
Jam 5 pagi Luke yang bangun dan di kagetkan dengan Alya yang sedang makan sate.
"Kapan bangun?" tanya Luke.
"Kamu kenapa nggak bangunin aku dari malam sih, kan sate nya nggak enak" balas Alya sambil makan.
Tidak enak, tapi yang Luke lihat sate nya hampir habis bahkan hanya menyisakan 2 tusuk lagi, sedangkan Luke membeli cukup banyak yaitu 25 tusuk.
"Ini luar negri, kalau mau sate ya harus di Indonesia karena sate makanan khas Indonesia" jelas Luke.
Dan mendengar jawaban Luke Alya seketika ingat jika saat ini dia sedang berada di London, pantas saja rasa sate nya tak seenak sate favorit nya.
Bahkan sate yang Alya makan sekarang cukup besar ukuran daging nya beda dari ukuran potongan daging di Indonesia yang sangat minimalis sesuai dengan harga nya.
"Ini martabak beli di mana?" tanya Alya lagi.
Luke yang mendekati Alya ikut duduk di sofa, dia melihat Alya yang akhirnya menghabiskan sate nya.
"Di restoran" balas Luke.
"Jauh?" tanya Alya.
"Lumayan, aku menanyakan tempatnya pada Harry dan restoran itu dekat rumah Harry" jelas Luke lagi.
Alya manggut-manggut saja mendengar penjelasan suaminya, lalu mulai memakan satu potongan martabak nya.
Dan Luke ikut merasakan, meski rasanya agak lain tapi menurut Luke ini cukup enak, tapi tidak dengan Alya yang langsung membungkam mulut nya.
"Kenapa?" tanya Luke.
Alya tak menjawab dan memilih langsung berlari ke kamar mandi.
Luke melihat itu jelas panik takut Alya jatuh, dia mengikuti Alya ke kamar mandi dan melihat Alya yang sedang memuntahkan makanan yang di makan dia tadi.
Hoekk..
Alya terus muntah, Luke tidak jijik dia malah membantu Alya dengan memijat leher Alya berharap semua makanan yang Alya makan akan keluar.
Setelah beberapa menit Alya lunglai tak berdaya, Luke memangku tubuh Alya dan membaringkan Alya di tempat tidur.
"Rasanya mual banget" kata Alya mengadu.
"Dari makan sate langsung ke martabak, dua makanan berbeda emang harusnya di jeda mungkin karena itu kamu mual" jelas Luke.
Alya manggut-manggut mendengar penjelasan Luke, dan meminta air minum.
Luke mengambilkan air hangat, Alya langsung menerima nya dan meminum sampai habis membuat Luke menggelengkan kepalanya.
"Aku masih mual" kata Alya yang sedang merasa-rasa.
"Rileks dulu jangan membayangkan makanan yang membuat mual lagi" balas Luke duduk di samping Alya.
__ADS_1
Tangan Luke terulur untuk melijat bagian kepala Alya, membuat Alya sedikit nyaman.
"Habis kepala turun ke tangan ya" ucap Alya keenakan.
"Apa aku perlu mengirimkan tukang pijat untuk mu?" tanya Luke.
Dan dengan cepat Alya menggelengkan kepalanya.
"Cukup dengan pijatan kamu saja, lagi pula aku rasa bayi kita mau di perhatikan lebih oleh Daddy nya" balas Alya santai.
Luke mendengar itu hanya tersenyum dan kembali memijat kepala Alya, beruntung kali ini dia pergi agak siangan jadi untuk dua jam ini dia bisa menjaga istri dan calon anak nya.
Alya nampak keenakan di pijat Luke, hingga perlahan Alya akhirnya kembali tidur karena masih mengantuk.
Luke melihat itu menghentikan pijatan nya, tapi Alya menggerakan tangan nya membuat Luke paham jika istrinya memang ingin di manja.
"Dasar manja" kata Luke mau tak mau lanjut memijit tangan Alya.
Alya tak menjawab, tapi dia tersenyum dan lanjut tidur dengan Luke yang masih memijat nya.
Tak lama setelah itu Luke akhirnya bangkit, dia mengecek ponsel nya dan berjalan ke balkon.
Luke nampak ragu untuk menelpon seseorang, Luke terus berpikir tapi jika Mike benar-benar anak nya itu artinya Luke harus bisa berdamai dengan masa lalu.
"Halo Luke, akhirnya kamu menelpon ku" terdengar suara Clara yang kesenangan di sebrang telpon.
"Aku tidak ingin banyak terlibat obrolan basa-basi dengan mu, tapi siang ini aku tunggu kau dan Mike di rumah sakit X" kata Luke dingin.
"Ya, itu akan membuktikan siapa ayah dari anak itu" balas Luke masih dengan nada dingin nya.
"Why? kau ayah nya Luke. percayalah" balas Clara lagi.
Luke tidak mau banyak berbicara dengan sosok yang begitu dia benci itu, Luke memilih mematikan panggilan nya sepihak.
"Mendengar dia terus menolak tes DNA itu membuat aku yakin jika Mike memang bukan anak ku" kata Luke bergumam.
Selanjutnya Luke menelpon Max, sepupunya adalah seorang dokter di rumah sakit besar yang letak nya tak jauh dari hotel yang Luke tempati.
"Halo Luke, tumben kau menelpon ku"
"Aku akan tes DNA siang ini" ucap Luke tanpa basa-basi.
"What! akhirnya, Luke aku yakin dia putramu" kata Max.
"Tapi jika itu artinya aku dan anak itu hanya mirip, tapi tidak sedarah" balas Luke masih tidak berharap jika Mike adalah putra nya.
"Ya terserah kau saja, apa kau akan membawa istri muda mu?" tanya Max.
"Ya, dia sedang tidak enak badan. aku akan membawa nya ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan nya dan juga kandungan nya" jelas Luke.
Keduanya mengobrol sebentar, tapi karena Max dokter yang sibuk mereka pun akhirnya menyudahi obrolan nya.
__ADS_1
Setelah itu Luke juga menelpon rekan bisnis nya, dia akan menunda pertemuan terakhir nya menjadi besok, dan rekan bisnis Luke tak masalah karena Luke mengatakan istrinya sakit.
Luke masuk ke dalam kamar dan melihat Alya yang masih tertidur, dia naik ke ranjang dan memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah istrinya.
"Luke" kata Alya membuka matanya.
"Maaf menganggu mu" Luke berniat menjauhkan dirinya, tapi Alya menahan nya dan memeluk Luke.
"Aku tidak terganggu, jangan pergi ya aku mau memeluk mu seperti ini" ucap Alya yang kembali ke mode manja nya.
Luke tersenyum dan tangan nya terulur untuk mengusap lembut kepala Alya.
Alya mengadahkan pandangan nya untuk menatap Luke, dan seketika itu juga mata mereka saling bertabrakan.
"Kamu terlihat tampan Luke" ucap Alya keceplosan.
"Apakah ini pujian?" tanya Luke tersenyum.
"Tidak, ini fakta dan aku baru mengakui nya" jawab Alya nyengir.
Luke tersenyum dan mengecup kening Alya dengan lembut dan penuh cinta.
"Apa kau mencintai ku?" tanya Luke.
Alya mengedikan bahu nya, dia tidak tau untuk perasaan nya yang satu itu.
Luke yang melihat ekspresi wajah istrinya itu gemas dan mencium bibir Alya.
Apalah arti nya cinta, Luke sudah nyaman dengan kedekaran mereka yang sudah seperti ini, dan berharap dia bisa memberikan kebahagiaan untuk gadis muda di pelukan nya itu.
"Apakah kamu marah?" tanya Alya.
"Tidak, aku tidak akan marah selama kamu masih mau memberikan jatah pada ku" balas Luke tertawa.
Alya mendengar jawaban menyebalkan Luke langsung memukul dada Luke kesal.
"Dasar mesum!" teriak Alya kesal.
Dan Luke yang melihat wajah kesal istrinya hanya tertawa karena bisa membuat istrinya kesal dengan ucapan vulgar nya.
🌹
Deg-degan.
Btw ada yang penasaran sama visual nya Om Luke nggak sih 😁
Jangan lupa Luke coment and vote ya❤🙏🤗
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1