
"Mommy kakak pulang!" teriak Sean happy.
Mike yang di ajak berlari adiknya hanya mengikuti langkah sang adik kecil.
Hingga akhirnya mereka sampai di kamar kedua orang tuanya dan terlihat Alya yang berbaring di ranjang.
"Mommy kakak pulang" Sean mengajak Mike mendekati Alya.
"Mommy tau sayang, kamu sudah mandi?" tanya Alya.
Sean menggeleng lengkap dengan senyuman nya, jangan lupakan gigi ompong nya.
"Mandi dulu sama bibi, nanti kalau sudah harum baru kesini oke" ucap Alya pada sang putra.
"Siap Mommy" sahut Sean cepat.
Lalu Sean berlari keluar dari kamar, dan kini tinggal Alya dan dan Mike berdua.
"Daddy mana Mom?" tanya Mike duduk di pinggir ranjang.
"Daddy kerja, tadi nya Daddy nolak mau jaga Mommy tapi kerjaan nya nggak bisa di wakilin" jelas Alya.
Mike manggut-manggut saja, lalu dia melihat wajah pucat wanita yang sangat dia sayang dan hormati itu.
"Apa kata dokter?" tanya Mike lagi.
"Mommy hanya kelelehan saja" balas Alya cepat.
"Apa Sean dan kembar berulah?" tanya Mike.
Dia tau Sean adik bungsunya saat ini sedang dalam masa aktif-aktif nya, bahkan dia juga sering mendengar jika Sean begitu nakal dan jahil.
"Mereka baik, nakal mereka masih batas wajar anak kecil" balas Alya sambil melihat Mike.
Rasanya sedih saat melihat wajah tak bersemangat sang putra, Alya benar-benar merasa bersalah karena tidak merestui hubungan Mike sejak lama.
Mungkin jika dia dan yang lain nya setuju sejak lama hubungan Mike dan Lady tak akan berakhir mengenaskan seperti ini, terpisah oleh maut.
"Kamu sudah makan kak?" lanjut Alya bertanya.
"Sudah tadi, Mommy sudah makan?" tanya balik Mike.
__ADS_1
Dan Alya menggeleng pelan, dia bilang ingin di suapi oleh Mike maka dari itu Alya menahan laparnya.
Mike yang mendengar itu sontak langsung mengambilkan makanan, sudah lama dia tak menyuapi sang Mommy dan Mike akan dengan senang hati menyuapi Alya sang Mommy.
"Halo sayang, bagaimana sudah?" tanya Alya.
"Beres, teman ku sudah melakukan apa yang aku minta" balas Luke di sebrang telpon.
"Bagus, sekarang kita hanya tinggal menunggu waktu membuat mereka bertemu, huh.. aku benar-benar tidak sabar" ucap Alya semangat.
"Aku juga, semoga saja apa yang kita mau terlaksana, tapi jika tidak biarkan takdir yang bertindak" jelas Luke.
Dan Alya setuju dengan semua itu, dia akan memasrahkan semuanya pada takdir sang Pencipta karena bagaimana pun manusia hanya bisa berencana, tapi tetap Tuhan yang maha berkuasa atas segalanya.
.
.
Di tempat lain Beby tak bisa mempercayai jika dirinya di pecat hanya karena kesalahan kecil.
"Bapak yakin mecat saya? ini hanya kesalahan kecil pak" ucap Beby tak terima.
"Maaf, tapi ini sudah perintah atasan, kamu memang melakukan kesalahan kecil tapi yang jelas sesuatu yang di anggap kecil tak bisa di anggap spele karena itu akan sangat berpengaruh pada perusahaan" tegas pria berbadan buncit itu.
"Aku yakin pasti ada yang tidak benar ini, pasti ada seseorang yang mencoba menusukku dari belakang. tapi siapa orang itu?" batin Beby dalam hatinya bertanya-tanya.
Karena sudah di pecat Beby akhirnya memilih pergi, saat baru keluar dari perusahaan tempat dia bekerja selama beberapa tahun ini Beby kembali di landa rasa kecewa.
"Aku bahkan baru naik jabatan tapi kenapa ada saja cobaan nya, Tuhan. apa aku memang tidak di takdirkan untuk menjadi orang sukses?" tanya Beby sambil melihat gedung tinggi tempat dia bekerja itu.
Beby yang mood nya sedang tidak baik berniat ke cafe untuk menghilangkan kekesalan nya, tapi baru saja dia masuk mobil Beby sudah di buat marah lagi.
Ban mobilnya kempes dan bukan hanya satu tapi dua yang membuat Beby semakin dibuat bertambah kesal.
"Sial, kenapa hari ini semua kesialan tertuju padaku!" gerutu Beby marah.
Beby yang kesal akhirnya memutuskan naik taksi, dan tak lama setelah dia sampai di cafe sekali lagi Beby harus menelan pil pahit lagi.
Saat ini di depannya ada mantan kekasihnya yang sedang mesra-mesraan sambil makan di cafe yang sama dengan nya.
"Oh good, apa aku harus pergi ke gunung bertemu singa, kenapa di mana-mana mood ku semakin di permainkan seperti ini" kesal Beby menggerutu.
__ADS_1
Dan saat Beby akan pergi tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Beby, sini gabung ikut makan sama kita" panggil Vanesa.
Beby diam, tak sudi dia ikut makan dengan teman yang seperti Vanesa.
"Beby, sini aku benar-benar mengajak mu makan bersama" kata Vanesa lagi.
"Sudahlah biarkan saja sayang, mungkin dia malu karena masih belum mendapatkan pengganti ku" ucap Steven, mantan kekasih Beby yang saat ini menjadi kekasih Vanesa.
Kesal dengan perkataan mantan kekasihnya Beby mendekati pasangan itu, dia memberanikan duduk di depan keduanya.
"Bagaimana? sudah dapat pengganti ku?" tanya Steven.
"Tentu saja sudah, aku bahkan mendapatkan pria mapan dan lebih segalanya dari mu" balas Beby sombong.
Ya meski apa yang dia ucapkan hanya kebohongan semata, karena pada kenyataannya Beby masih belum move on
"Benarkah?" tanya Steven.
Dan Beby mengangguk cepat.
"Kalau begitu telpon pacar mu dan minta dia menjemput mu kesini" titah Vanesa tersenyum mengejek.
Beby yang mendengar itu sontak bingung, dia melihat kesekeliling nya hingga dia menemukan sosok yang tidak asing.
Beby bangkit dan dengan santai dia menarik seorang pria untuk duduk bersamanya.
"Kenalkan ini pacar baru ku" ucap Beby dengan senyuman cantiknya.
Dalam hatinya dia merasa malu dengan dirinya, tapi Beby tak punya pilihan dia tak bisa di ledek oleh pasangan tidak bermoral itu.
Steven dan Vanesa melihat sosok yang di kenalkan Beby sebagai kekasih barunya.
"Steven, menager di perusahaan X" ucap Steven dengan wajah so kegantengannya.
"Mike Christian" balas pria itu yang tak lain adalah Mike, ikut memperkenalkan dirinya.
Apa?
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏