Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Pekerjaan


__ADS_3

"Steven, menager di perusahaan X" ucap Steven dengan wajah so kegantengannya.


"Mike Christian" balas pria itu yang tak lain adalah Mike, ikut memperkenalkan dirinya.


Apa?


"Kau pemilik perusahaan X?" tanya Steven.


Dan Mike tak menjawab tapi dia langsung menarik Beby.


"Kau menunggu ku honey? ayo ikut aku tempat kita bukan di sini" ucap Mike pada Beby.


"Kalau tidak di sini dimana?" tanya Beby mengikuti alur sandiwara yang dia buat sendiri.


"Aku sudah memesan ruangan VVIP, ayo aku tak suka waktu kita di ganggu orang tak jelas" lanjut Mike lagi.


Dan Beby nampak tersenyum, lalu melirik Steven dan Vanesa.


"Aku duluan" ucap Beby yang tanpa malu menggandeng tangan Mike di depan mantan sahabat dan kekasihnya itu.


Lalu Beby dan Mike berjalan menjauh pergi, terlihat wajah tak suka dari Vanesa.


"Cih, kenapa dia yang mendapatkan keturunan Chris, kalau begini ini namanya sama aja aku kalah dari Beby" gerutu Vanesa dalam hatinya.


Sedangkan Beby dia yang berjalan dengan Mike seketika menghentikan langkah kakinya.


"Maaf tuan Mike, saya terpaksa mengaku-ngaku" ucap Beby menunduk malu.


"Tidak masalah, aku juga mendengar jika mereka mengejek mu jadi bukan hal besar jika kita membuat mereka bungkam" balas Mike.


Beby tersenyum melihat kebaikan Mike, inilah yang dia suka dari pria tampan di depan nya.


Mike memang keturunan orang kaya, tapi Mike tak sombong dan terkesan baik pada dia yang hanya orang miskin, bahkan jika dia tidak pernah bertemu Mike mungkin Beby tak akan bisa menjadi Beby yang sekarang ini.


"Kau sudah makan?" tanya Mike.


"Belum" balas Beby cepat.


"Ayo makan bersamaku" ajak Mike.


Beby tak kuasa menolak, lagi pula bodoh jika sampai dia menolak ajakan yang tidak akan dia dapatkan dua kali itu.


"Andai saja tuan Mike tidak punya pacar, huh.. astaga apa yang aku pikirkan, kenapa juga aku malah memiliki niatan segila itu, sadar Beby kamu dan tuan Mike tak cocok kalian bagaikan langit dan bumi" batin Beby sambil berjalan mengikuti Mike ke ruangan VVIP.

__ADS_1


.


.


Mike pulang dengan membawa makanan yang di pesan sang Mommy.


"Makasih ya kak" ucap Alya pada sang putra.


"Sama-sama, yang lain ke mana?" tanya Mike melihat rumah yang sepi.


"Adik kembar kamu di ajak ke mall sama teman nya, katanya mau nonton. nah kalau Sean dia ada di kamar nya tidur siang" jelas Alya.


Mike hanya manggut-manggut lalu dia pun memilih ke kamar nya meninggalkan sang Mommy.


Alya yang di tinggalkan menelpon Luke, dia menanyakan perkembangan dari misi mereka, dan saat mengetahui jika apa yang mereka lakukan lebih gila dari apa yang di rencanakan Alya nampak begitu senang.


"Tidak sia-sia aku minta Mike membelikan makanan di restoran itu, syukurlah Mike maju dua langkah dari apa yang aku pikiran, sekarang tinggal giliran mbak Clara yang bertindak" gumam Alya sambil membuka makanan yang di belikan Mike.


Sedangkan di kamar Mike yang lelah memilih tiduran, tapi belum sempat di memejamkan matanya Mike mendapatkan telpon dari Mami nya.


"Halo Mam"


"Sayang, bagaimana sudah dapat asisten buat Mami?" tanya Clara.


"Belum Mam, aku masih mencari" balas Mike jujur.


Mike menghela nafasnya panjang, dia bingung mencari asisten untuk Mommy nya seperti apa.


Apa harus perempuan atau laki-laki, tapi yang Mike mau jelas perempuan karena sekalian bisa menjadi teman Mami nya yang selalu mengeluhkan kesepian.


"Mike, kau masih mendengarkan Mami kan sayang?" tanya Clara.


"Ya Mam" balas Mike cepat.


"Carikan yang baik dan jujur, Mami mau yang aktif juga" lanjut Clara.


"Oke, ada lagi kriteria Mami?" tanya Mike.


"Ada, Mami mau dia wanita yang mudah berbaur, kamu pahamkan apa yang Mami sebutkan?" Clara bertanya.


"Ya Mam" balas Mike.


Lalu panggilan nya di matikan sepihak oleh Clara.

__ADS_1


Huh..


Mike nampak berpikir keras akan apa yang Mami nya mau, kemana dia mencari kriteria pekerja seperti yang Mami nya mau.


Dan saat Mike sedang berpikir seketika Mike ingat akan seseorang.


"Bukan kah gadis itu bilang dia baru saja di pecat dari pekerjaan nya?" gumam Mike ingat akan ucapan Beby tadi.


"Aku baru saja di pecat tuan, jadi tidak bekerja" begitu balasan Beby saat di tanya kenapa tidak balik ke tempat kerja setelah makan.


"Beby" gumam Mike.


Tapi Mike ragu jika Beby mau, apalagi pekerjaan nya cukup jauh dan Beby juga harus pindah ke New York karena Mami nya membuka usaha di sana.


Karena penasaran Mike memilih mencoba, dia langsung menelepon Beby.


"Halo"


"Aku punya pekerjaan untuk mu" ucap Mike.


"Benarkah? saya mau tuan" balas Beby cepat.


"Tapi pekerjaan nya sangat jauh" jelas Mike.


"Maksudnya?" tanya Beby tak mengerti.


Lalu Mike pun menjelaskan pekerjaan apa yang dia tawarkan pada Beby, Beby mendengarkan dengan seksama.


Hingga..


"Saya mau tuan, ini impian saya bisa bekerja di luar negri" ucap Beby semangat.


"Oke, kalau kau mau kita berangkat akhir lusa, jangan khawatir semua keperluan mu menjadi tanggung jawabku, kau hanya perlu menyiapkan diri saja" jelas Mike lagi.


"Baik tuan, terimakasih. saya akan bekerja dengan giat" kata Beby semangat.


Dan Mike tak menjawab lagi dia memilih mematikan panggilan nya sepihak.


Huh..


"Akhirnya masalah asisten untuk Mami selesai, sekarang hanya perlu menunggu Mommy sehat" gumam Mike kembali memejamkan matanya.


Entah karena lelah atau apa tak butuh waktu lama Mike langsung tertidur, meski tidak lelap tapi Mike akhirnya bisa tidur siang padahal sebelumnya dia hanya tau kerja dan jarang tidur karena selalu memiliki rasa bersalah.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2