Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar
Salah Masuk Kamar bab 25


__ADS_3

Alishka berjalan memasuki rumah mewah itu dengan langkah pelan. Dia tak percaya ternyata laki-laki yang sudah menikahinya itu adalah anak orang kaya.


Beberapa pelayan di rumah itu terlihat berlalu-lalang dan mereka semua tersenyum ramah padanya sambil mengucapkan kata 'selamat datang, Nona Muda' Alishka semakin dibuat bagai dalam mimpi saat melihat isi rumah itu bak istana megah yang tak pernah dia bayangan sebelumnya bahwa dirinya akan menapaki tempat semegah itu.


Alishka yang hanya terlahir dari keluarga sederhana itu dibuat terpukau oleh kemegahan rumah milik orang tua suaminya itu.


"Hai, sayang," ucap, Ashmita pada Brayan dan Alishka.


Alishka mengarahkan pandangannya pada, Ashmita yang sedang berjalan menghampiri dirinya dan Brayan.


Alishka mencium punggung tangan Ashmita dan tersenyum ramah pada Ibu mertuanya itu.


"Kalian ke sini kok gak bilang-bilang? Mama kan bisa siapin masakan spesial untuk menyambut kedatangan kalian."


"Kita ke sini gak lama kok, Ma cuma mau ngambil beberapa pakaianku saja," ucap, Brayan.


Tiba-tiba, Alishka merasa pusing, dia memegangi kepalanya dan sebelah tangannya memegang lengan, Brayan.


"Al, kamu kenapa?" tanya, Brayan.


"Kepalaku pusing," lirih, Alishka.


"Cepat bawa ke kamar kamu," titah, Ashmita.


Brayan memangku tubuh, Alishka ala bridal style lalu membawanya masuk ke dalam kamarnya!


Ashmita mengekor dibelakang, Brayan dengan perasaan khawatir!


Brayan membaringkan tubuh, Alishka di atas tempat tidurnya lalu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.


"Sayang, kamu pasti capek setelah melakukan perjalanan dari rumah kamu ke sini." Ashmita mengelus pucuk kepala, Alishka dengan lembut.


Tak lama seorang asisten rumah tangga datang mengantarkan air minum untuk, Alishka.


Brayan segera menerima gelas berisi air itu dari asisten rumah tangganya lalu memberi, Alishka minum.


"Minum dulu, Al."


Alishka meminum air itu perlahan.


"Masih pusing?" tanya, Ashmita.


"Sedikit," lirih, Alishka.


"Istirahat dulu sebentar, Nak habis itu kita sarapan bersama."


Ashmita meninggalkan anak dan menantunya di kamar, Brayan!


"Aku mau buah yang tadi kita beli," lirih, Alishka pada Brayan.


"Tunggu sebentar ya. Aku akan mengambilnya untuk kamu." Brayan beranjak dari duduknya lalu mulai bergegas meninggalkan Alishka di kamarnya!


*******


Farel sedang dalam perjalanan menuju sekolah tempat dirinya tiba-tiba motornya hampir bertabrakan dengan sepeda, jika dia telat sedikit saja mengerem motornya maka kecelakaan tak akan bisa terhindarkan.


Untung saja, Farel masih bisa menghentikan laju motornya tepat waktu. Pesepeda itu terjatuh dan Farel segera membantu orang itu karena takut orang itu kenapa-kenapa.


Farel berjalan cepat, menghampiri orang itu lalu membantunya untuk berdiri!


"Maaf-maaf saya kurang fokus berkendara jadi saya gak liat kalau kamu lewat," ucap, Farel.


"Nggak-nggak, aku yang salah karena tidak berhati-hati."


Farel terdiam sambil menatap orang itu.


Orang itu membuka helmnya dan menampakkan rambut panjangnya lalu dia membuka maskernya.


Dia tersenyum ke arah, Farel. Terlihat dengan jelas lesung pipinya yang menambah kecantikan wajah gadis itu.

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya, Farel sembari meneliti tangan dan kaki gadis itu.


"Gak apa-apa kok. Lagian jatuhnya juga gak terlalu keras."


"Syukurlah. Kalau gitu aku pergi duluan ya."


"Tunggu!" seru gadis itu menghentikan langkah, Farel.


Farel menghentikan langkahnya lalu berbalik badan! "Iya, kenapa?"


Gadis itu mengulurkan tangannya sambil berucap. "Jazzline."


Farel menjabat tangan gadis itu! "Farel."


Dua orang yang baru berkenalan itu saling menatap dan saling melempar senyuman dengan posisi tangan yang masih saling menjabat.


Setelah beberapa saat Farel menarik tangannya, entah kenapa tiba-tiba dia teringat dengan, Alishka.


"Ya udah ya, Jazzline aku pergi," ucap, Farel.


Farel menaiki motornya dan mulai menyalakan mesinnya.


Jazzline masih berdiri di tempat semula sembari menatap kepergian, Farel.


"Tumben, gue nemu cowok yang ramah," gumam, Jazzline sembari menaiki sepedanya lalu dia pun pergi meninggalkan tempat itu.


*******


Brayan memberikan buah kedondong dan mangga yang sudah dikupas dan dipotong kepada istrinya.


"Ini buahnya udah aku kupasin, kamu tinggal makan."


Alishka langsung meraih dan melahap buah itu tanpa berkata sesuatu apapun.


"Sayang, mau pakai sambal gak? Kalau mau akan, Mama buatkan," ucap, Ashmita.


Tok!


Tok!


"Boleh, Papa masuk?" tanya, Arga dari ambang pintu kamar, Brayan.


Brayan dan Ashmita menatap ke arah suara.


"Papa," ucap, Brayan.


Arga berjalan memasuki kamar putar satu-satunya itu!


"Tadi Papa nyari-nyari, Mama tapi gak ketemu dan ada yang bilang katanya sedang berada di kamar ini. Ya udah, Papa ke sini aja langsung, eh tahunnya ada kamu."


"Maaf, Pa aku gak bisa langsung nemuin, Papa karena tadi tiba-tiba aja, Alishka merasa pusing."


"Kita sarapan bareng yuk. Kalian pasti belum sarapan," ucap, Arga.


"Al, ayo kita sarapan." Brayan mengajak, Alishka sarapan bersama dengan keluarganya.


Perlahan dia membantu, Alishka untuk terbangun dan berjalan.


Saat menuruni anak tangga, Alishka terpeleset dan jatuh kepelukan, Brayan.


Mereka berdua saling bertatapan dalam waktu yang lumayan lama.


*******


Di kediaman, Hendra.


"Ayah berangkat dulu ya, Bu," ucap, Hendra pada Sandra.


"Hati-hati ya, Ayah."

__ADS_1


Hendra segera pergi meninggalkan rumah setelah berpamitan kepada sang istri.


Sandra masih berdiri di depan pintu meski, Hendra sudah tak terlihat lagi. Dia merasa khawatir terhadap putrinya, selama ini, Alishka selalu bersikap tidak baik pada, Brayan, dirinya khawatir, Brayan dan keluarganya akan melakukan hal yang sama yang, Alishka lakukan pada, Brayan.


"Semoga anakku baik-baik saja disana. Meski dia sedang bersama suaminya tapi kok aku khawatir gini ya sama, Alishka," gumam, Sandra.


Sandra segera memasuki rumahnya untuk melanjutkan rutinitasnya sehari-hari setelah suaminya berangkat bekerja!


*******


Setelah selesai sarapan, Arga langsung berangkat ke kantor sedangkan, Brayan izin tidak masuk kantor dulu karena dia ingin menemani, Alishka belanja. Tadi saat di pasar, Alishka sempat mengatakan padanya kalau dia ingin membeli pakaian.


Brayan mengambil beberpa pakaiannya lalu memasukannya ke dalam koper sementara, Alishka hanya duduk sembari terus memperhatikan, Brayan.


"Ternyata, dia anak orang kaya," ucap, Alishka didalam hatinya. "Kenapa dia gak ngelaporin, Farel ke polisi," sambungnya sambil terus menatap punggung, Brayan.


Setelah beberapa saat, Brayan selesai dengan urusannya lalu segera mengajak, Alishka pergi dari rumahnya.


"Ayo, Alishka kita pergi sekarang!" Brayan menyeret kopernya menghampiri, Alishka.


"Kita belanja pakaian di tempat biasa aku beli pakaian. Kamu mau kan?"


Alishka mengangguk pelan, dia berdiri lalu berjalan mendekati sang suami!


Mereka pun keluar dari kamar itu dan berjalan beriringan menuruni satu-persatu anak tangga!


"Loh, kalian udah mau pergi aja. Gak tinggal dulu sebentar saja atau nginap gitu?" ucap, Ashmita yang melihat anak dan menantunya hendak pergi.


"Ma, aku sama Alishka mau pergi ke suatu tempat. Kami ini kan baru menikah dan belum sempat bulan madu, jadi aku sama Alishka mau pergi ke luar kota," ucap, Brayan berbohong.


Brayan tak ingin Mamanya menahannya di rumahnya karena dia tahu, Alishka tidak nyaman berada di rumahnya. Bukannya dia tak ingin tinggal lebih lama lagi di rumahnya tapi saat ini dia harus mendapatkan kepercayaan dari, Alishka kalau dirinya bisa membuat Alishka bahagia.


"Mama gak bisa maksa kalian untuk tetap di sini, jika kalian memang mau pergi, pergi saja tapi ingat kalian harus berhati-hati dimana pun kalian berada dan satu lagi, Mama harap kalian mengunjungi, Mama dan Papa setidaknya satu minggu sekali."


"Iya, Ma. Aku usahain untuk sering-sering datang ke sini ya."


Ashmita tersenyum yang dipaksakan, sebenarnya dia merasa berat untuk melepaskan, Brayan pergi tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sekarang putranya itu sudah dewasa dan sudah memiliki istri. Ashmita tidak bisa lagi mengatur-ngatur kehidupan sang putra.


Brayan mencium punggung tangan Mamanya dan setelah itu, Alishka juga mencium punggung tangan ibu mertuanya itu.


"Kami pergi ya, Ma," ucap, Brayan.


"Assalamu'alaikum," ucap Brayan dan Alishka secara bersamaan.


Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan rumah mewah itu!


*******


Melly sedang duduk di kursi yang ada di teras rumahnya, hari ini dia tidak pergi ke kantor karena merasa tidak enak badan.


"Ma, tumben masih di rumah?" tanya Syahira.


"Hari ini, Mama gak ke kantor karena kepala Mama lagi pusing."


Syahira duduk di kursi yang ada di samping, Melly!


"Ma, akhir-akhir ini Mama jarang istirahat makanya sekarang, Mama jadi pusing."


"Gimana Mama bisa istirahat dengan tenang, Syahira sedangkan perusahaan kita sedang diambang kebangkrutan."


"Ma, apa yang seharusnya jadi milik kita pasti akan kembali pada kita dan sebaliknya sesuatu yang bukan milik kita, akan pergi dari hidup kita meski semua itu sudah ada dalam genggaman kita. Mama sudah berusaha memperjuangkan perusahaan kita, sekarang kita tinggal menunggu hasilnya saja."


"Kamu gak akan mengerti, Syahira," gumam, Melly.


"Sekarang, Mama istirahat ya, hari ini biar aku yang ke kantor."


Syahira langsung pergi meninggalkan, Melly di rumahnya sendirian!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2