Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Pikiran bar-bar Beby


__ADS_3

Jika di awal-awal Beby masih mencoba untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya maka lain hal nya dengan sekarang.


Beby sudah terbiasa dengan aktivitas nya yaitu menemani Clara ke butik dan mengurusi butik yang sebelum nya di pegang Clara.


Tok..tok.


"Masuk!"


Ceklek..


"Nyonya ada nyonya Nooris" ucap Beby sambil melihat Clara yang sedang membuat desain pakaian.


Sebenarnya Beby juga mau sekali bisa menggembar seperti Clara, tapi dia tidak punya keahlian menggambar bahkan Beby juga tidak terlalu paham fashion.


"Dia langganan ku, dimana dia?" tanya Clara sambil menyimpan peralatan menggambar nya di meja.


"Di depan sedang melihat-lihat nyonya" balas Beby lagi.


Clara dan Beby keluar bersama, dan seorang wanita berambut pirang mendekati mereka, lalu Beby yang punya tugas lain pun memilih pergi.


Beby kembali melihat-lihat apa yang kurang, hingga dia melihat pajangan lama yang menurutnya kurang menarik peminat jika melihat dari luar.


"Ini di kasih pajangan terbaru saja, pajangan lama di simpan di koleksi ujung sana biar kelihatan dan jika ada yang menawar kasih harga miring saja biar cepat laku" ucap Beby pada pegawai di butik.


"Baik nona" balas Pegawai itu yang langsung melakukan pekerjaan yang diminta Beby.


Beby mengecek beberapa baju takut ada yang robek atau yang kotor, bagaimana pun dia harus bisa melihat kesalahan sekecil apapun agar tidak ada komentar miring akan butik tempat dia bekerja.


Dan sekalipun ada kesalahan yang di lakukan pegawai Beby tak akan memarahi pegawai itu, dia akan langsung memberikan pengertian pelan-pelan karena Beby tau rasanya melakukan kesalahan kecil tapi di hina bagaikan seorang pencuri.


"Silahkan nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Beby pada seorang wanita cantik.


Wanita berpakaian sangat minim itu melirik sinis pada Beby, lalu melihat-lihat kembali ke deretan dress cantik di depan nya.


"Aku mau ini dan ini, bungkus" ucap wanita itu menunjuk dengan tangan nya.


"Baik, ada lagi?" tanya Beby sopan.


Beby mengambil dress itu dan memegangnya, beberapa pegawai yang melihat itu hanya diam mereka sangat salut pada Beby yang seorang asisten dari bos tapi tidak songong.

__ADS_1


Biasanya asisten sebelumnya akan menyuruh pegawai untuk memegangi pilihan pelanggan, tapi Beby tidak dia malah melakukan nya sendiri tanpa meminta bantuan pegawai.


"Yang itu tidak jadi, yang ini saja seperti nya akan cocok di tubuhku" kata wanita itu lagi.


Beby yang mendengar itu sedikit jengkel, tapi pembeli adalah raja jadi dia harus melayani dengan sepenuh hati.


"Yang ini nona?" tanya Beby memperlihatkan dress pilihan pelanggan rese di depannya.


Wanita itu melihat lagi, dia nampak berpikir sebelum akhirnya memutuskan untuk membungkus.


"Bukan yang itu, aku rasa aku mau yang tadi saja" kata wanita itu berubah pikiran.


Huph..


"Bilang saja tidak punya uang, dasar gaya elit dana irit" batin Beby menggerutu.


Paham betul apa pemikiran pelanggan nya itu, jelas jika harga dress yang di pegang nya dan yang tadi sangat jauh berbeda.


"Uang saya banyak, tapi dress itu yang menarik" kata wanita itu seolah paham pemikiran Beby.


"Iya, saya tau nona, mari saya antar ke kasir" ucap Beby sopan meski dalam hatinya dia sedikit dongkol pada pelanggan nya itu.


.


.


"Mana Mami?" tanya Mike tak melihat ibunya.


"Nyonya Clara pergi bersama teman nya, nyonya bilang akan pulang nanti malam karena ada acara bersama teman nya" jelas Beby.


Mike diam, jika Maminya pergi bersama teman-teman nya lalu kenapa Mami nya meminta di jemput?.


Aneh.


"Kalau begitu saya pulang dulu tuan" ucap Beby berniat pergi, tapi Mike menghentikan langkahnya.


"Naik taksi?" tanya Mike.


Beby mengangguk sebagai jawaban karena mobil di bawa oleh Clara.

__ADS_1


"Naiklah, akan menjadi pertanyaan jika Mami tau aku menjemput nya tapi tak membawa mu, ayo" ucap Mike sambil masuk ke dalam mobilnya.


Beby yang tidak mau membuang uang pun memilih menurut dan ikut, selama di perjalanan mereka tak pernah mengobrol apa-apa, bahkan ini bukan yang pertama kalinya.


Mike selalu acuh dan tak pernah mau berbasa-basi, dan karena itulah tidak ada perkembangan apa-apa diantara mereka.


Hingga..


Buggg!


Kepala Beby mengenai bagian depan mobil, Mike ngerem mendadak karena dia hampir menabrak pejalan kaki yang melintas.


"Awww" Beby meringis pelan.


"Kau tak apa?" tanya Mike pada Beby.


"Seperti nya memar" Beby mengusap keningnya.


Mike melihat kening Beby, dan rasa yang semula sakit dan ngilu kini di ganti dengan rasa yang tidak biasa.


Jantung Beby berdetak kencang karena wajah mereka sangat berdekatan, bahkan Beby bisa merasakan nafas panas dari hidung Mike.


"Apa mungkin aku bisa mendapatkan pria sempurna ini, astaga kenapa aku malah semakin berharap" batin Beby sambil menatap wajah Mike.


Apa boleh dia mencium Mike, sekali saja?


"Ini memar, tapi akan sembuh jika di kompres" ucap Mike membuyarkan lamunan Beby.


Beby langsung mengigit bibir bawahnya, merasa malu karena pikiran nya begitu jorok.


"Maaf, karena aku mengerem mendadak kau jadi terluka" lanjut Mike yang kembali mengemudikan mobilnya.


"Tidak apa tuan ini hanya luka kecil" balas Beby sambil mencoba mengindari kontak mata bersama Mike.


Jujur saja dia tidak bisa tahan saat mata Mike yang tajam menatapnya, rasanya Beby ingin sekali mengajak Mike menikah saat ini juga.


Pikiran nya benar-benar sangat bar-bar.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2