
Sebulan kemudian..
Saat ini Mike sedang mengantar Beby ke rumah sakit, keluhan pusing dan mual membuat Mike langsung ingin memeriksa kesehatan istrinya.
"Nyonya Beby" panggil suster.
Beby melirik Mike, lalu keduanya langsung bangkit dan berjalan ke ruangan dokter.
Dokter langsung menyuruh Beby tiduran di ranjang pasien, dan Beby langsung tiduran dengan Mike yang ada di samping nya.
Dokter mulai memeriksa Beby, dan wajah tegang nampak di perlihatkan Beby karena dia takut memiliki sakit yang aneh.
"Bagaimana dok? saya sakit apa?" tanya Beby.
Mike yang melihat wajah tegang istrinya memegang tangan sang istri guna menenangkan sang istri.
"Tenanglah, aku tidak akan meninggalkan mu" bisik Mike.
Beby tersenyum mendengar ucapan suaminya yang berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan nya.
"Nyonya tidak sakit" balas dokter ambigu.
"Maksudnya?" tanya Mike dan Beby kompak.
"Begini, pusing yang nyonya Beby rasakan itu karena faktor kehamilan nya, tuan" jelas dokter.
Apa?
"Saya hamil, dok?" tanya Beby sangat terkejut.
"Selamat nyonya sedang hamil, dan untuk melihat berapa usia kandungan nya tuan dan nyonya bisa memeriksanya ke poli kandungan" lanjut dokter lagi.
Mike dan Beby tak bisa menunda kabar baik ini, setelah keduanya keluar dari ruangan dokter Mike dan Beby langsung pindah ke dokter kandungan.
Wajah penuh bahagia tak bisa di sembunyikan oleh Mike dan Beby, di samping nya terlihat monitor yang memperlihatkan janin mereka yang masih sangat kecil.
"Usianya kandungan nya baru dua minggu" ucap Dokter kandungan mulai menjelaskan.
__ADS_1
"Apa janin nya sehat?" tanya Mike.
"Sangat sehat, apa ada keluhan selain pusing dan mual?" tanya balik dokter.
Beby menggeleng pelan.
"Saya tidak mual dok" balas Beby.
Membuat Dokter langsung melirik ke arah Mike.
"Kalau begitu mungkin tuan yang akan mendapatkan keberuntungan nya, selamat tuan" lanjut Dokter sambil tersenyum.
Dan Mike yang mendengar ucapan dokter itu merasa bingung, tidak mengerti maksud dari ucapan si doker padanya.
"Maksud dokter apa?" tanya Beby mengeluarkan suaranya.
"Tidak apa nyonya, kalau begitu saya akan membuatkan resep obat dan vitamin untuk nyonya, nanti bisa di tebus tuan di apotek rumah sakit" kata dokter sambil berjalan ke meja kerja nya.
Mike dan Beby saling melirik dan keduanya tersenyum karena apa yang mereka harapkan benar-benar Tuhan berikan dengan sangat cepat.
"Aku hamil" ucap Beby menatap Mike.
.
.
Apa hamil!
"Beby hamil?" tanya Clara kaget.
"Iya, aku juga baru tahu setelah pesan dari Mike barusan, aku pikir mbak tau kehamilan Beby" jelas Alya di sebrang telpon.
Clara diam, dia pikir Beby yang sebelumnya ijin ke rumah sakit itu hanya sakit kepala biasa, dia tidak berpikiran sampai sejauh itu jika menantunya sedang hamil.
Dan Mike juga tidak memberitahu kabar itu padanya, entah mungkin lupa tapi jujur Clara sedikit kecewa karena dia tidak di beritahu yang pertama kali oleh Mike.
"Mbak, kamu masih di sana?" tanya Alya.
__ADS_1
"Ahk iya Al, kita akan memiliki cucu" ucap Clara pura-pura senang.
"Iya mbak, selamat ya akhirnya misi kita berhasil dan kita bisa punya cucu, aku akan memberitahu Luke jika dia akan menjadi kakek, kau tau mbak Luke makin tua makin bertingkah" Alya menjawab dan malah curhat.
Clara mendengar itu kecewa nya teralihkan dengan gelak tawa nya.
"Dia memang agak gila, kau terlalu sabar padanya Al" sahut Clara tertawa.
"No, aku tidak sabar aku selalu marah apalagi menghadapi kemesuman nya itu, makin tua makin menjadi saja tingkah nya" Alya lanjut bercerita.
"Tapi cinta kan?" tanya Clara.
"Cinta, apa itu cinta. dia sudah tua kalau tidak ingat warisan nya aku mungkin akan membeli berondong ganteng" celetuk Alya yang seketika membuat gelak tawa Clara keluar.
Dan obrolan mereka semakin panjang setelah Clara mendengar suara Luke, mantan suaminya.
Tidak ada rasa canggung sedikitpun, mereka bertiga mengobrol layaknya teman, tidak perduli kejadian di masa lalu mereka bertiga membuang masa lalu dan di ganti dengan membangun keluarga besar yang harmonis.
"Clara kau tak mau menikah lagi?" taya Luke random.
"Heh Al, tolong pukul suami mu untuk ku" kata Clara menyahut sewot.
"Siap mbak, perintag akan saya laksanakan" sahut Alya tertawa.
Dan kembali yang terdengar hanya canda tawa dari calon nenek dan kakek itu.
Untuk Clara dia yang sebelum nya kecewa tak di beritahu oleh Mike pun kini perasaan nya jauh lebih baik, sebisa mungkin Clara akan membuang sisi gelap nya termasuk rasa iri dan dengki nya karena itu hanya akan membuat hidupnya hancur berantakan.
Tring..
"Mami, aku punya kejutan untuk Mami, tunggu kami pulang ya" pesan yang di kirimkan Mike.
Clara tersenyum melihat layar ponsel nya yang memperlihatkan pesan dari sang putra.
"Mami sudah tau, tapi meski begitu Mami akan pura-pura tak tau agar kamu tidak merasa kecewa" gumam Clara sambil membalas pesan dari sang putra dengan emoticon love.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗