
Hari hari pun berlalu, hari ini tepat acara pernikahan Galang dan Ayumi. Ghazi dengan senang hati hadir di acara pernikahan sang adik karna ini yang memang ia inginkan.
''Syukurlah Galang menerima Ayumi. Aku bahagia karna dia tidak lagi mengganggu hubunganku dengan Cindhi,'' ucap Ghazi dalam hati.
Ia pun tiba-tiba teringat dengan Cindhi. Sudah lebih sebulan ia kehilangan sang istri. Ia tak tau kemana dan dimana istrinya saat ini berada.
''Cinta, aku kangen,'' ucap Ghazi yang saat ini tengah berdiri di dekat jendela kamarnya. Pakaiannya sudah rapi, karna ia sebentar lagi berangkat menuju kediaman Ayumi.
Di negara lain. Saat ini Cindhi tengah berkutat dengan pekerjaannya. Kenan sudah melarangnya dengan keras agar berdiam diri di apartemen, namun Cindhi tetap ngeyel dan tidak mau mendengarkan ucapan Kenan. Ia bosan jika harus berdiam diri di apartemen. Apalagi di sana hanya ada suster yang berwajar datar membuat ia seperti tidak mempunyai teman.
Tok tok tok.
Pintu ruangan Cindhi di ketuk dari luar. Cindhi pun menyuruh orang itu untuk masuk.
Ceklek.
''Kenan!!'' Raut wajah Cindhi berubah menjadi berbinar. Ia sangat rindu dengan mantan kekasihnya itu, apalagi Kenan sudah 1 bulan ini pergi ke luar negeri.
''Hai, bagaimana kabarmu?'' tanya Kenan sambil membawa buah-buahan di tangannya.
''Aku sangat merindukanmu Ken. Aku kesepian disini sendiri. Apalagi suster El sangat lah datar,'' keluh Cindhi.
''Hem, kamu merindukanku?'' tanya Kenan memastikan, ia tidak menyangka mantan kekasihnya itu akan mengungkapkan rasa rindu kepadanya.
''Iya, tapi sepertinya bukan aku yang merindukanmu, melainkan Babyku ini,'' ucap Cindhi menunjuk Babynya.
''Kenapa harus mengatas namakan baby? Kalau kamu yang kerindukanku, itu tidak masalah buatku. Aku justru senang mendengarnya,'' ucap Kenan sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia pun segera duduk di sofa dan meletakkan buah-buahan yang ia bawa di atas meja.
''Kamu bawa apa Ken?'' tanya Cindhi mendekat ke arah Kenan dan duduk di sebelah Kenan.
''Aku bawakan buah-buahan buat Baby kita,'' ucap Kenan di selingi tawa. Cindhi pun langsung mencubit perut sixpack milik Kenan.
''Aww, sakit Cin,'' rintih Kenan berpura-pura sakit. Padahal cubitan Cindhi sangatlah pelan.
''Alasan!!'' ucap Cindhi.
''Nih aku bawain buah-buahan buat kamu sama baby. orang hamil kan harus makan buah yang banyak,'' ucap Kenan.
__ADS_1
''Oke, makasih Ken,'' ucap Cindhi.
*
*
''Selamat Lang, semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah,'' ucap Ghazi menyalami pengantin baru yang saat ini berdiri di atas pelaminan.
''Makasih Kak. Semoga Cindhi segera ketemu,'' ucap Galang yang sudah mendengar tentang hilangnya Cindhi. Galang juga tidak menyangka Cindhi tiba-tiba hilang seperti di telan bumi.
''Aamiin. semoga saja,'' ucap Ghazi berlalu dari hadapan mereka. Ia kembali teringat tentang istrinya yang entah sekarang ada di mana.
Jam menunjukkan pukul 23.00. Semua undangan satu persatu meninggalkan kediaman keluarga Daigo. Galang yang sudah tidak sabar, segera melancarkan aksinya.
''Sayang, apa kamu tidak lelah. Tamu tinggal sedikit, sebaiknya kita beristirahat saja karna besok sore kita akan kembali ke negara asalku,'' ucap Galang.
''Ya sudah, kita ke kamar sekarang,'' ucap Ayumi. Mereka pun meninggalkan tempat tanpa ada yang tau. Gaun yang panjang dan berat membuat Ayumi susah berjalan.
''Aku gendong!'' ucap Galang langsung menggendong tubuh Ayumi ala bridal style. Walaupun tubuh Ayumi tidak besar, namun gaun yang di pakai membuat Galang kesusahan berjalan.
Setelah sampai di kamar, Galang mendudukkan Ayumi di atas ranjang.
Tak berselang lama, pintu kamar mandi kembali terbuka. Menampilkan Galang yang bertelanjang dada dan hanya ada handuk yang melilit pinggangnya.
''Ehm,'' Ayumi berdehem pelan untuk mengurangi rasa gugupnya. Ia juga mengalihkan pandangannya.
''Cepat mandi sayang,'' ucap Galang mengambil baju gantinya dan berganti pakaian di depan Ayumi.
''Hazellll!! Kenapa ganti baju di situ!'' pekik Ayumi kaget saat Galang melepas handuk yang melilit pinggangnya.
''Apa tidak boleh? Aku ini suamimu sayang,'' ucap Galang dengan percaya dirinya memakai baju dan juga celana pendeknya.
''Ya, ya tapi kan----''
''Cepat mandi dulu sana,'' perintah Galang.
''Ya udah aku mandi dulu,'' ucap Ayumi sambil membawa baju ganti. Ia tidak mau keluar hanya berlilitkan handuk saja. Yang ada Galang langsung menerkamnya nantinya.
__ADS_1
Hampir setengah jam Ayumi berada di dalam kamar mandi. Entah apa yang ia lakukan, sampai-sampai Galang mondar mandir di depan pintu kamar mandi.
''Ayumi ngapain ya di dalam. Kenapa lama sekali?'' gumamnya. Setelah sekian detik, Galang lebih memilih mengetuk pintu kamar mandi. Ia khawatir Ayumi kenapa napa di dalam sana.
Tok tok tok.
''Sayang, kenapa lama sekali,'' teriak Galang dari luar.
''Em, i iya sebentar Zel. Sebentar lagi selesai kok,'' ucap Ayumi dari dalam kamar mandi.
Galang dengan setia menunggu Ayumi di depan pintu, sementara Ayumi tengah gugup setengah mati di dalam kamar mandi.
''Haduh,, gimana ya kalau Hazel meminta hak nya sekarang? Aku benar-benar takut. Kata orang malam pertama itu sakit,'' ucap Ayumi yang juga mondar mandir di dalam kamar mandi sambil menggigit ujung kukunya.
''Ay, cepat keluar!! Jangan mandi terlalu lama, nanti kamu bisa sakit,'' ucap Galang terus menggedor pintu kamar mandi. Mau tidak mau Ayumi pun keluar dari sana.
Ceklek.
''Sayang, kamu tidak apa-apa kan?'' Galang langsung memegang bahu Ayumi. Ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan Ayumi.
''Aku nggak apa-apa Zel. Kenapa kamu belum tidur? Bukankah kamu tadi bilang lelah ya?'' ucap Ayumi mengurangi rasa gugupnya.
''Bagaimana aku bisa tidur kalau kamu masih berada di kamar mandi dengan waktu yang lama,'' ucap Galang menatap wajah Ayumi. Ayumi tau jika Galang tengah khawatir dengannya.
''Maaf Zel. Aku kalau mandi memang lama,'' ucap Ayumi beralasan. Ia pun melepaskan pegangan tangan Galang yang berada di pundaknya. Ayumi berjalan menuju meja rias dan menyisir rambutnya di sana.
Greb.
Galang langsung memeluk tubuh Ayumi dari belakang. Deru nafas Galang di leher Ayumi membuat Ayumi menahan nafasnya. Antara gugup dan merinding menjadi satu.
''Zel, jangan begini,'' ucap Ayumi merasa posisinya tidaklah aman.
''Kenapa, hem? Aku suamimu Ay. Aku berhak atas dirimu,'' ucap Galang.
''Ta tapi---''
Tiba-tiba tubuh Ayumi mengambang di atas udara. Galang tiba-tiba menggendong tubuh Ayumi dan merebahkannya di atas ranjang.
__ADS_1
''Bolehkan aku meminta hakku sekarang?'' tanya Galang terlebih dahulu. Mungkin, walaupun Ayumi tidak mengijinkan, Galang tetap saja menerobosnya.
*