Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 57


__ADS_3

"Perut aku sakit, Brayan." Alishka terus berteriak sambil meremas apapun yang dia pegang.


"Alishka, kamu tahan ya. Sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit." Brayan terus mengelus perut Alishka meski tangannya sudah banyak luka lecet akibat kena cakar Alishka.


"Pak tolong cepat sedikit ya," ucap Brayan pada supirnya.


"Baik, Den," sahut supir itu.


Supir itu pun langsung menambah kecepatan laju mobilnya.


Brayan diantar oleh supir Arga dan Ashmita sedangkan di mobil lain, Arga menyetir sendiri sambil terus mengikuti mobil Brayan.


"Aaaa! Sakit banget."


Brayan semakin panik karena Alishka terus berteriak kesakitan sedangkan dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Di mobil Arga.


"Pa, cepat. Jangan sampai kita ketinggalan jelek mereka."


"Iya, Ma lagian kalaupun ketinggalan kita udah tahu rumah sakitnya dimana."


"Mama khawatir sama Alishka, Pa."


"Papa juga."


Setelah hampir setengah jam berkendara, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.


Setelah supir itu menghentikan mobilnya, Brayan langsung memangku tubuh Alishka lalu membawanya masuk ke dalam rumah sakit itu!


"Dokter! Suster! Tolong!"


Brayan terus berjalan dengan sedikit berlari sambil berteriak meminta tolong pada Dokter ataupun suster di sana.


"Tolong!" teriak Brayan.


Dua orang suster datang dengan membawa tandu berjalan dan meminta Brayan untuk membaringkan Alishka di sana.


"Kenapa Pak?" tanya suster itu setelah Alishka terbaring di atas tandu itu.


"Saya tidak tahu. Tiba-tiba istri saya merasa sakit dibagian perutnya," ucap Brayan sambil terus mendorong tandu itu.


"Sepertinya istri Anda akan melahirkan."


"Tolong, suster tolong selamatkan istri dan bayi saya."


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri Anda, silahkan Anda tunggu di luar saja."


Brayan menghentikan langkahnya lalu membiarkan mereka masuk ke ruangan persalinan.


"Aaa, sakit. Brayan kamu jangan pergi kamu di sini saja temani aku," ucap Alishka.


"Suster, Dokter saya mau suami saya di sini. Tolong biarkan suami saya menemani saya di sini," ucap Alishka pada Dokter.

__ADS_1


"Suster, tolong panggilkan suaminya ya," ucap Dokter itu pada susternya.


Suster itu pun langsung berjalan keluar dari ruangan itu!


"Pak! Masuklah, istri Anda ingin Anda menemaninya di dalam."


"Ya, baiklah."


Brayan berjalan mengekor di belakang suster itu.


"Baik, siap ya Bu. Tarik nafas, hembuskan." Dokter itu memulai langkah awal untuk persalinan.


"Kamu pasti bisa, sayang." Brayan menggenggam tangan Alishka dan mencium keningnya.


"Sakit, sakit banget."


Di luar ruangan persalinan.


Argadana dan Ashmita sedang menunggu proses persalinannya. Mereka duduk di kursi ruang tunggu.


"Pa, kenapa lama sekali?" ucap Ashmita.


"Kita doakan saja semoga diberi kelancaran dalam persalinannya dan diselamatkan semuanya," ucap Arga yang sebenarnya dia juga merasa khawatir.


*******


Di pesta pernikahan Syahira.


Yang tadi itu, orang tuanya Brayan ya?" tanya Harry pada Syahira.


Kedua mempelai itu masih duduk di pelaminan karena masih banyak tamu yang ingin memberikan doa restu untuk mereka.


Saat para tamu undangan masih sibuk menikmati jamuan yang keluarga mereka sediakan, mereka memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat.


"Sepertinya tadi istrinya Brayan akan melahirkan," ucap Melly yang juga sedang di sana.


"Iya, Ma. Aku khawatir sama Alishka," ucap Syahira.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka," ucap Harry sambil melingkarkan tangannya di bahu Syahira.


"Iya, sayang hari ini adalah hari bahagia kamu jadi kamu jangan memikirkan sesuatu apapun dulu," sambung Melly.


Syahira tersenyum tipis lalu kembali fokus pada tamu yang mulai berdatangan untuk mengucapkan selamat pada mereka.


*******


Sandra dan Hendra berlarian memasuki rumah sakit! Mereka ingin mengetahui kondisi putrinya saat ini.


"Bagaimana Bu, dimana Alishka dan Brayan?" tanya Sandra pada Ashmita saat tiba di ruang tunggu.


Setelah mendapat kabar dari Ashmita kalau Alishka akan melahirkan, Sandra dan Hendra langsung bergegas ke rumah sakit yang diberitahukan oleh Ashmita.


"Mereka masih di dalam Bu. Mungkin persalinannya belum selesai," jelas Ashmita.

__ADS_1


Tadi, setelah Brayan masuk ke ruang persalinan, Arga meminta istrinya untuk mengabari orang tua Alishka tentang Alishka yang akan melahirkan. Dirinya tidak ingin disalahkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Alishka ataupun bayinya.


"Semoga mereka baik-baik saja," ucap Sandra yang begitu khawatir pada putrinya.


"Bu tenanglah. Ayo duduk, kita doakan yang terbaik untuk anak dan cucu kita," ucap Hendra yang mencoba menenangkan istrinya.


Di dalam ruangan persalinan.


Alishka masih berusaha untuk melahirkan bayinya, keringat sudah membasahi tubuhnya dan dia juga sudah mulai kelelahan. Brayan yang ada di sampingnya terus menguatkan dirinya dan juga terus mengusap keringatnya yang ada di wajahnya.


"Sayang, kamu pasti bisa. Aku tahu kamu adalah wanita yang kuat," ucap Brayan pada Alishka.


"Aku gak kuat lagi, Brayan. Maafkan aku karena selama ini aku sering memperlakukan kamu tidak baik aku juga pernah berpikir untuk menggugurkan kandungan aku, mungkin ini adalah hukuman buat aku. Aku adalah istri yang durhaka pada suami."


"Tidak. Jangan bicara seperti itu, kamu adalah istriku istri yang sangat aku cintai, aku ikhlas mendapatkan perlakuan apapun dari kamu."


"Bu mulai mengejan lagi ya. Sebentar lagi bayinya akan lahir," ucap Dokter itu.


Brayan mengangguk dan tersenyum tipis pada Alishka.


"Kamu pasti bisa," ucapnya.


Alishka mulai mengejan lagi dan berjuang untuk melahirkan bayinya, air matanya terus mengalir karena sudah lama merasakan sakit.


Diluar ruangan.


Orang tua Brayan dan Alishka mulai panik karena putra dan putri mereka sudah lama di dalam ruangan itu dan mereka juga belum mendengar suara tangisan bayi dan itu artinya Alishka belum juga melahirkan.


"Ya Allah, semoga anakku baik-baik saja, selamatkan lah anak dan cucuku," ucap Sandra.


Mereka semua berdoa untuk keselamatan Alishka dan juga bayinya. Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu.


Mereka semua tersenyum lega, akhirnya Alishka berhasil melahirkan bayinya.


"Alhamdulillah," ucap mereka berbarengan.


Hendra memeluk istrinya yang dari tadi tegang karena menunggu persalinan putrinya.


"Kita punya cucu," gumam Ashmita.


"Pak Arga, Bu Ashmita selamat ya karena sekarang kalian punya cucu," ucap Hendra pada besannya.


"Terimakasih, selamat untuk Pak Hendra dan Bu Sandra juga," ucap Arga.


Mereka begitu bahagia karena mereka mendapatkan cucu pertamanya.


Didalam ruangan persalinan.


"Terimakasih karena sudah berusaha untuk melahirkan bayi kita," ucap Brayan sambil mengelus lembut pucuk kepala Alishka. Air matanya menetes karena tak tega melihat istrinya yang berjuang sendirian sampai kelelahan.


Brayan mencium pipi kanan dan kiri sang istri tak lupa dia juga mencium keningnya.


Alishka tersenyum tipis lalu meraih tangan Brayan dan mencium tangan yang selama ini merawatnya dengan baik itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2