Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Dua gadis kembar lucu


__ADS_3

Hari-hari Alya dan Luke penuh dengan warna, memiliki 4 anak yang membuat mereka berdua selalu merasakan kebahagiaan berbeda.


Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, tak ada kebahagiaan yang tidak mereka gapai saat bersama, melalui canda dan tawa hingga akhirnya tangis mereka dapatkan.


6 tahun berlalu..


Oma Diandra meninggalkan anak dan cucu nya, membawa senyuman karena bisa melihat anak dan cucu nya hidup bahagia.


Meski dia harus mengikhlaskan putrinya yang tak pernah ketemu, menganggap putrinya mungkin telah tiada, tapi sekalipun putrinya masih ada Wanita yang sudah menutup mata untuk selama nya itu tetap bersyukur akan kebahagiaan bersama anak laki-laki nya, Luke.


"Apa Oma tidak akan bangun lagi kak?" tanya Thea melihat Oma nya yang di bawa ambulance.


"Nggak tau, tanya kak Albert yuk" ajak Anna.


Thea dan Anna yang sudah berusia 6 tahun itu berjalan pergi ke kamar kakak nya.


Dan saat melihat kamar kakak nya mereka melihat kakak nya yang menangis.


"Kakak!" panggil keduanya kompak.


Albert seketika mengusap air matanya dan melihat kedua adik kembar nya yang cantik-cantik.


Jika dulu Albert berpikir adiknya akan jelek dan ompong dia salah, ke dua adik nya sangat cantik dan berambut panjang.



Dan itu cukup membuat Albert harus ekstra menjaga adik nya, apalagi saat di sekolah adik nya selalu menjadi pusat perhatian.


"Kakak menangis?" tanya Thea.


"Tidak" balas Albert mengusap air matanya.


"Kakak kami melihat nya" Anna menimpali.


"Ya, mengaku saja jika kakak menangis" sahut Thea lagi.


"Kalian ini" Albert menyuruh kedua adik nya duduk.


Albert yang 11 tahun punya adik kembar yang cantik.


Albert melirik kedua adiknya yang nampak tak sedih, dia tau adiknya belum paham dengan apa yang di maksud meninggal.

__ADS_1


"Kakak Oma tidak membuka matanya" kata Thea.


"Ya, Orang-orang menangis termasuk Mommy Daddy dan all aunty, apa mereka pikir Oma sakit?" tanya Anna.


Albert mendengar celotehan kedua adiknya hanya bisa menjelaskan secara perlahan, jikan sang Oma tidak akan pernah kembali dan terkubur di tanah.


Tapi seperti yang sudah Albert duga, kedua adiknya tak paham dan malah terus bertanya.


"Kasian Oma di kubur" ucap Anna ingin menangis.


"Kita harus bantu Oma kak" timpal Thea.


"Ya, aku akan memukul kepala supir itu dengan tongkat bisbol kak Mike" lanjut Anna.


Thea mengangguk, lalu kedua gadis kembar itu melirik Albert.


"Kakak mau bantu kita nggak?" tanya keduanya kompak.


"Astaga, bukan seperti itu Anna Thea, Oma tak akan pernah kembali karena Oma sudah di surga, Oma sudah meninggal Thea, Anna" jelas Albert dengan wajah prustasi nya.


Meninggal?


"Meninggal itu apa?" tanya Thea dan Anna bingung.


.


.


Di kamar lain Alya sedang menenangkan suaminya, sebelumnya dia mendapatkan telpon dari Mike yang akan pulang dari New York.


Mike sedang mengunjungi Clara, Mami nya yang masih di penjara karena dugaan pembunuhan pada Jhon.


Ya setelah hukuman mencelakai Alya dan Mike selesai, Clara langsung di adili kembali karena dia terbukti jika Clara dan Beno adalah dalang dari pembunuhan Jhon.


"Sayang, sudahlah ayo kita ke pemakaman Mommy sudah di bawa ambulance" ucap Alya.


Apa!


"Kenapa tidak memberitahuku?" Luke nampak marah.


"Ya kamu juga kenapa ngunci diri terus, semua kerabat sedang ikut mengantar Mommy, kamu anak laki-laki nya tapi kamu malah membuat Mommy mu kecewa dengan tidak mengantarkan Mommy ke tempat peristirahatan terakhir nya" Alya berkata dengan wajah nya yang menahan sedih.

__ADS_1


Luke diam mendengar ucapan istrinya, hingga dia pun akhirnya berdiri dan itu membuat Alya senang.


"Aku akan mengantarkan Mommy" ucap Luke.


"Aku ikut" balas Alya.


Dan keduanya pun langsung pergi untuk mengantarkan Oma Diandra ke tempat peristirahatan terkahir nya.


Bukan Luke saja yang kehilangan dengan kepergian Oma Diandra, tapi Alya yang sebagai menantu pun ikut kehilahgan sosok ibu nya.


Beberapa jam berlalu..


Selesai dari pemekaman Alya melihat anak-anak nya, Albert nampak menjaga kedua adiknya membuat Alya lega karena Albert bisa membuat kedua putrinya nyaman.


"Al, maaf aku telat" Melina datang dan langsung memeluk Alya.


"Nggak papa, kamu sama siapa ke sini?" tanya Alya pada sang sahabat.


"Sama suami, anak-anak lagi sama Mommy Daddy di Indonesia jadi nggak aku ajak" jelas Melina.


Alya mengangguk dan keduanya melepaskan pelukan nya, lalu Alya dan Melina duduk.


Beberapa kerabat Luke yang lain juga datang, tapi mereka langsung pulang setelah mengantarkan ke pemakaman tadi karena mereka sama-sama memeiliki kesibukan.


Menjelang malam Mike datang, Alya meminta Mike langsung ke kamar Luke, berharap Mike bisa sedikit menghilangkan rasa sedih Luke.


"Mommy" sapa si kembar yang baru keluar dari kamarnya.


"Kalian mau kemana?" tanya Alya melihat kedua putrinya membawa tas kecil.


"Mau makan Mom, ini cape habis pulang dari London, iyakan Thea" Anna melirik adiknya.


"Iya Mom, kita mau makan cape habis jalan-jalan belanja tas make up, sama kak Albert" jelas Thea.


Dan tiba-tiba Alya melihat Albert yang membawa dia koper berwarna pink.


"Ini koper nya nona" ucap Albert dengan wajah di tekuk nya.


"Makasih pak supir, ini untuk bapak" Anna dan Thea kompak memberikan uang monopoli nya.


Alya dan Melina saling melirik, kedua nya tersenyum kecil melihat tingkah kedua putri nya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2