SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 39


__ADS_3

Malam pun telah tiba. Galang sudah terlihat rapi dengan setelah jas berwarna hitam. Ia pun segera turun dari kamarnya yang berada di lantai atas. Di bawah Mama Mayang dan Papa Leo sudah menunggu Galang.


''Lihatlah anak didikanku. Dia sangat manis dan penurut. Coba bedakan dengan anak didikanmu yang selalu membangkang itu,'' ucap Papa Leo di dekat Mama Mayang.


''Tapi aku bangga dengan Ghazi yang tidak goyah dengan ancaman kamu. Dia anak baik, aku malah merasa berhasil karna dia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab,'' ucap Mama Mayang.


''Sekarang dia masih bisa hidup karna masih pegang uang. Coba bayangkan beberapa bulan lagi, dia tidak berfikir sampai sana. Dia lebih memilih wanita yang entah asal usulnya demi perusahaan dan jabatannya,'' ejek Papa Leo membuat Mama Mayang geram.


''Cindhi punya nama dan dia saudara aku Mas. Kenapa kamu bicara seperti itu!!'' bentak Mama Mayang.


Sesampainya di lantai dasar Galang segera mendekat ke Mama Papanya yang terlihat adu mulut.


''Pa, Ma,'' sapa Galang.


''Gimana Lang, sudah siap?'' tanya Papa Leo.


''Siap nggak siap harus siap dong Pa. Bukankah ini yang terbaik untuk Galang,'' ucap Galang membuat Papa Leo semakin bangga kepadanya.


Mereka pun segera berangkat ke rumah Ayumi. Terlihat dengan jelas gurat kebahagiaan di wajah sang Papa.


''Semoga saja wanitanya tidak jelek-jelek amat,'' batin Galang.


Sesampainya di kediaman Ayumi mereka pun segera turun, rumah mewah 3 lantai dengan gaya Eropa itu membuat mata Galang merasa takjub.


''Pasti ini bukan orang sembarangan,'' batin Galang.


Papa Leo pun mengajak Mama Mayang dan Galang masuk. Di depan pintu sudah ada dua orang yang menyambut mereka.


''Silahkan Tuan, Nyonya. Tuan Daigo sudah menunggu anda,'' ucap salah satu asisten rumah tangga itu.


''Terima kasih,'' ucap Mama Mayang tersenyum ramah sebelum masuk ke dalam rumah itu.


Setelah sampai di ruang tamu, Tuan Daigo dan Nyonya Daigo menyambut tamu istimewa mereka.


''Selamat datang di rumah kami Tuan Leo, Nyonya Mayang, silahkan duduk,'' ucap Tuan Daigo dengan ramah.

__ADS_1


''Terima kasih Tuan,'' ucap Papa Leo.


''Dimana Ghazi?'' tanya Tuan Daigo yang tidak melihat Ghazi ikut dengan mereka.


''Em, sebelumnya saya mau minta maaf Tuan Daigo. Ghazi tidak bisa menikah dengan putri tunggal anda. Tapi jangan khawatir, adiknya Ghazi ini yang bersedia menikah dengan putri anda, namanya Galang,'' ucap Papa Leo mengenalkan Galang.


''Dia juga tidak kalah tampan,'' ucap Tuan Daigo dengan menatap wajah Galang.


Galang yang di tatap hanya tersenyum tipis.


''Oh iya, karna waktunya semakin malam, sebaiknya kita ke acara inti saja. Ma, tolong panggilkan Ayumi,'' ucap Tuan Daigo.


Nyonya Daigo pun langsung memanggil putri tunggalnya. sementara di ruang tamu mereka tengah berbincang-bincang.


''Pertunangan ini cukup di saksikan keluarga inti saja. Karna mengingat besok saya harus kembali ke negara C,'' ucap Tuan Daigo.


''Tidak masalah Tuan. Kami sekeluarga sangat senang karna Tuan masih mau menjodohkan anak Tuan dengan anak saya, ya walaupun harus di gantikan dengan anak saya yang kedua,'' ucap Papa Leo.


''Tidak apa-apa. Saya hanya ingin Ayumi mempunyai teman berbagi suka dan dukanya. Karna selama ini saya dan istri saya terlalu sibuk dengan pekerjaan kami,'' ujar Tuan Daigo. Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Nyonya Daigo dan Ayumi menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang tamu.


''Selamat Malam Om, Tante,'' sapa Ayumi yang terlihat sangat cantik dan menawan. Wajah blasteran dengan hidung mancung dan body yang tidak di ragukan lagi, membuat Galang menganga menatap Ayumi.


''Hazel?'' ucap Ayumi seperti mimpi bertemu dengan Hazel disini.


''Kamu bener Ayumi teman SMA ku?'' tanya Galang memastikan. Ayumi pun mengangguk dengan tersenyum malu.


''Kalian sudah saling kenal?'' tanya Tuan Daigo.


''Iya Tuan. Ayumi ini teman SMA ku dulu. Dari mulai kelas 1 sampai kelas 3 kami 1 kelas,'' ucap Galang.


''Wahh ternyata dunia ini sangat sempit ya. Syukurlah jika kalian sudah saling mengenal,'' ucap Papa Leo tersenyum bahagia.


''Ehm, Ayumi. Galang ini yang akan menggantikan Ghazi, kamu akan bertunangan dengannya malam ini,'' ucap Tuan Daigo.


''Benarkah?'' tanya Ayumi dengan wajah yang berbinar. Ayumi terlihat sangat senang saat Papanya mengatakan pertunangannya di gantikan oleh Galang. Ternyata, selama sekolah dulu Ayumi memang ada hati kepada Galang. Namun Ayumi sadar, Galang tidak mungkin melirik dirinya, karna saat sekolah Ayumi belum bisa berdandan cantik, beda dengan sekarang.

__ADS_1


''Kenapa kamu terlihat sangat bahagia?'' tanya Tuan Daigo menaik turunkan alisnya.


''Eh, enggak Pa. Aku hanya memastikan saja,'' ucap Ayumi langsung merubah ekspresi di wajahnya.


''Benarkah? Apa saat sekolah dulu Nak Galang ini yang sudah mencuri hatimu? Mama ingat, kamu pernah bicara sama Mama,'' ucap Nyonya Daigo tersenyum ke arah anak semata wayangnya.


''Mama!!'' wajah Ayumi terasa terbakar. Ia malu jika mengakui ia pernah ada rasa kepada Galang alias Hazel.


''Mama bercanda!'' ucap Mama Daigo. Sebenarnya Nyonya Daigo tau dari tatapan Ayumi jika anaknya itu mengagumi sosok yang ada di depannya saat ini.


''Sudah-sudah. Sebaiknya kita ke acara inti saja,'' ucap Tuan Daigo.


Papa Leo pun mengeluarkan cincin berlian yang akan di pasangkan Galang ke jari manisnya Ayumi. Galang pun merasa grogi saat tubuhnya dan tubuh Ayumi berdekatan.


''Ayumi, aku nggak nyangka kamu bisa secantik ini. Andai dari dulu kamu seperti ini, mungkin aku tidak tertarik dengan wanita lain,'' batin Galang menatap Ayumi dengan kagum.


''Ehm, sepertinya ada yang langsung jatuh cinta nih,'' ejek Papa Leo.


''Seharusnya kita langsung menikahkan mereka saja,'' ucap Tuan Daigo membuat Ayumi langsung menoleh ke arah sang Papa.


''Tapi ini sudah malam. Sangat sulit mencari penghulu jam segini,'' ucap Papa Daigo melanjutkan ucapannya dengan wajah mengejek ke arah Ayumi.


Ayumi pun menghela nafasnya dengan kasar. ''Papa buat jantungku lari maraton,'' gumamnya.


Setelah acara pertunangan mereka selesai. Saat ini Ayumi dan Galang berada di taman yang ada di dekat rumah Ayumi. Papa dan Mama Galang sudah pulang terlebih dahulu.


''Aku nggak nyangka akan menikah dengan kamu Ay,'' ucap Galang memecah keheningan.


''Aku juga,'' sahut Ayumi.


Galang menatap Ayumi yang berada di sampingnya. Ayumi yang di tatap pun menjadi salah tingkah. Apalagi yang menatapnya seperti itu adalah orang yang ia sukai.


''Jangan menatapku seperti itu Zel,'' ucap Ayumi memalingkan wajahnya.


''Kamu cantik Ay, kalau boleh pengen banget langsung aku bawa pulang,'' ucap Hazel menyibakkan rambut panjang Ayumi yang menutupi pipinya. Ayumi menjadi salah tingkah dengan perlakuan Hazel kepadanya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2