Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Dua kembar usil


__ADS_3

Pulang nya Alya masih kepikiran dengan kehamilan nya ini, dia tidak bisa mengatakan tidak senang tapi di sisi lain dia juga merasa kehamilan nya kali ini terjadi tanpa dugaan.


Ya Alya pikir di usianya yang sudah kepala tiga ini dia tidak akan hamil lagi, mengingat suaminya sudah kepala 5, dan itu satu masalah yang membuat kepalanya penuh saat ini.


"Sayang, are you ok?" tanya Luke.


"Hem" balas Alya malas.


Luke yang menyetir melirik sang istri.


"Apa kamu tidak happy?" tanya Luke lagi.


Dan Alya menggeleng pelan.


"Aku happy, tapi aku juga memiliki kecemasan" jelas Alya.


"Kecemasan apa?" tanya Luke menghentikan mobil di pinggir jalan.


Lalu Luke memegang tangan sang istri, matanya menatap wajah istrinya.


Alya yang di tatap menghela nafasnya panjang, lalu balik menatap Luke.


"Kamu mencemaskan apa?" Luke mengulang pertanyaan nya.


Huh..


"Usia kita" balas Alya.


"Apa yang salah? apa karena usiaku sudah tua?" tanya Luke.


Dan Alya mengangguk sebagai jawaban.


Luke yang mendapatkan kejelasan akan sikap murung istri nya paham, dia nampak diam dan berpikir.


Usia nya memang terlalu tua untuk memiliki bayi kembali, cukup dengan memiliki dua gadis kecil yang masih 6 tahun itu pun sudah terasa aneh di usianya yang sudah kepala 5 tapi punya anak yang masih kecil.


Tapi jelas itu bukan kesalahan, tidak ada yang salah jika Tuhan sudah berkehendak dan Luke yakin Tuhan punya rencana baru di balik semua ini.

__ADS_1


"Aku takut kita tak bisa melihat anak kita menikah" kata Alya jujur.


Sttt..


Luke menyimpan satu jari nya di depan sang istri.


"Tuhan akan memperpanjang umur ku sampai aku bisa melihat cucu-cucu kita, bahkan cicit sekalipun aku yakin Tuhan akan memberikan keajaiban nya" ucap Luke dengan wajah yang menyakinkan.


Tapi tetap saja Alya tak bisa langsung luluh, dia masih memikirkan masa depan anak nya nanti karena uang juga bukan lah penyelesai masalah.


Luke memeluk Alya, dia juga memberikan kecupan mesra di kening dan bibir sang istri.


"I love you" bisik Luke kembali mengecup bibir Alya.


"I Love you too, so much" balas Alya dan mengeratkan pelukan nya pada sang suami.


Tidak ada obrolan lagi, Luke paham apa yang menjadi ketakutan sang istri, dan dia hanya berharap Tuhan baik padanya dengan mengijknkan hidup lebih lama dengan istri dan keluarga kecilnya.


.


.


"Andai aku tinggal di kota mungkin aku juga akan tertarik dengan semua ini, huh.. tapi sayang aku tinggal di desa yang membuat aku tidak punya kesempatan menjadi siapa-siapa" gumam Beby sambil melihat ke arah Anna dan Thea yang sedang berlatih balet.


Setelah 1 jam lebih akhirnya kelas balet selesai, Anna dan Thea mendekat dan meminta minum mereka.


"Maaf, kakak lupa membawa minum" kata Beby yang melupakan bekal minum jus yang di siapkan bibi tadi.


"Ck, ceroboh" ketus Anna.


"Tidak apa, kita mau beli minum sambil jajan" ucap Thea.


Yang membuat Anna melirik adik nya itu.


"Kita tidak membawa uang" bisik Anna.


"Tapi kak Beby pasti punya" balas Thea tersenyum.

__ADS_1


Anna diam sejenak lalu dia manggut-manggut dan tersenyum kecil.


"Kita mau jajan ke minimarket" kompak keduanya.


Beby yang berpikir keduanya memiliki uang langsung setuju, dan mereka pergi ke minimarket di antar supir.


Anna dan Thea dengan Happy membeli banyak cemilan dan minuman, Beby yang melihat itu tak banyak komentar karena dia pikir kedua anak asuhnya itu membawa uang.


"Kak Beby belanja lah, nanti kami traktir" kata Thea.


"Memang nya boleh?" tanya Beby.


"Ya, tapi jangan banyak-banyak" balas Anna yang melihat berbie keluaran terbaru.


Dia menunjukkan nya pada Thea, dan kedua adik kakak itu langsung memborong mainan berbie kesukaan mereka.


Hingga giliran membayar, Beby mendorong satu troli penuh isi cemilan minuman dan beberapa es krim, jangan lupakan mainan yang juga lumayan banyak di masukkan kembar ke dalam troli juga.


"Semuanya 2,4 juta nona" ucap kasir.


Beby melirik ke dua anak asuh nya, tapi dengan santainya Anna berkata..


"Kami anak kecil, mana ada punya uang" ucap Anna polos.


"Ya, Mommy Daddy tak pernah memberikan kami uang, selain uang untuk menabung di sekolah" timpal Thea.


"Jadi? siapa yang membayar nya?" tanya Beby bingung.


Anna dan Thea saling berpandangan dan mengedikan bahu nya kompak.


Beby yang melihat itu kebingungan, dia tak punya uang sebanyak itu, adapun uang di dompetnya itu hanya 150 ribu itupun bayaran uang parkiraan kemarin.


Dan atm nya pun hanya ada saldo 50 ribu, mana cukup uang nya untuk membayar tagihan belanjaan anak majikan nya itu.


"Mati aku, mereka pasti sengaja ingin membuat aku kesal" batin Beby sambil melihat Anna dan Thea yang malah asyik menjilati es krim nya karena takut keburu meleleh.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2