Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Rutinitas


__ADS_3

"Aku berangkat dulu, jangan nakal" kata Luka mencium kening istrinya.


"Nakal nya kan sama kamu" balas Alya tersenyum.


"Ya, tapi tetangga kita ada dua duda jadi jangan tergoda oleh mereka ya" bisik Luke mencubit dagu istrinya.


Mike dan Albert hanya acuh melihat kelakuan Mommy Daddy nya yang selalu mengumbar kemesraan.


"Daddy cepat!" teriak Albert.


"Ya sayang" balas Luke mencium pipi istrinya.


"Pak supir tinggalkan Daddy, dia lama" kesal Albert yang akan berangkat sekolah.


Dan Luke yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya, dia pun masuk ke dalam mobilnya.


Luke melihat kedua putra nya yang nampak dingin itu, dia menggelengkan kepala nya kenapa tidak ada yang semanis Alya.


Seperti nya dia benar-benar harus memiliki bayi perempuan agar ada yang akan memberikan ciuman di pagi hari sebagai penyemangat baru nya.


"Jalan pak" ucap Luke.


Mobil Luke pun keluar dari area rumah nya, Alya melihat mobil suaminya dengan wajah senang.


Albert putra nya yang sangat aktif sudah sekolah dan sekarang adalah waktunya dia menyenangkan diri.


"Ahk akhirnya aku bebas, aku mau berendam di air bunga dan menikmati waktu luang ku" ucap Alya yang langsung masuk dan menutupi pintu.


Sedangkan Luke dia mengantarkan Albert ke sekolah nya dulu.


Saat turun Albert nampak melihat ke belakang, yaitu Daddy nya.


"Ada apa?" tanya Luke.


"Daddy jangan lupa belikan game" ucap Albert.


"Oh, Mommy melarang Daddy karena kamu tidak mau memiliki adik perempuan" jelas Luke.


Albert seketika menatap kesal Daddy nya, lalu keluar dari mobil Daddy nya dengan wajah kesal nya.


Luke membuka sedikit kaca mobil nya dan dia melihat Albert yang sedang berjalan, lalu Albert menubruk anak perempuan hingga jatuh dan alih-alih membantu gadis kecil itu Albert malah acuh dan lanjut berjalan ke kelas nya.

__ADS_1


"Astaga anak itu" Luke geleng-geleng kepala melihat kelakuan putra nya.


Mobil kembali melaju dan Mike yang diam melirik Luke.


"Apa Albert masih menolak punya adik Dad?" tanya Mike.


"Ya, dia akan membuat adik nya ke tong sampah jika Mommy melahirkan bayi perempuan" jelas Luke.


Apa?


Mike tak bisa menahan tawa nya mendengar kelakuan adik nya yang nakal itu.


"Dia terlalu membenci anak wanita seperti nya" udap Mike.


"Ya, dia menyebalkan" sahut Luke lagi.


Lalu Luke melirik Mike.


"Kamu mau adik laki-laki atau perempuan?" lanjut Luke bertanya.


"Terserah, apapun itu aku akan happy untuk kedatangan adik-adikku" jawab Mike lagi.


"Jangan pacaran dulu, oke" kata Luke saat Mike turun.


"Ya Dad aku paham" balas Mike, lalu pamit pergi.


Luke melihat Mike yang sudah masuk ke sekolahan nya, dia tau banyak wanita yang mendekati Mike dan itu sedikit membuatnya takut karena pergaulan di jaman sekarang cukup bebas.


Dan Luke tak mau putra nya salah jalan dia ingin putra nya tak memiliki kegagalan seperti dirinya di masa lalu.


.


.


Alya menjemput Albert dan saat menunggu dia melihat Greta, anak gadis yang sering di bully Albert.


"Sayang, kenapa menangis?" tanya Alya mengusap pipi gembul gadis itu.


"Aunty" Greta masih menangis.


"Kenapa sayang, uh sini aunty peluk" Alya membawa gadis kecil itu ke pelukan nya.

__ADS_1


Albert datang dengan wajah santainya, dan saat melihat Mommy nya memeluk Greta Albert langsung mendorong Greta beruntung Alya menahan Greta sehingga gadis kecil itu tak jatuh.


"Albert!" Alya menatap kesal putra nya.


"Mommy dia anak orang lain, ayo kita pulang" kata Albert sambil meleos masuk ke dalam mobil nya.


Alya melihat Albert hanya menggelengkan kepalanya, lalu melihat Greta lagi.


"Jangan menangis lagi oke, apa Albert yang melakukan nya?" tanya Alya.


"Bukan aunty" Greta menggeleng pelan.


"Lalu siapa?" tanya Alya lagi.


Greta nampak diam tak mengatakan apa-apa, yang membuat Alya merasa kasihan.


"Apa kamu di jemput sayang?" tanya Alya.


Dan Greta masih diam membuat Alya memilih mengajak Greta pulang bersama nya, dan hal itu jelas membuat Albert kesal.


"Mommy!" Albert nampak kesal.


"Diam, duduk dan jangan banyak berisik" kata Alya tegas.


Alya memeluk Greta membiarkan Albert yang kesal padanya.


Sedangkan Greta hanya diam dan duduk di dekat Alya, hingga akhirnya mereka sampai di halaman rumah Greta.


"Makasih aunty" ucap Greta.


"Sama-sama, jangan menangis lagi ya" kata Alya lagi.


Greta mengangguk lalu masuk ke dalam rumah nya, Alya masih melihat ke dalam rumah mewah itu dia penasaran dengan orang tua Greta.


Dan saat mobil Alya menjauh terlihat Greta yang di jewer telinga nya oleh seorang wanita, Alya tak melihat nya karena dia fokus pada ponselnya.


Sedangkan Albert dia melihat nya tapi acuh karena Albert tak suka dengan Greta.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2