SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 28


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, mereka pun telah sampai di halaman rumah milik Ghazi. Ghazi dan Cindhi segera turun dari mobilnya.


''Lex, tolong bawa barang-barangnya ya,'' ucap Ghazi memulai dramanya.


''Baik Pak,'' Alex mengangguk. Kemudian ia membuka bagasi mobil untuk mengambil barang-barang yang di bawa oleh bosnya itu.


Ghazi dan Cindhi masuk ke dalam rumah. Di rumah itu terlihat sangat sepi.


''Ma, Mama,'' panggil Ghazi, namun Mama Mayang tidak menyahut. Tiba-tiba Bibi berjalan mendekat dari arah dapur.


''Maaf Den, Nyonya nggak ada di rumah. Beliau ada arisan dengan teman-temannya,'' ucap Bibi.


''Oh ya udah kalau gitu Bi. Aku mau langsung istirahat aja kalau gitu,'' ucap Ghazi.


''Aku ke kamar dulu ya. Kamu juga cepat istirahat,'' ujar Ghazi berlalu dari hadapan Cindhi. Tidak ada kecupan atau ucapan yang romantis. Cindhi tau jika lelaki yang menjadi suaminya saat ini sedang melakukan dramanya karna ada Bibi di hadapannya.


''Aku juga mau istirahat Bi,'' pamit Cindhi masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.


''Syukurlah aku bisa mengistirahatkan tubuhku. Rasanya tubuhku benar-benar remuk. Kak Ghazi mainnya kasar banget, bolak balik minta jatah lagi,'' gumamnya. Tidak lama kemudian, Cindhi pun terlelap dalam tidurnya.


Berkali-kali Ghazi menghubungi Cindhi, namun Cindhi tidak dengar jika ponselnya berdering. Ia pun masih terlelap dalam tidurnya membuat Ghazi menggeram kesal.


''Baru aja berpisah, udah nggak di angkat aja teleponku. Awas aja ya nanti malam,'' gerutu Ghazi. Ghazi penasaran dengan apa yang di lakukan oleh istrinya itu. Ia pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.


Tok tok tok.


Sesampainya di depan kamar Cindhi, Ghazi mengetuk pintu kamar itu, namun pintu itu pun tak kunjung di buka. Ghazi yang sudah pegal berdiri di depan pintu memutuskan untuk masuk begitu saja ke kamar Cindhi.

__ADS_1


''Ya ampun ternyata dia lagi molor,'' ucap Ghazi dengan berkacak pinggang. Melihat sang istri terlelap membuatnya juga merasakan kantuk. Ghazi pun ikut berbaring di samping Cindhi dan memeluk tubuh yang sudah 1 minggu ini ia miliki.


''Akhh Cin, kenapa wangimu bikin candu sih. Berada di dekatmu membuat juniorku langsung on saja,'' ucap Ghazi yang merasakan panas dingin di dekat Cindhi. Namun Ghazi tidak ingin membuat tidur sang istri terganggu. Ia lebih memilih berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan olah raganya bersama kelima jarinya.


''Akhh akhirnya,,,'' ia pun bernafas lega saat sesuatu yang ada di dalam tubuhnya bisa ia keluarkan.


Setelah tuntas, Ghazi pun kembali berbaring di dekat Cindhi.


Jam pun menunjukkan pukul 5 sore, mereka yang sudah hampir 3 jam tidur pun akhirnya terbangun.


''Hoamm,'' berkali-kali ia menguap, Cindhi belum sadar jika di sampingnya ada seseorang yang tengah memeluknya.


''Aduhh, kenapa tubuhku rasanya seperti tertimpa beban berat sih,'' ucap Cindhi di dalam hatinya. Cindhi pun akhirnya membuka matanya dan ----


''Kak Ghazi!!'' pekik Cindhi membuat Ghazi langsung terbangun dari tidurnya.


''Apa sih Cin, kenapa kamu berisik sekali,'' gerutu Ghazi yang terlihat kesal karna Cindhi mengganggu tidurnya.


''Biarin. Orang kita udah nikah kok. Kan sah-sah aja jika kita satu kamar,'' ucap Ghazi santai.


''Tapi Tante Mayang kan belum tau. Kita juga tidak punya bukti kalau kita sudah menikah,'' ucap Cindhi.


''Udahlah Cinta, kamu nggak usah khawatir gitu. Mama nggak bakal tau. Biarin aku tidur bentar aja sambil peluk kamu,'' ucap Ghazi menarik tubuh Cindhi agar menghadap ke arahnya.


''Nggak usah macem-macem ya Kak. Ini udah sore, waktunya mandi,'' ucap Cindhi harap-harap cemas jika suaminya itu akan meminta haknya kembali.


''Gimana kalau kita mandi bareng. Aku pengen melakukannya di dalam kamar mandi,'' ucap Ghazi tersenyum licik ke arah Cindhi.


''Kan bener apa dugaanku. Dasar Kak Ghazi nggak ada capek-capeknya main celap celup,'' batin Cindhi.

__ADS_1


''Enggak! Aku mau mandi dengan tenang Kak. Kakak mending kembali ke kamar Kakak sendiri sebelum Tante Mayang pulang. Cepet sana!!'' Cindhi menarik tangan Ghazi agar bangun dari ranjangnya namun Ghazi malah menggendong Cindhi masuk ke dalam kamar mandi.


''Akkkkhhhh, Kakak udah gila ya!!'' Cindhi berkali-kali memukul pundak Ghazi, namun Ghazi tetap menggendong tubuh Cindhi sampai di kamar mandi.


''Menolak ajakan suami dosa Cin,'' ucap Ghazi sambil melepaskan semua pakaiannya. Cindhi yang melihat dada bidang dan perut sixpack milik Ghazi pun langsung memalingkan wajahnya. Ia benar-benar tidak bisa menahan jika sudah melihat roti sobek di bagian perut Ghazi.


Ghazi menuntun tangan Cindhi agar meraba dadanya. Jantung Cindhi sudah tidak bisa terkontrol lagi. Tergoda? Jelas! Hampir semua wanita ingin mempunyai pasangan yang hampir sempurna seperti Ghazi ini. Tampan, kaya, dan tak lupa ia memiliki tubuh yang sangat ideal.


''Semua ini milikmu Cinta,'' ucap Ghazi lalu mencium bibir Cindhi dengan lembut dan penuh kasih sayang. Cindhi pun terbuai dengan ciuman Ghazi. Ia tak sadar jika saat ini ia sudah tidak berpakaian lagi.


Ghazi melepaskan ciuman itu, kemudian ia membalikkan tubuh Cindhi agar membelakanginya. Sesaat dua raga itupun menjadi satu. L*nguhan d*sahan memenuhi kamar mandi itu.


''Sebut namaku Cinta,'' ucap Ghazi di sela-sela ia memompa.


''Zi,,, akhh,,,''


Hampir setengah jam mereka melakukannya di dalam kamar mandi. Ghazi pun lalu menggendong tubuh Cindhi ke atas ranjang. Ia pun melanjutkan pompa memompa di atas tubuh sang istri.


''Akhhhh,'' Ghazi pun tumbang di samping tubuh sang istri. Entah berapa kali dalam seminggu ini ia menanam benih di dalam rahim sang istri.


''Terima kasih Cinta,'' Ghazi mencium kening sang istri yang di penuhi peluh. Cindhi memejamkan matanya karna ia benar-benar sangat lelah. Entah mengapa tenaganya tidak sebanding dengan tenaga sang suami. Jika suaminya kuat satu jam ia hanya kuat 20 menitan saja. Setelah itu tubuhnya terasa sangat lemas tak berdaya.


''Apa aku harus meminum jamu agar bisa mengimbangi suamiku. Aku nggak mau jika Kak Ghazi tergoda dengan wanita di luaran sana yang bisa memuaskannya dengan durasi yang lama. Apalagi sekarang banyak para suami yang selingkuh gara-gara kurang jatah dari istrinya dan ia mencari kepuasan di luar rumah,'' batin Cindhi.


Beberapa hari yang lalu saat ia berdiam diri di apartemen sang suami, ia melihat sebuah iklan di medsosnya yang mempromosikan tentang jamu yang membuat wanita tidak cepat lelah saat berhubungan. Ia pun pernah melihat berita-berita di televisi yang berisi suami selingkuh gara-gara kurang jatah dari istrinya. Cindhi tidak mau itu terjadi dalam rumah tangganya.


*


*

__ADS_1


Maaf untuk beberapa hari ini nggak bisa update ya guys.


__ADS_2