SATU ATAP DENGANMU

SATU ATAP DENGANMU
Eps 15


__ADS_3

''Ba baik Pak,'' ujar Alex berlalu menuju ke ruangannya.


''Kasihan lah Kak, masa Pak Alex digituin sih, padahal kan dia memang nggak tahu kalau kita lagi itu---'' ucap Cindhi menggantungkan kalimatnya.


''Biar dia kapok, salah siapa masuk ke ruangan CEO nggak Ketuk pintu dulu, aku ini atasannya di sini bukan temannya main,'' ujar Ghazi membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam diikuti dengan Cindhi di belakangnya.


''Iya, iya memang atasan selalu benar,'' gumam Cindhi saat berjalan di belakang Ghazi.


''Gimana proyek yang ada di kota B, lancar? Aku sampai lupa menanyakan ini waktu kamu datang dari kota B,'' ujar Ghazi.


''Aman Kak, untuk pembangunannya sudah mencapai sekitar 40%, dan sampai saat ini tidak ada masalah apapun,'' ucap Cindy.


''Tapi kalau Kakak mau meninjau ke sana Kakak bisa berangkat dengan Pak Alex, biar aku tentukan jadwalnya,'' ucapnya lagi.


''Kenapa harus dengan Alex, kenapa tidak sama kamu aja. Kamu kan juga asisten di sini. Bukankah malah enak ya pergi berdua sama kamu. Kita bisa menjernihkan otak di kota B, biar perusahaan Alex yang menghandle,'' ucap Ghazi.


''Kalau aku nurut aja sama Kakak sih Gimana baiknya, jadi kapan kita akan pergi ke kota B?'' tanya Cindhi.


''Gimana kalau lusa, Soalnya besok masih ada meeting dengan klien penting,'' ucap Ghazi.


''Beneran ini cuma berdua aja? Pak Alex nggak diajak gitu Kak?'' tanya Cindhi memastikan.


''Berdua aja, nanti kalau Alex ikut malah membuat kita pusing, tadi aja dia masuk ke ruanganku nggak ketuk pintu. Coba kalau ikut ke kota B apalagi yang akan dia lakukan. Apalagi kita pesannya cuma satu kamar pasti dia nanti akan syok melihatnya,'' ucap Ghazi tersenyum nakal.


''Ish,, mulai deh!'' gerutu Cindhi. Ia baru tahu jika kekasih hatinya itu mesum tingkat dewa.


*


''Jam pun menunjukkan pukul 04.00 sore, Cindhi dan Ghazi sudah membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang ke rumah. Namun tiba-tiba pintu diketuk dari luar, Cindhi dan Ghazi pun saling pandang, Mereka mengira jika yang mengetuk pintu itu adalah Alex. Tapi detik kemudian, pintu pun dibuka dari luar dan ternyata yang datang adalah Hazel.


''Hai Kak,'' sapanya sambil tersenyum ke arah Cindhi dan Ghazi.

__ADS_1


''Ngapain kamu ke sini?'' tanya Ghazi sambil mengerutkan keningnya pertanda penasaran.


''Aku mau menjemput Cindhi,'' ucap Hazel.


''Apa kamu Amnesia? aku dan Cindhi satu rumah kenapa kamu mesti menjemputnya?'' tanya Ghazi.


''Aku ingin mengajak nya ke suatu tempat, kamu mau kan Beib?'' tanya Hazel. Cindhi yang bingung menjawab apa langsung melirik ke arah Ghazi.


''Nggak bisa! setelah ini kita akan ada meeting lagi Lang,'' ucap Ghazi beralasan.


''Meeting? meeting apa? ini bahkan sudah jam pulang kerja Kak, Kakak nggak lagi berbohong kan?'' tanya Hazel dengan tatapan penuh selidik.


''Ngapain aku berbohong kepada bocah ingusan seperti kamu. Kita sedang sibuk, sebaiknya kamu pulang lagi ke rumah, pasti Mama sudah sibuk mencari anak kesayangannya,'' Sindir Ghazi yang seperti di anak tirikan jika adiknya berada di Jakarta.


''Aduh Kak please, Aku pinjem Cindhi sebentar aja, cuma 1 jam aku janji kok,'' ujar Hazel memohon.


''Mau satu jam kek atau 1 menit Cindhi akan tetap ada di sini! Kamu kira Cindhi barang yang mau kamu pinjam sesuka hati?'' tanya Ghazi dengan nada sewot.


Hazel pun menghembuskan nafas panjangnya. ''Ya udah deh kalau nggak boleh. Ngomong-ngomong kalian pulang jam berapa?'' tanya Hazel yang masih kepo.


''Nggak pulang? Ini zaman sudah merdeka Kak bukan zaman penjajahan lagi,'' ujar Hazel yang merasa kesal kepada kakaknya. seolah-olah Kakaknya tidak memberikan ruang dia pergi bersama dengan Cindhi.


''Terus??? di sini aku ceo-nya kenapa kamu yang kesal? Cindhi aja diam saja. Mending kamu pulang sana deh, ganggu orang kerja aja sih,'' usir Ghazi.


''Ya udah aku pulang dulu ya, nanti aku tunggu kamu di rumah, Aku ingin bicara serius sama kamu,'' ucap Hazel. Cindy pun hanya menganggukkan kepalanya pelan, Ia juga penasaran apa yang ingin dikatakan oleh Hazel.


Tanpa pamit kepada Ghazi, Hazel pun langsung pergi dari ruangan itu dan menutup pintunya. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Alex asisten Ghazi.


''Selamat sore Pak Hazel,'' sapa Alex.


''Sore Alex Gimana kabar kamu? masih betah aja kerja sama kakakku yang galak itu,'' Sindir Hazel.

__ADS_1


''Kabar saya baik Pak, ya mau gimana lagi saya kan juga butuh pekerjaan ini. Apalagi Pak Ghazi nggak galak kok cuma sedikit aja,'' ucap Alex sambil meringis.


Hazel pun tertawa pelan. ''Lhoh Kamu mau ke mana, mau pulang?'' tanya Hazel penasaran karena Alex sudah membawa tas kerjanya.


''Iya Pak saya mau pulang. Kan udah nggak ada pekerjaan lagi, Bukankah Pak Ghazi juga mau pulang ya,'' ujar Alex.


''Tapi kata Kakak masih ada meeting lagi kok udah mau pulang?'' tanyanya penasaran.


''Meeting? meeting apa ya? Perasaan nggak ada meeting deh,'' gumam Alex bingung.


Hazel yang mendengar perkataan Alex pun mengerutkan keningnya. ''Jadi Kakak mau bohongin aku?'' batinnya.


Setelah berpamitan dengan Alex Ia pun turun ke lantai bawah di mana mobilnya berada. Ia akan menunggu Ghazi dan juga Cindhi di dalam mobil. ''Aku penasaran dengan mereka, sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu dariku,'' ucapnya saat sudah berada di dalam mobil.


Setelah setengah jam ia berada di dalam mobil akhirnya Ghazi dan juga Cindhi keluar dari perusahaan Itu. Mereka pun nampak bersendau gurau lalu masuk ke dalam mobil. Saat mobil Ghazi meninggalkan perusahaan itu, Hazel pun mengikutinya dari belakang. Ternyata mobil Ghazi berbelok ke arah restoran yang ada di kota itu.


''Apa Kakak beneran mau meeting di sini?'' Hazel turun dari mobilnya setelah Cindhi dan Ghazi masuk ke dalam restoran. Hazel pun duduk sedikit menjauh dari meja yang ditempati oleh Cindhi dan juga Ghazi.


Mereka nampak memesan makanan. Namun hampir setengah jam Ia duduk di sana tidak ada satupun klien yang datang menghampiri mereka.


''Bener dugaanku jika mereka menyembunyikan sesuatu,'' Hazel menatap tajam ke arah Cindhi dan juga Ghazi.


Merasa sudah cukup membuntuti mereka berdua, Hazel pun memilih pulang ke rumah. Ia akan berpura-pura tidak tahu tentang hubungan kedekatan mereka berdua.


''Aku mencintaimu Cindhi sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, walaupun sainganku kakakku sendiri,'' ucapnya saat berada di dalam mobilnya.


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie.

__ADS_1


Dukunganmu sangat berarti untukku.


Lope lope sekebon deh pokoknya.


__ADS_2