
''Kamu ngapain disini Cin, kamu jadi pelayan?'' tanya Kenan menatap penampilan Cindhi dari atas hingga bawah. Cindhi pun tak bisa berkata apa-apa, ia hanya menganggukkan kepalanya pelan.
''Kok bisa?'' tanya Kenan lagi. Ia heran kenapa kekasihnya itu bisa menjadi pelayan di restoran ini.
''Ya bisa, buktinya aku disini,'' ujar Cindhi.
''Apa kamu malu karna aku seorang pelayan?'' tanya Cindhi menatap Kenan lekad.
''Aku nggak malu! Aku hanya heran saja kenapa kamu jadi pelayan, sementara kamu menghilang begitu saja di hidupku,'' ujar Kenan.
''Aku nggak menghilang Ken, Ponsel aku rusak jadi aku tidak bisa menghubungimu,'' ucap Cindhi beralasan.
''Kamu tau, aku mencarimu selama ini Cin. Aku rindu sama kamu,'' ucap Kenan langsung memeluk tubuh Cindhi.
''Lepas Ken! Jangan begini, ini di tempat umum,'' ucap Cindhi berusaha melepaskan pelukan Kenan.
''Keluar dari sini, aku akan menanggung semua biaya hidup kamu. Aku akan menikahi kamu,'' ucap Kenan serius sambil menggenggam tangan Cindhi.
''Maaf Ken, aku nggak bisa. Aku harus tetap kerja disini,'' tolak Cindhi.
''Kenapa? Aku akan menikahimu. Kamu tidak perlu capek-capek bekerja Cin. Aku akan belikan semua yang kamu inginkan,'' ucap Kenan.
''A ak aku sudah menikah,'' ucap Cindhi lirih.
''Apa?!! Jadi kamu khianati aku Cin?'' Kenan meraup wajahnya dengan kasar. Selama 1 tahun lebih ia mencoba mencari Cindhi dan setia pada hubungannya. Namun Cindhi malah menikah dengan orang lain.
''Maaf Ken. A aku menikah dengan saudara jauhku yang ada di Indo,'' ucap Cindhi.
''Bagaimana bisa? Terus kenapa kamu bekerja di sini jika suamimu orang Indonesia?'' tanya Kenan masih penasaran dengan cerita Cindhi.
''Ceritanya panjang Ken. Aku tidak bisa menceritakan sekarang. Kamu mau pesan apa?'' tanya Cindhi mengalihkan pembicaraan.
Kenan pun memesan 2 menu favorite yang ada di restoran itu. Setelah makanan itu sudah di depan mata, Kenan mengajak Cindhi untuk makan bersama.
''Ayolah Cin, jangan menolak rezeki. Aku masih penasaran dengan ceritamu tadi,'' ucap Kenan memaksa Cindhi untuk makan bersamanya. Ia ingin tau kenapa Cindhi bisa mengkhianatinya. Padahal selama ini ia sangat mencintai gadis yang ada di depannya ini.
Cindhi pun akhirnya mau menemani Kenan makan.
__ADS_1
''Ceritakan dari awal. Aku janji aku tidak akan marah,'' ucap Kenan.
Cindhi pun menceritakan sejujur-jujurnya kepada Kenan tentang masalah yang di hadapinya. Mulai dari perusahaan ayahnya bangkrut, ayahnya meninggal sampai ia harus tinggal bersama saudara jauhnya yang ada di Jakarta. Ia pun juga menceritakan tentang cinta segitiga antara ia dan kedua saudaranya.
''Jadi kamu nikah siri sama saudaramu itu?'' tanya Kenan memastikan. Cindhi hanya menganggukkan kepalanya.
''Orang tua mereka tidak setuju dengan hubungan kalian dan kamu di buang di negara xx di kota kecil itu?'' tanya Kenan kembali. Cindhi pun lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya.
''Kurang ajar!!''Kenan mengepalkan tangannya erat. Ia tidak menyangka kehidupan kekasihnya akan sepahit ini.
''Cin aku mohon ikutlah bersamaku. Aku akan melindungimu,'' ucap Kenan serius.
''Tapi Ken----
''Nggak ada penolakan Cin. Aku benar-benar akan melindungimu. Aku masih mencintaimu Cindhi,'' ujar Kenan.
''Tapi Maaf Ken. Aku tidak bisa membalas perasaanmu itu, aku akan tetap setia kepada suamiku,'' ucap Cindhi dengan mata berkaca-kaca.
''Tidak masalah Cin. Aku tidak mengharap balasan cintamu karna saat ini kamu istri orang. Aku hanya ingin melindungimu. Ikutlah denganku, aku akan mengajakmu bekerja di perusahaanku,'' ucap Kenan.
''Makasih Ken. Aku minta maaf karna telah melukai hatimu,''ucap Cindhi dengan air mata yang menetes di pipinya.
*
Sementara di negara lain Ghazi benar-benar kehilangan jejak sang istri. Ia mencari rekaman Cctv yang ada di rumahnya namun ia tidak mendapat kecurigaan apapun.
''Kamu kemana sih Cin, kamu membuat aku khawatir,'' gumam Ghazi sambil melihat rekaman Cctvnya.
Setelah tidak menemukan petunjuk apapun. Ia pun keluar dari kamar dengan wajah kalutnya. Tanpa sengaja ia bertemu sang Papa yang tengah menaiki anak tangga.
''Mau kemana Zi?'' tanya Papa Leo.
''Apa Papa tau kemana Cindhi pergi? Sudah 4 hari ini Cindhi tidak pulang Pa,'' ucap Ghazi tanpa menindahkan pertanyaan Papanya.
Papa Leo hanya mengedikkan bahunya. ''Papa tidak tau,'' ucap Papa Leo. Ghazi pun tidak menaruh curiga apapun kepada Papanya ia segera melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
''Mau kamu cari kemanapun, kamu tidak akan pernah menemukan Cindhi Zi. Karna Cindhi sudah ada di tempat yang aman,'' batin Papa Leo menatap Ghazi yang sudah sampai di lantai dasar. Ia pun tersenyum jahat dalam hatinya.
__ADS_1
*
Hari ini Mama Mayang baru sembuh dari sakitnya. Ia berharap Cindhi sudah di temukan. Namun harapannya hanya tinggal harapan. Cindhi sampai saat ini belum juga di temukan.
''Kamu kemana Nak? Kenapa kamu menghilang begitu saja, sebenarnya kamu pergi kemana?'' gumam Mama Mayang sedih memikirkan Cindhi.
''Kembalilah Cin. Tante akan merestui hubungan kamu dengan Ghazi. Kalian memang tidak bisa di pisahkan,'' gumamnya lagi.
Tok tok tok.
Pintu kamar Mama Mayang di ketuk dari luar. Mama Mayang yang masih lemas hanya menyuruh seseorang itu masuk ke dalam kamarnya.
Ceklek.
''Kamu sudah sembuh May?'' tanya Papa Leo mendekat ke arah Mama Mayang.
''Sudah mendingan,'' ujar Mama Mayang.
''Bagaimana dengan perjodohan Ghazi, keluarga Ayumi sudah tidak sabar ingin menikahkan mereka,'' ucap Papa Leo.
''Entahlah Mas. Aku nurut saja dengan Ghazi,'' ucap Mama Mayang.
''Kok gitu sih May. Kamu itu harus punya ketegasan dong sama dia. Kalau kamu cuma nurut-nurut aja yang ada Ghazi jadi perjaka tua,'' ujar Papa Leo.
''Kata Ghazi dia sudah menikah dengan Cindhi Mas. Kenapa kamu masih ngotot ingin menjodohkan mereka?'' tanya Mama Mayang menatap tajam ke arah Papa Leo.
''Kamu percaya dengan ucapan Ghazi? Dia hanya bohong agar kamu merestui hubungannya dengan Cindhi. Agar dia bisa menolak perjodohan ini May,'' ucap Papa Leo masih kekeh pada pendiriannya.
''Saat ini aku belum bisa berfikir jernih Mas. Aku masih memikirkan Cindhi yang hilang dan sampai saat ini belum di temukan,'' ujar Mama Mayang bangkit dari duduknya dan meninggalkan Papa Leo yang masih duduk di tempatnya.
''Kalian tidak akan pernah menemukan gadis itu. Karna aku sudah membuangnya di tempat yang jauh, dan perjodohan ini harus tetap di lanjutkan karna ini akan sangat menguntungkan di perusahaan yang selama ini susah payah aku bangun,'' batin Papa Leo.
*
*
Jangan lupa tinggalakan jejak kawan.
__ADS_1
Lope yu pulllll guyssss