Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 32


__ADS_3

Setelah selesai, Brayan segera membalas barang belanjaan milik istrinya dan teman-temannya itu.


"Totalnya jadi berapa, Mbak?" tanya Brayan pada petugas kasir.


Petugas kasir itu langsung menghitung semua barang barang itu ada empat tas masing-masing satu orang satu milik empat perempuan yang kini bersama Brayan dan ada beberapa aksesoris wanita milik Alishka.


"Semuanya jadi dua puluh lima juta, Pak," ucap perempuan petugas kasir itu.


Henny, Milla dan Syifa terkejut mendengar nominal yang disebutkan oleh perempuan itu sedangkan Alishka biasa saja karena dia sudah tahu Brayan itu siapa.


Brayan tersenyum ramah lalu memberikan kartu ATM kepada petugas kasir! Untuk melakukan pembayaran karena dia jarang memegang uang tunai.


"Perasaan punya kita bertiga, semuanya gak sampai sepuluh juta deh. Kok diluar dugaan sampai dua puluh juta lebih," ucap Henny.


"Jadi gak enak sama Brayan," gumam Syifa pelan.


"Biasa saja, uangnya gak akan habis meski kalian beli sama tokonya sekalipun," ucap Alishka.


Setelah selesai mereka segera keluar dari toko itu karena sudah tidak ada keperluan lagi di sana.


"Aku lapar," ucap Alishka saat melewati restoran yang ada di sana.


"Ayo kita makan dulu sebelum pulang," ucap Brayan.


Tiga gadis temannya Alishka itu hanya diam dan saling memandang. Beberapa saat kemudian Syifa mulai bersuara.


"Kayaknya aku gak ikut makan deh. Aku pulang duluan ya soalnya aku ada keperluan lain," ucap Syifa.


Sebenarnya Syifa tidak ada keperluan lain tapi karena sudah dibelanjain dengan harga yang lumayan mahal, dia merasakan tidak enak pada Brayan jika harus dibayarkan untuk makan juga.


"Eh iya. Aku lupa, ternyata hari ini aku disuruh Mamaku untuk pergi ke rumah Om ku," ucap Milla yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Syifa.


"Terus gimana dong?" ucap Alishka.


"Kalian makan berdua saja soalnya Henny juga mau aku ajak ke rumah Om aku biar aku ada yang nemenin," sambung Milla.


"Makan dulu, sebentar saja," ucap Brayan.


"Maaf, bukannya kita nolak rezeki tapi sekarang hari udah mulai sore. Kita duluan ya, terimakasih untuk ini semua ya," ucap Syifa.


Brayan tersenyum lalu mengangguk, dia tak bisa memaksa teman-temannya Alishka untuk makan bersamanya.


Tiga gadis itu pun langsung pergi meninggalkan Alishka dan Brayan di tempat itu! Selain karena mereka merasa tidak enak pada Brayan dan Alishka mereka juga ingin memberikan waktu berdua untuk Brayan dan Alishka.


"Kita makan berdua saja," ucap Brayan setelah tiga gadis itu pergi meninggalkan mereka.


Alishka mengangguk lalu berjalan memasuki restoran itu!

__ADS_1


Setelah mereka mendapatkan tempat duduk mereka langsung memesan makanan.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Alishka yang sejak beberapa hari lalu merasa penasaran dengan siapa sebenarnya Brayan.


"Maksud kamu?"


"Kamu banyak dikenal orang, rumahmu megah dan kalian orang terpandang. Kenapa kamu memilih mempertahankan pernikahan denganku yang hanya terlahir dari orang biasa bahkan bisa dibilang kalangan bawah."


"Ya ini aku. Inilah aku yang sebenarnya, aku terbiasa hidup bergelimbangan harta, aku terlahir dari seorang pengusaha kaya dan perusahaan orang tuaku masuk dalam sepuluh besar perusahaan terbesar di negara kita ini tapi itu semua tak lantas membuatku membedakan antara aku dengan mereka yang tidak bernasib sama denganku. Jujur setelah beberapa bulan hidup bersamamu, aku mulai nyaman dan orang tuaku juga tidak mempermasalahkan itu, orang tuaku menerima kamu dan keluargamu dan mereka juga menyayangimu."


"Tapi reputasi keluarga kalian akan tercoreng karena memiliki menantu yang terlahir dari keluarga sederhana."


"Tidak akan. Selama kamu bukan pekerja hina maka semua akan baik-baik saja."


Tak lama makanan yang mereka pesan tiba.


Pelayan restoran itu menata pesanan mereka di atas meja lalu segera pergi meninggalkan mereka!


"Selamat makan. Jangan bertanya lagi tentangku, nikmati saja hidup kita hari ini karena bukan tidak mungkin besok kita tidak punya waktu lagi untuk menikmati hidup ini."


Alishka hanya diam lalu mulai menyantap makanannya.


*******


Farel masih belum bisa menerima kepergian Alishka dari hidupnya, dia masih sangat mencintai wanita itu yang kini sudah menjadi milik orang lain.


Sisca memang sering jahil dan suka menggoda kakaknya.


Saat itu Farel sedang duduk sambil termenung di kursi yang ada di teras rumah mereka. Sisca datang dan langsung menggoda kakaknya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu, datang tiba-tiba kayak Jailangkung saja," ucap Farel dengan raut wajah datar.


"Ih kakak, Jailangkung itu datangnya diundang sedangkan aku tidak." Sisca tertawa kecil lalu duduk di samping Farel.


"Kenapa? Ada masalah apa? Cerita sama aku," sambung Sisca.


"Gak ada apa. Biasa saja."


"Pak Guru yang tampan, yang baik hati dan penyayang kamu gak bisa bohongin aku. Kalau mau bohong sama anak murid kamu aja."


"Apaan sih, anak kecil ikut campur urusan orang dewasa saja."


"Kak, aku udah dewasa udah delapan belas tahun loh. Soal cinta aku sudah tahu sedikit-sedikit."


"Diam kamu, pergilah dan kerjakan tugas sekolahmu."


"Ini minggu kakak, stop dulu mengerjakan tugas dan bersenang-senanglah. Ayo kita pergi untuk sekedar mencari angin."

__ADS_1


Sisca menarik tangan Farel! Memaksanya untuk ikut dengannya karena seharian ini Farel terlihat begitu murung. Sisca tak ingin kakaknya terus bersedih seperti itu dan akhirnya dia berinisiatif untuk mengajak kakaknya jalan.


Sisca memang tidak tahu apa yang sedang ada dalam pikiran Farel yang dia tahu hanyalah kakaknya itu sedang bersedih dan dia harus menghiburnya.


*******


"Darimana kamu? Seharian baru pulang," tanya Melly saat melihat Syahira baru pulang.


"Refreshing. Aku bosan terus berdebat sama Mama!" Syahira terus berjalan menuju kamarnya.


"Mama gini karena Mama gak mau kamu kesusahan Syahira!" Melly mengekor dibelakang Syahira.


"Udahlah Ma, aku capek mau istirahat."


Melly terdiam sambil berdiri didepan pintu kamar Syahira sedangkan Syahira sudah masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu itu.


"Maaf Ma, kita bicara nanti saja," ucap Syahira sebelum dia menutup pintu kamarnya.


*******


Malam hari sekitar pukul dua puluh, Brayan dan Alishka baru tiba di rumahnya.


Alishka tertidur didalam mobil mungkin karena dia kelelahan setelah seharian jalan-jalan.


Brayan tak berani membangunkan Alishka karena takut ingin menganggu tidurnya akhirnya Brayan memangku tubuh Alishka dan membawanya masuk kedalam rumahnya!


Sandra dan Hendra terkejut saat melihat Alishka dipangku oleh Brayan. Mereka langsung menghampiri Brayan yang baru masuk kedalam rumah itu!


"Kenapa dengan Alishka, apa yang terjadi?" ucap Sandra dengan raut wajahnya yang dipenuhi dengan kekhawatiran.


"Alishka tidur. Aku gak berani membangunkan dia," ucap Brayan sambil berbisik.


Hendra menarik nafasnya lega setelah tahu putrinya itu hanya tertidur.


"Yasudah, bawa dia ke kamar ya," ucap Hendra dengan nada pelan.


Brayan tersenyum lalu segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya!


Setibanya di dalam kamar, Brayan membaringkan tubuh Alishka di atas tempat tidur lalu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut tak lupa sebelum itu, dia melepaskan sepatu yang digunakan oleh sang istri.


Brayan menatap wajah Alishka yang sedang tidur namun masih terlihat cantik meski dengan mata yang terpejam.


"Kalau diperhatikan, kamu cantik Alishka. Aku bisa cepat jatuh cinta sama kamu. Aku harap kamu juga bisa mencintai aku," ucap Brayan didalam hatinya.


Setelah puas memandang, Brayan beranjak lalu merah handuk yang menggantung di dinding! Dia hendak membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia tidur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2