena masih banyak waktu tersisa akhirnya mereka berkeliling di toko pakaian dan berbelanja.
Saat itulah, Choky membelikan Syifa dress yang harganya lumayan mahal dan Mamanya Choky mengetahui hal itu.
"Nggak lah sayang, kamu tenang saja ya. Mama gak akan punya pikiran gitu kamu lihat kan kemarin Mamaku biasa saja saat tahu aku beliin baju ini untuk kamu."
"Iya sih. Maaf ya, aku sudah berprasangka buruk tentang Mama kamu."
"Gak apa-apa, aku ngerti kok perasaan kamu seperti apa."
Choky tersenyum sambil menggenggam tangan Syifa.
*******
"Ketemunya di sini?" tanya Alishka sambil melangkahkan kakinya.
"Taman cinta? Gak ada plang namanya juga."
"Emang gak ada tapi aku menyebut nama taman ini dengan nama Taman cinta karena dulu Mama dan Papaku jadian di sini."
"Sok tahu."
"Ya tahu lah karena sampai sekarang mereka suka merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka di sini karena mereka juga mengadakan pesta pernikahan mereka di sini," jelas Brayan.
"Romantis banget mereka. Nanti kita mau merayakan ulang tahun pernikahan seperti mereka gak?"
"Ya pasti dong. Nanti kita rayakan ulang tahun pernikahan kita dengan mewah, lebih mewah dari acara pernikahan kita."
"Sombongnya keluar tuh."
"Gak gitu sayang, aku cuma mau ngerasain jadi raja dan ratu satu hari dan aku juga pengen ngerasain bahagianya hari itu. Waktu itu kan kita nikah tanpa cinta bahkan kamu tidak senyum sedikitpun sama aku."
"Itu kan gara-gara kamu. Kalau malam itu kamu gak p*****a aku, mungkin kita gak akan sampai kayak gini."
"Udahlah, jangan ngomongin masa lalu yang jelek itu. Lihat tuh!" Brayan mengarahkan jari telunjuknya ke sebuah arah.
Alishka mengikuti arah yang ditunjukkan oleh sang suami dan dia langsung melihat Azka yang sedang duduk bersama seorang wanita namun dirinya tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia duduk dengan posisi membelakangi Brayan dan Alishka.
"Azka sudah menunggu kita," sambung Brayan.
__ADS_1
"Iya, ya udah kita langsung ke sana saja. Choky udah dateng belum ya?" ucap Alishka.
"Sepertinya belum," sahut Brayan sambil terus melangkah dengan tangan yang terus menggandeng Alishka.
"Ka, udah nunggu dari tadi ya?" tanya Brayan.
Caitlyn terkejut saat mendengar suara yang tak asing baginya.
"Brayan, apa benar itu Brayan?" ucap Caitlyn didalam hatinya.
"Gak kok, kita juga baru aja tiba. Silahkan duduk," ucap Azka.
Azka menyiapkan kursi untuk Alishka.
"Ibu hamil di sini," ucap Azka pada Alishka.
"Terimakasih," ucap Alishka.
"Caitlyn," ucap Alishka saat melihat wajah gadis yang bersama dengan Azka itu.
Caitlyn tersenyum tipis, ternyata dugaannya benar. Yang memiliki suara itu adalah Brayan.
"Kalian sudah kenal?" tanya Azka.
"Caitlyn, bukannya kamu mau pulang ke luar negeri satu minggu lalu?"
"Aku gak jadi pulang karena aku bertemu dengan Aznan saat aku keluar dari kafe tempat kita bertemu waktu itu," ucap Caitlyn.
"Kamu juga kenal sama Brayan?" tanya Azka pada Caitlyn.
"Gue jenal lah, Caitlyn ini teman masa kecil gue," sahut Brayan.
"Tunggu-tunggu. Tadi kamu bilang namanya Aznan?" tanya Alishka pada Caitlyn.
"Iya, namanya Aznan," sahut Caitlyn.
"Tapi bukannya nama kamu Azka?" Alishka menatap Azka.
"Aznan Karima biasa dipanggil Azka," ucap Brayan dan Azka bersamaan.
Caitlyn dan Alishka menatap Brayan lalu menatap Azka.
"Kompak banget," ucap Alishka.
"Siapapun namaku dan apapun panggilannya inilah aku, aku yang sudah mempunyai pacar dan ini Caitlyn pacar aku," ucap Azka.
"Kalian udah ngumpul aja. Maaf ya gue datang telat," ucap Choky.
Mereka semua menatap Choky yang baru tiba di sana.
Syifa tersenyum manis pada mereka lalu memeluk Alishka tanpa memperdulikan para laki-laki itu.
__ADS_1
Bersambung