
Alya menatap kasihan pada suaminya yang bentol-bentol, bahkan di bagian dagu dan bibir nya agak bengkak karena akibat ulat bulu di pohon mangga tadi.
"Makan yuk" Alya membawakan makan untuk suami nya.
"Hem" Luke yang berbaring mengubah posisi nya menjadi duduk.
Lalu Alya mulai menyuapi suaminya, Luke menerima suapan nya dengan wajah yang di tekuk.
"Jangan ditekuk seperti itu ketampanan mu bisa hilang" rayu Alya tertawa.
Dan kembali Alya menyuapi Luke dengan wajah cerianya, Luke tak banyak mengatakan apa-apa, dia masih sakit-sakit tubuhnya karena terjatuh tadi.
Setelah selesai menyuapi Luke, Alya pun membantu suaminya untuk minum obat yang di berikan dokter tadi.
"Tidurlah, aku akan melihat Mike" ucap Alya.
Luke hanya mengangguk pasrah lalu mulai istirahat agar bentol-bentol dan bengkak itu segera hilang.
Sedangkan Alya dia turun ke lantai bawah, dia langsung masuk ke dalam kamar Mike dan di saat itu Mike nampak sedang menelpon.
Mike mematikan panggilan nya, dia kaget melihat Alya yang datang.
"Ups, sorry Mike Mommy tidak tahu kamu sedang menelpon, Mommy hanya ingin mengajak mu makan bersama di meja makan" ucap Alya melihat perubahan wajah Mike.
"Aku belum lapar" balas Mike dingin.
"Hem, baiklah Mommy akan makan sendiri tapi nanti kamu jangan lupa makan" lanjut Alya dan hanya di angguki oleh Mike.
Alya keluar dari kamar Mike, dia jelas mendengar jika Mike sedang mengobrol dengan seseorang.
Tapi Alya tak tau siapa itu, apakah Clara? bagaimana jika Mike mendapatkan hasutan dari ibu nya.
Hufh..
"Mana mungkin ada seorang ibu yang mau menjerumuskan anak nya ke dalam hal tidak benar, tidak. aku harus berpikir positif jika Mike pasti sedang merindukan ibu nya." gumam Alya sambil berjalan ke ruang makan.
__ADS_1
Dia akan makan sendiri, meski rasanya tak seru tapi Alya tak bisa menahan lapar nya yang sudah sejak tadi.
Sedangkan di dalam kamar nya Mike kembali mendapatkan telepon dari Maminya membuat dia mau tak mau langsung mengangkat teleponnya
"Siapa tadi? kenapa langsung dimatikan?" tanya Clara dengan nada sedikit berbeda.
Mike nampak terdiam untuk beberapa saat hingga..
"Itu Mommy Alya, dia mengajak ku makan bersama" jawabnya agak sedikit cuek
"Apa! jangan mau di bodohi Mike, dia hanya ingin mengambil simpati agar kamu lemah, ingat dia adalah orang yang menghancurkan harapan kamu memiliki keluarga bahagia seperti yang kamu harapkan Mike" Clara sebisa mungkin terus memberikan ujaran kebencian kepada putranya.
Berharap jika Mike akan percaya padanya dan melakukan semua yang dia suruh karena dia adalah ibu kandung dari Mike.
Dan Mike masih diam, dia mendengarkan tapi enggan menjawab.
"Mike, kau mau Mami kembali bekerja pada Jon?" tanya Clara.
"No" Mike menjawab meski singkat.
"Tapi aku tak bisa melakukan nya" Mike menjawab.
"Tak bisa? jadi kau lebih memilih Ibu tirimu dibandingkan dengan aku wanita yang telah melahirkanmu?" Dari masa bicara Clara nampak jelas jika dia begitu emosi.
Dan hal itu membuat Mike merasa gundah hingga akhirnya dia memilih mematikan panggilannya sepihak.
Mike duduk di ranjang nya, helaan nafas kasar terdengar Mike nampak bingung.
"Argh, siapa yang aku pilih?" gumam Mike prustasi.
Mike yang kesal akhirnya memilih keluar, dia berniat mengambil air dingin di kulkas tapi sesampainya dia di dapur Mike melihat Mommy nya yang sedang makan.
Alya yang sadar akan kehadiran Mike langsung menawari Mike untuk makan bersama.
Tapi Mike sekali lagi menolak dan langsung pergi lagi dengan wajah cuek nya.
__ADS_1
"Apa yang salah, jika tak mau makan ya sudah biar aku makan sendiri" Alya acuh, tak mau memikirkan hal yang tidak-tidak.
Pikiran yang telalu berlebihan bisa membuat janinnya kenapa-kenapa maka dari itu Alya memilih untuk membuat semua hal seolah sangat kecil dan tidak berat.
.
.
Keesokkan hari nya Mike nampak sudah pergi duluan, dia meminta Alya untuk menjemput nya dengan supir karena dia ingin di antar membeli cake.
Dan Alya jelas dengan senang hati mengiyakan, dia bahkan untuk pertama kalinya mengusap kepala Mike karena Alya sudah menyayangi Mike.
"Aku berangkat dulu" ucap Luke.
"Hem, Hati-hati kalau masih sakit jangan lupa minum obat" Alya mengingatkan.
"Aku tak akan lupa" balas Luke mencium pipi istrinya.
"Kamu sudah tua sayang, maka dari itu aku mengingatkan" sahut Alya dengan senyuman nga.
Luke mencebikkan bibirnya tak suka jika istrinya mengatai diri nya tua.
Alya yang tahu akan hal itu langsung tertawa lalu..
"Kau sexy dan tampan, aku tak masalah dengan kata tua, sudah sana pergi atau jatah malam ini akan kurang satu ronde" bisik Alya dengan nada manja nya yang terlihat genit.
Luke menelan ludahnya kasar mendengar ucapan istrinya, semangatnya pun tak kalah kembali membuncah karena kata ronde.
"Tunggu aku, malam ini aku mau melihat mu memakai lingerie warna pink, jangan lupa pakai topi suster" bisik Luke yang seketika buat pipi Alya menjadi memerah seperti udang rebus.
Dan setelah saling menggoda Luke dan Alya pun berpisah di teras depan.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1