SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 18


__ADS_3

Brakkkkk.


Pintu di tutup dengan sedikit kencang hingga Alex terlonjak kaget.


''Astaga, dasar wanita. Untung dia cantik, kalau tidak udah aku marahi tuh si Cindhi,'' omel Alex sambil memegang dadanya yang kaget.


Cindhi segera kembali ke ruangannya kembali. Ia segera membuka ponselnya dan mencari nomor ponsel milik Ghazi.


''Centang satu,'' gumamnya saat ia mengirim pesan pada Ghazi.


''Lhoh, fotonya juga nggak ada. Sepertinya nomorku di blokir sama Kak Ghazi,'' ucap Cindhi yang bolak balik menekan foto profil milik Ghazi namun foto itu sudah tidak ada di sana.


''Gara-gara cincin sialan ini aku kena marah, di tinggal dan sekarang di blokir sama pacar sendiri. Aduhh kenapa sih nasibku begini amat,'' gerutu Cindhi.


Cindhi pun memikirkan bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan Ghazi tanpa sepengetahuan Ghazi.


''Apa aku susul kesana aja ya. Tapi kalau sampai di sana aku di usir dan di suruh pulang sendiri gimana. Kak Ghazi kan orangnya tegaan. Apalagi kalau udah marah kek gini,'' ucap Cindhi membuang nafasnya dengan kasar.


Di sebuah apartement mewah, Ghazi tengah merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Ia menatap langit-langit apartemen milik sahabatnya itu.


''Wajahnya kusut bener, kayak lagi putus cinta aja,'' ujar Dandi meletakkan minuman botol di atas meja.


''Huh,'' Ghazi menghembuskan nafas panjangnya.


''Kenapa? Cerita dong! Nggak biasanya kamu datang ke apartemenku kayak gini kalau nggak ada masalah,'' ucap Dandi dengan setia menunggu Ghazi membuka suaranya.


''Kelamaan! Nunggu kamu ngomong sampai mau berbuah nih pohon,'' celetuk Dandi bangkit dari duduknya.


''Apa aku tidak pantas bersanding dengan Cindhi?'' tanya Ghazi membuat Dandi menghentikan langkahnya.


''Maksud kamu?'' tanya Dandi yang belum paham dengan maksud Ghazi.


''Aku mencintai Cindhi, saudara jauh yang pernah kamu temui di rumahku,'' ucap Ghazi setengah malu mengatakannya. Pasalnya dulu ia ogah-ogahan dengan Cindhi. Namun sekarang ia malah bucin tingkat dewa dengan saudaranya itu.


''Apa?! Aku nggak salah denger kan?'' tanya Dandi memastikan. Ghazi hanya menatap Dandi dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


''Beneran kamu demen sama tuh cewek? Ya ampun Zi, sumpah ya aku bener-bener nggak percaya,'' ujar Dandi menggeleng-gelengkan kepalanya.


''Aku butuh solusi, jangan malah kebanyakan ngeb*cot deh,'' ujar Ghazi melempar bantal sofa ke arah Dandi.


''Emm,'' Dandi berfikir sejenak. ''Ya sebenarnya kamu nggak salah demen sama dia, kan katamu dia saudara jauh Zi, jadi boleh-boleh aja kan,'' ujar Dandi.


''Pasalnya Cindhi cewek Galang saat di LN. Cindhi udah bolak balik putusin Galang tapi Galangnya nggak mau. Dan apa kamu tau kalau Galang balik ke Jakarta belum lama ini? Dan dia akan kembali ke LN membawa Cindhi,'' ujar Ghazi menghembuskan nafasnya panjang.


''Waoww, Cindhi pacarnya Galang dan berarti kamu mencintai pacar adik kamu sendiri dong. Tapi aku penasaran dengan Cindhi. Kalau Cindhi gimana perasaannya ke kamu?'' tanya Dandi sambil membuka tutup botol minuman dan meminumnya.


''Aku,,,aku sama dia sepasang kekasih,'' ujar Ghazi.


Uhuk uhuk uhuk. Dandi tersedak saat mendengar ucapan Ghazi.


''Kamu nggak usah bercanda deh Zi. Bercandamu nggak lucu,'' ujar Dandi yang tidak percaya dengan ucapan Ghazi.


''Aku serius! Aku sama dia sudah lama berhubungan. Aku jatuh hati dengannya saat ia pertama kali kerja di tempatku. Dan saat itulah aku memutuskan hubungannya dengan semua kekasihnya. Aku melempar ponselnya dari ruanganku ke jendela, sampai akhirnya ia tidak bisa menghubungi kekasih-kekasihnya lagi,'' ujar Ghazi.


''Kekasih-kekasihnya? Memangnya berapa kekasih Cindhi?'' tanya Dandi penasaran.


Prok prok prokkk. Dandi bertepuk tangan dengan semangat. ''Amazing, sungguh di luar dugaan. Cindhi ternyata suhu ya, aku kira dia masih polos,'' ujar Dandi.


''Aku harus gimana Dan, aku bingung, aku pusing,'' ujar Ghazi mengacak rambutnya dengan kasar.


''Berjuanglah, kan udah jelas-jelas Cindhi pilih kamu. Dia cintanya sama kamu,'' ujar Dandi.


''Nggak semudah itu. Mama terus terusan menyuruh Cindhi ikut bersama Galang ke LN. Mama hanya tau kalau Cindhi kekasih Galang bukan kekasihku Dan,'' ujar Ghazi.


''Ya udah beritahu Tante Mayang dan Galang kalau kalian punya hubungan, beres kan,'' ucap Dandi.


Ghazi menghembuskan nafas panjangnya berkali-kali. ''Niatku juga seperti itu, tapi Cindhi lebih dulu membuatku kecewa karna dia memakai cincin pemberian Galang. Bahkan cincin itu tidak bisa di lepas dari jarinya,'' ujar Ghazi.


''Kok bisa?'' tanya Dandi.


''Cindhi mengira cincin itu dariku karna di cincin itu ber inisial G. Dia memakai cincin itu begitu saja,'' ujar Ghazi.

__ADS_1


''Apa jangan-jangan Cindhi sebenarnya masih punya rasa dengan Galang, dan sebenarnya selama ini mereka bermain di belakangmu,'' ujar Dandi membuat Ghazi menatapnya tajam.


''Hehehe, bercanda bro. Tapi mungkin Cindhi memang mengira cincin itu dari kamu deh,'' ucap Dandi.


''Aku sebenarnya juga merasa jika Cindhi tidak berbohong. Tapi saat aku melihat cincin di jari manisnya hatiku tiba-tiba merasa sakit Dan,'' ucap Ghazi.


''Udahlah, cuma masalah cincin kan. Sekarang kamu harus lebih berjuang lagi demi Cindhi. Masa iya kamu kalah sama adikmu,'' ucap Dandi menyemangati sekaligus meledek sahabatnya itu.


*


Hari pun silih berganti namun Ghazi belum pulang dari kota B. Setiap hari Cindhi hanya bisa mendengar suara Ghazi dari balik telepon milik Alex karna nomor ponselnya masih di blokir oleh Ghazi. Bahkan Ghazi tidak ingin mendengar suara Cindhi. Jika saat menelpon Alex ia mendengar suara Cindhi, ponsel itupun langsung di matikan oleh Ghazi.


''Kak Ghazi beneran tega deh! Dia bener-bener nggak mau hubungi aku,'' gerutu Cindhi di dalam ruangannya.


Sudah 3 hari ini ia melewati hari-harinya tanpa Ghazi. Harinya terasa hampa karna tidak ada pujaan hati di sampingnya.


Di lain tempat, Ghazi tengah bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta sore ini.


Dalam hati kecilnya sebenarnya ia sangat rindu dengan Cindhi. Namun egonya mengalahkan segalanya. Ia lebih memilih fokus pada pekerjaannya untuk mengalihkan nama Cindhi di fikirannya.


''Aku harus minta maaf kepada Cindhi. Pasti saat ini dia uring-uringan karna nomornya aku blok. Aku nggak mau karna masalah seperti ini hubungan kami berakhir. Aku akan memperjuangkan hubungan ini. Tunggu aku cinta,'' batin Ghazi di dalam hati.


*


Jangan lupa tinggalkan jejak ya man teman.


Maaf kalau jarang update.


Masih terbawa suasana lebaran, jadi masih males mau ngetik, hehehe.


Doain semoga rasa malas ini segera keluar dari tubuhku ini ya bestie.


Heheheh.


See you next episode guys.

__ADS_1


__ADS_2