SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 11


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Cindhi berada di kota B. Sore ini ia akan langsung pulang setelah semua pekerjaannya selesai.


''Sebentar lagi jam 4, hem nggak sabar banget pengen cepet-cepet nyampek rumah,'' gumamnya.


Jam pun berputar dengan cepat, Cindhi dan Alex saat ini sudah berada di perjalanan pulang ke Jakarta.


Ting.


Bunyi ponsel membuat Cindhi membuyarkan lamunannya.


📥''Langsung pulang ya Cinta, kita makan malam sama-sama di rumah,'' bunyi pesan itu.


📤''Iya sayang,'' balas Cindhi. Ia pun terkikik geli karna memanggil Ghazi dengan sebutan sayang. Ini baru pertama kalinya ia seberani itu dengan Ghazi.


''Aku penasaran dengan reaksi Kak Ghazi,'' Batin Cindhi.


Di lain tempat, Ghazi yang baru saja membaca balasan pesan dari Cindhi pun melompat-lompat tidak jelas saking senangnya. Ia tidak menyangka jika kekasih hatinya itu memanggilnya dengan sebutan sayang.


''Gini aja aku udah seneng banget!'' gumam Ghazi.


Setelah perjalanan 2 jam lebih, akhirnya mobil yang Cindhi dan Alex kendarai pun telah tiba di halaman rumah Ghazi. Cindhi segera turun dan mengambil barang-barangnya. Ia tidak lupa membeli oleh-oleh untuk Tante Mayang dan juga Ghazi.


''Seneng banget ya sebentar lagi mau ketemu sama kekasih hati,'' ledek Alex.


''Iya dong! Makanya Pak Alex cari sana biar nggak sendiri terus!'' ucap Cindhi.


Ia pun menarik kopernya masuk ke dalam rumah, ia pun tertegun saat melihat orang yang berada di depan televisi.


''Cindhi!'' ucap orang itu.


''Hazel!'' gumam Cindhi pelan. Oleh-oleh yang di bawa olehnya tadi pun jatuh ke lantai. Jantungnya benar-benar tidak karuan saat ini.


''Beib, kamu apa kabar! Ternyata selama ini kamu disini ya?'' tanya Galang sambil memeluk erat tubuh se*y milik Cindhi.


Cindhi pun tidak menjawab, ia membeku di tempat setelah melihat orang yang menuruni anak tangga dengan menatapnya tajam.


''Lepas!'' ucap Cindhi mendorong dada bidang Galang.


''Kenapa selama sebulan ini kamu nggak bisa di hubungi sih Beib. Aku tuh khawatir banget sama kamu!'' ucap Galang meraih tangan Cindhi.


Cindhi pun masih tidak menjawab, ia fokus pada seseorang yang berada di belakang tubuh Galang.

__ADS_1


''Ehm,'' deheman Ghazi membuat Galang menengok ke belakang.


''Kak, dia kekasihku! Ternyata selama ini dia ada disini Kak,'' ujar Galang dengan raut bahagia.


Ghazi pun tidak menggubris ucapan Galang, tatapan matanya masih fokus pada wanita di depannya itu.


''Bagus deh kalau kekasihmu sudah ketemu,'' ucap Ghazi langsung meninggalkan mereka. Cindhi yang ingin mengejar Ghazi pun di tarik kembali oleh Galang.


''Beib, aku masih kangen sama kamu. Kamu mau kemana sih?'' tanya Galang.


''Aku capek Zel, aku mau istirahat. Kita bisa melanjutkan ngobrolnya nanti,'' ucap Cindhi berlalu meninggalkan Galang.


Cindhi pun menuju dapur untuk mencari Ghazi yang tadinya berjalan ke arah dapur, namun Ghazi tidak ada di sana.


''Kak Ghazi kemana ya?'' Cindhi pun celingukan mencari kekasih hatinya, namun lagi-lagi Ghazi tidak ketemu.


''Pasti Kak Ghazi marah banget sama aku,'' ucap Cindhi. Ia pun meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Tidak berselang lama, pintu kamarnya pun di ketuk.


Tok tok tok.


''Cindhi, kita makan malam sama-sama yuk,'' ucap Tante Mayang dari balik pintu.


Setelah ia berganti baju, Cindhi pun keluar dari kamarnya.


''Duduk Nak! Gimana kerjanya, lancar? Ghazi galak nggak sama kamu?'' tanya Tante Mayang.


''Lancar Tante, Kak Ghazi nggak galak kok, dia bik banget sama aku,'' ucap Cindhi tersenyum ke arah Ghazi namun Ghazi masih memperlihatkan sikap dingin dan acuhnya.


''Syukurlah kalau seperti itu,'' ucap Tante Mayang.


Tidak berselang lama, Galang pun menuruni anak tangga dan duduk di kursi dekat dengan Cindhi.


''Ma, Mama tau nggak wanita yang selama ini aku ceritain ke Mama itu siapa? dia Cindhi Ma! Ternyata dunia sesempit ini Ma,'' ucap Galang heboh.


''Cindhi? Jadi kekasihmu Cindhi ini?'' tanya Mama Mayang memastikan.


''Iya Ma, cantik kan calon menantu Mama,'' ucap Galang.


''Iya cantik dong! Ya udah kita makan malam ya, dilanjut nanti ngobrolnya, Mama udah laper banget!'' ucap Mama Mayang.

__ADS_1


Cindhi pun mengambilkan nasi untuk Tante Mayang, awalnya Tante Mayang menolak namun Cindhi pun memaksanya, akhirnya Tante Mayang menurut saja. Setelah mengambilkan nasi dan lauk untuk Tante Mayang, Cindhi ingin mengambilkan nasi untuk Ghazi, namun Ghazi menolaknya.


''Aku bisa sendiri!'' ucapnya. Kata-kata yang keluar sama seperti awal-awal Cindhi berada di rumah ini.


''Kalau Kak Ghazi nggak mau, ambilkan saja untukku,'' ucap Galang menyodorkan piringnya ke arah Cindhi. Cindhi pun dengan terpaksa mengambilkan nasi dan lauk untuk Galang.


''Ya ampun Beib, ternyata kamu masih ingat makanan kesukaanku,'' ucap Galang tersenyum ke arah Cindhi.


''Maafkan aku Kak Ghazi,'' batin Cindhi memandang Ghazi yang tidak berselera makan.


''Zi, kok cuma di aduk-aduk aja? Apa makanannya enggak enak?'' tanya Mama Mayang.


''Enak kok Ma, Ghazi lagi nggak enak badan aja. Ghazi ke kamar dulu ya Ma,'' pamit Ghazi berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.


''Ghazi kenapa ya?'' batin Mama Mayang melihat anak pertamanya itu terlihat lesu.


Setelah makan malam selesai, Cindhi pun masuk ke dalam kamar dengan alasan capek ingin istirahat. Jika tidak seperti itu, Galang pasti tidak mengizinkan ia masuk ke dalam kamar.


Ya, dia adalah Galang Hazel Pratama adik dari Ghazi Haidar Pratama. Hubungan antara Hazel dan Cindhi sudah hampir 1 tahun ini. Hazel yang sangat mencintai Cindhi rela walaupun ia di duakan berkali-kali oleh Cindhi. Hazel selalu memaafkan Cindhi yang berlaku sesuka hatinya.


*


Di dalam kamar, Ghazi termenung. Ia benar-benar tidak menyangka jika kekasih hatinya adalah kekasih hati bagi adiknya juga. Ingin mengalah, namun Cindhi cinta pertamanya dan dia sangat mencintainya. Jika tidak mengalah, Kakak macam apa dirinya yang tidak mau mengalah demi adiknya. Ia benar-benar dilema saat ini.


''Aku harus bagaimana?'' gumamnya.


Ponselnya berkali-kali berdering. Namun ia tidak menggubris semua itu.


''Apa aku harus melepasmu dan mengubur kenangan kita satu bulan ini Cin?'' gumamnya lagi.


Nafasnya begitu sangat berat, apalagi saat ia teringat Galang yang memeluk Cindhi sore tadi membuat hatinya terasa nyeri.


Di kamar lain.


Cindhi yang tidak mendapat jawaban dari Ghazi pun langsung bergegas naik ke lantai dua dimana kamar Ghazi berada. Saat ia hampir sampai di lantai dua, Galang mengagetkannya.


''Mau kemana Beib?'' tanya Galang sambil memegang tangan Cindhi.


''Ada pekerjaan penting yang harus aku bahas dengan Kak Ghazi Zel. Tolong lepaskan tanganmu!'' ucap Cindhi dengan tatapan memohon ke arah Hazel.


*

__ADS_1


*


__ADS_2