SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 19


__ADS_3

Suara mobil Ghazi berhenti di depan rumah. Ia pun segera turun dari dalam mobilnya. Ghazi berjalan masuk ke dalam rumah. Saat ingin menaiki anak tangga, ia melihat Galang yang baru saja keluar dari kamar Cindhi.


Sebenarnya Galang kaget saat melihat Ghazi yang sudah datang dari luar kota. Namun, ia pun pura-pura biasa saja.


''Eh Kakak, baru pulang?'' tanyanya basa basi.


''Heum, ngapain kamu dari kamar Cindhi?'' tanya Ghazi balik.


''Aku, ke kamar Cindhi ngapain? Ya memang apa salahnya aku ke kamar calon istriku sendiri,'' ujar Galang membuat Ghazi menggeram kesal.


''Belum istri kan. Mana boleh seperti itu,'' ujar Ghazi.


''Boleh-boleh saja. Mama saja tidak melarang. Aku ke kamar Cindhi juga nggak ngapa-ngapain. Kakak sih mainnya kurang jauh. Kakak nggak tau aja apa yang sudah kita lakukan saat di luar negeri,'' ujar Galang tersenyum sinis.


''Maksud kamu?'' tanya Ghazi mengerutkan keningnya.


''Kakak tau sendiri kan gimana pergaulan di LN. Itu sebabnya aku nggak mau melepas Cindhi begitu saja. Selain cantik, dia juga pandai bermain di atas ranjang,'' ujar Galang menepuk pundak Kakaknya sedikit keras sebelum menaiki anak tangga.


''Galang, tunggu!'' ucap Ghazi marah.


''Ada apa Kak?'' tanya Galang menoleh ke belakang.


''Apa maksud perkataanmu tadi, ha? Jangan bilang kamu sudah berbuat macam-macam dengan Cindhi,'' ujar Ghazi.


''Memangnya kenapa Kak, Kakak cemburu? Enggak kan,'' ucap Galang tersenyum mengejek ke arah sang Kakak.


''Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Bukan aku yang memaksanya. Dan asal Kakak tau, pertama kali aku melakukannya ternyata dia masih perawan. Sungguh beruntungnya diriku Kak,'' ucap Galang dengan bangganya. Ghazi yang mendengar pun mengepalkan kedua tangannya.


''Dasar baji*gan, bugh bugh bugh,'' Ghazi menonjok beberapa kali perut Galang sampai Galang tidak berdaya di atas lantai.


''Kenapa Kakak marah? Aku mengatakan yang sebenarnya,'' ucap Galang mengusap sudut bibirnya yang robek.


''Aku nggak percaya kamu sebajingan ini Lang,'' ucap Ghazi menatap Galang dengan wajah yang memerah menahan amarah. Jika yang ada di depannya ini bukan adiknya, mungkin saat ini Galang sudah tidak bernyawa.

__ADS_1


''Bukan cuma aku yang baj*ngan. Kakak juga baj*ngan! Kakak ingin mengambil Cindhi dari hidupku. Sementara Kakak tau Cindhi adalah kekasihku,'' ucap Galang dengan menggebu-gebu.


''Ka kamu----''


''Kenapa? Aku tau jika kalian mempunyai hubungan di belakangku. Dan asal Kakak tau, aku tidak akan pernah mengalah untuk melepaskan Cindhi,'' ucap Galang menatap tajam sang Kakak.


Ghazi hanya tersenyum sinis. ''Aku juga tidak butuh wanita murahan seperti Cindhi,'' ujar Ghazi bersamaan dengan Cindhi keluar dari kamarnya.


''Kak Ghazi!'' pekik Cindhi yang mendengar ucapan Ghazi.


Ghazi menatap Cindhi dengan tatapan datarnya. Ia pun melanjutkan langkahnya ke lantai atas.


''Kak Ghazi tunggu!'' Cindhi berlari ingin menaiki anak tangga, namun Galang menahannya.


''Kakak ingin sendiri, tolong obati lukaku,'' ujar Galang dengan wajah yang sudah babak belur.


''Kenapa wajahmu seperti itu? Apa semua ini Kak ghazi yang melakukan?'' tanya Cindhi menatap Galang dengan iba.


Galang hanya mengangguk lemah. ''Kakak mengira kita berbuat macam-macam saat ia melihat aku keluar dari kamarmu tadi. Aku sudah menjelaskan semuanya, namun Kakak seperti tuli. Ia tidak mau mendengarkan penjelasanku,'' ucap Galang dengan semua dramanya.


Saat Cindhi ingin melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi. Ia melihat kecoa yang tengah berlari ke arahnya. Cindhi takut sekali dengan kecoa. Ia pun berteriak kencang sampai Galang mendengarnya. Galang pun masuk ke dalam kamar Cindhi dan mengusir kecoa itu. Setelah kecoa itu pergi, Cindhi mengungkapkan semua hubunganya dengan Ghazi kepada Galang.


''Aku harap kamu mengerti Zel. Aku sangat berterima kasih karna kamu telah baik kepadaku. Tapi bukankah cinta tidak bisa di paksakan? Aku mencintai Kakakmu dan begitupun sebaliknya. Aku harap kamu bisa melupakanku dan membuka hati untuk orang lain,'' ucap Cindhi menatap Galang dengan tatapan memohonnya.


Galang yang di tatap seperti itu merasa tidak tega kepada Cindhi. Ia pun menghembuskan nafas panjangnya.


''Baiklah jika itu yang kamu mau. Aku akan berusaha melupakanmu dan kebersamaan kita,'' ucap Galang setengah hati mengiyakan ucapan Cindhi.


''Terima kasih Zel. Kamu lelaki terbaik yang pernah aku temui,'' ucap Cindhi tersenyum bahagia ke arah Galang.


Setelah selesai berbicara dari hati ke hati, Galang pun keluar dari kamar Cindhi dan bertepatan Ghazi pulang dari luar kota.


Galang yang belum ikhlas sepenuhnya akhirnya berbicara yang tidak-tidak kepada Ghazi sampai akhirnya mereka bertengkar hebat.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


''Shhh, aw,'' Galang merasa nyeri saat pipi dan sudut bibirnya di obati oleh Cindhi.


''Tahan Zel,'' ucap Cindhi dengan telaten mengobati bibir Cindhi.


Semua yang mereka lakukan tak luput dari pandangan Ghazi dari lantai atas. Ia benar-benar kecewa dengan apa yang di lakukan oleh kekasihnya di masa lalu.


''Setelah mengetahui semuanya, apa aku berhak memperjuangkan kamu Cin?'' batin Ghazi memilih masuk kembali kedalam kamarnya.


Ghazi berkali-kali menonjok dinding yang ada di kamarnya. Kecewa, jelas! Ia tidak menyangka kekasih pertamanya ternyata tidak lain dari wanita murahan.


Dulu saat ia mengetahui jika Cindhi mempunyai banyak kekasih ia mengira Cindhi hanya ingin bersenang-senang saja. Namun ternyata banyak fakta lain yang tidak ia ketahui.


Cindhi terlihat seperti wanita polos yang tidak tahu menahu tentang apa-apa. Namun di balik sikap polosnya, ternyata ia sudah melakukan hal di luar dugaan Ghazi.


''Aku membencimu Cin. Sungguh membencimu!'' ucap Ghazi dengan raut kekecewaan yang mendalam.


Ia masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di dalam bathup. Rasa lelah di hati dan fikirannya membuat ia tidak bisa berfikir jernih. Emosi yang sejak tadi ia bendung membuat dadanya terasa nyeri.


Di lantai dasar Mama Mayang baru saja tiba di rumah setelah bertemu dengan teman-teman sosialitanya. Ia syok saat melihat anak bungsunya yang sudah babak belur.


''Astagaa, ini kenapa Lang. Siapa yang lakuin ini semua?'' tanya Mama Mayang panik.


''Aku nggak pa-pa Ma. Mama nggak usah khawatir,'' ucap Galang.


''Siapa yang melakukan ini semua, siapa Lang?'' tanya Mama Mayang kembali.


''Kakak Ma. Tapi Mama tenang aja. Ini semua hanya salah paham kok. Kakak pasti nggak berniat melakukan semua ini,'' ucap Galang sambil menatap Mamanya yang terlihat panik.


''Kakak kamu? Jadi ini semua ulah Kakak kamu. Astaga, sebenarnya apa yang ada di fikiran Ghazi. Kenapa ia sampai tega melakukan ini semua pada adiknya,'' ucap Mama Mayang sambil memijat kepalanya.


*

__ADS_1


Tambah gemes nggak sih sama Galang alias Hazel guys?


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2