SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 30


__ADS_3

Hari pun telah berganti, hari ini Ghazi akan menjemput Papa Leo ke Bandara di temani oleh Alex dan Cindhi. Ia tak mau berangkat jika tidak di temani oleh istrinya. Sebenarnya sejak tadi Ghazi tidak ingin menjemput Papanya. Namun berkat Mama Mayang yang memaksanya dan Cindhi yang akan ikut dengannya, akhirnya Ghazi mau menjemput sang Papa.


''Kenapa aku jadi deg-deg an gini ya,'' batin Cindhi memegang dadanya yang di rasa tidak biasa.


Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di Bandara. Ghazi pun memilih menunggu sang Papa di mobil.


''Pak Ghazi beneran nggak ikut ke dalam?'' tanya Alex saat menghentikan mobilnya.


''Aku lelah, aku akan menunggunya disini dengan Cindhi,'' ujar Ghazi.


''Tapi Kak----''


''Biarkan Alex yang menjemput Papa di dalam,'' ucap Ghazi yang tidak ingin di bantah.


Alex pun mengangguk, ia segera keluar dari mobil menuju ruang penjemputan.


''Kenapa Kak Ghazi nggak ikut masuk?'' tanya Cindhi penasaran karna Ghazi seperti tidak bersemangat saat akan bertemu dengan sang Papa.


''Nggak pa-pa. Aku hanya lelah Cinta,'' ujar Ghazi sambil memejamkan matanya.


''Kak Ghazi ada masalah?'' tanya Cindhi


''Enggak!'' ucapnya tanpa menoleh ke arah sang istri. Cindhi jelas curiga dengan sikap Ghazi yang tidak seperti biasanya.


FLASHBACK ON


Malam itu saat Ghazi ingin memejamkan matanya. Tiba-tiba ponselnya pun berdering. Ghazi dengan malas meraih ponsel yang berada di atas nakas dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


''Papa,'' gumam Ghazi.


Tanpa berlama-lama ia pun menggeser tombol hijau yang ada di layar itu.


''Halo pa, ada apa?'' tanya Ghazi langsung to the point.


''Besok pagi Papa akan terbang ke Jakarta. Besok malam kamu harus memepersiapkan diri, karna besok malam itu adalah hari pertunangan kamu dengan Ayumi,'' ujar sang Papa.


''Tapi Pa----''belum sempat Ghazi melanjutkan ucapannya, Papa Leo sudah memotongnya.


''Oh iya Zi. Papa harap kamu tidak mengecewakan Papa karna keluarga Ayumi sudah membantu keluarga kita banyak Zi,'' ucap Papa Leo.


''Tapi Pa----'' namun lagi-lagi ucapan Ghazi di potong oleh sang Papa.


''Jangan lupa belilah cincin mahal untuk pertunanganmu. Papa akan mentransfer sejumlah uang buat acara pertunangan itu,'' ujar sang Papa lagi.


''Pa, ada sesuatu yang ingin Ghazi katakan,'' ujar Ghazi dengan nada tinggi karna ia kesal kepada sang Papa.

__ADS_1


''Maaf Zi, Papa harus meeting sekarang. Kita bisa bicara di rumah besok,'' ujar Papa Leo langsung memutuskan sambungan telepon.


''Akhhhhhhh,'' Ghazi langsung melempar ponselnya asal. Ia sama sekali tidak di berikan kesempatan untuk berbicara.


FLASHBACK OFF


Alex dan Papa Leo sudah berjalan mendekat ke arah mobil. Cindhi pun langsung membangunkan Ghazi yang hanya pura-pura tidur.


''Kak Om Leo tuh,'' ucap Cindhi. Ghazi pun langsung membuka matanya. Ia segera turun dari mobil.


''Halo anak Papa,'' sapa Papa Leo sambil menepuk pundak Ghazi dengan pelan.


''Kita bisa langsung pulang kan?'' tanya Ghazi tanpa ingin membalas sapaan Papanya.


''Tentu Nak,'' ucap sang Papa bergegas masuk dan duduk di kursi belakang.


''Biarkan aku yang menyetir Lex,'' ucap Ghazi masuk dan duduk di kursi kemudi.


Alex hanya mengangguk, ia tau jika bosnya itu tidak rela jika istrinya duduk di samping lelaki lain. Walaupun itu papanya sendiri.


Cindhi pun memilih duduk di samping kursi kemudi setelah ia menyapa mertuanya itu.


''Kenapa kamu lebih memilih mengendarai mobilmu sendiri Zi, kan disini ada Alex,'' ujar Papa Leo.


''Ya nggak pa-pa. Sekalian olah raga,'' ujar Ghazi beralasan. Ia pun melirik ke kiri, di mana sang istri berada.


''Tolong bawakan barang-barangku ya Lex,'' ucap Papa Leo.


''Baik Tuan,'' ucap Alex langsung membuka bagasi dan mengambil semua barang bawaan Tuan besarnya.


Ghazi, Cindhi dan Papa Leo sampai di ruang keluarga. Ghazi pun langsung mendaratkan bokongnya di atas sofa.


''Mamamu kemana?'' tanya Papa Leo yang tidak melihat mantan istrinya.


''Mungkin Mama pergi bersama teman-temannya,'' ujar Ghazi.


''Mamamu tidak pernah berubah. Selalu saja tidak ingat rumah,'' ucap Papa Leo.


''Pa, sebenarnya ada yang ingin Ghazi katakan kepada Papa,'' ucap Ghazi menatap sang Papa dengan serius.


''Katakan, sepertinya sangat penting,'' ucap Papa Leo memperbaiki posisi duduknya. Ia pun menatap Ghazi dengan penasaran.


''Aku ingin membatalkan pertunangan ini Pa,'' ucap Ghazi dengan mantap.


''Alasannya?'' tanya Papa Leo yang masih menatap sang anak dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


''Aku punya calon sendiri, dan yang pasti kami sudah saling mencintai,'' ucap Ghazi menatap Cindhi sejenak, lalu ia beralih menatap sang Papa.


Hahahaha.


Tawa Papa Leo pecah. Ghazi mengerutkan keningnya karna reaksi Papa Leo di luar dugaannya.


''Kenapa kamu sangat lucu sekali sih Zi,'' ucap Papa Leo sambil menghapus air yang ada di sudut matanya.


''Apa Papa kira aku sedang bercanda? Aku serius Pa,'' ucap Ghazi kesal sendiri karna Papanya menganggap ia bercanda.


''Tapi semuanya sudah terlanjur Zi. Kamu sudah menerima perjodohan ini. Jadi kamu harus menikah dengan Ayumi,'' ucap Papa Leo berubah serius.


Saat mereka mengobrol serius, tiba-tiba Mama Mayang datang dengan membawa beberapa kantong plastik.


''Eh, kamu sudah tiba Mas?'' tanya Mama Mayang kaget karna mantan suaminya itu sudah tiba lebih dulu daripada dirinya.


''Kamu tidak pernah berubah ya May. Masih saja seneng kelayapan, ingat umur May,'' ejek Papa Leo.


''Aku keluar untuk belanja keperluan dapur Mas, bukan kelayapan,'' ucap Mama Mayang kesal karna di anggap kelayapan oleh mantan suaminya.


''Cin tolong bawa ke dapur ya. Dan bantu Bibi untuk menyiapkan makan malam kita,'' ujar Mama Mayang kepada Cindhi. Cindhi pun heran kepada tantenya itu, tidak biasanya tante Mayang menyuruh ia membantu di dapur.


''Baik Tan,'' Cindhi meraih kantong plastik yang di bawa oleh Tante Mayang lalu beranjak ke dapur.


Saat Cindhi berjalan meninggalkan ruang keluarga, Mama Mayang pun langsung mendaratkan bokongnya di kursi tempat Cindhi duduk tadi.


''Sepertinya kalian tadi bicara serius,'' ucap Mama Mayang.


Papa Leo pun menghembuskan nafasnya dengan kasar.


''Ghazi membatalkan pertunangannya dengan Ayumi,'' ujar Papa Leo merasa kecewa.


''Apa itu benar Zi, tapi kenapa?'' tanya Mama Mayang yang saat ini berganti menatap anak sulungnya.


''Aku punya pilihan sendiri Ma,'' ujar Ghazi.


''Tapi kenapa kamu baru bilang. Kenapa tidak dari awal-awal, apa kamu mau mempermalukan keluargamu?'' tanya Mama Mayang yang sudah merasa emosi.


''Nggak gitu Ma. Saat itu hubunganku dengan dia tidak baik-baik saja. Jadi aku mengiyakan begitu saja perjodohan itu,'' ucap Ghazi.


''Terus?'' tanya Mama Mayang masih penasaran dengan ucapan Ghazi.


''Ya hubunganku sekarang dengan dia sudah membaik. Dan aku ingin menikah dengannya bukan dengan Ayumi,'' ucap Ghazi mantap.


*

__ADS_1


*


__ADS_2