Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Keluarga kecil


__ADS_3

"Kak Albert buruan" teriak Thea yang sedang main berbie di teras belakang.


"Lama banget, kamu minta apa?" tanya Anna.


"Minta bawa es krim, kalau kakak?" tanya balik Thea.


"Apel sama snack" balas Anna.


Keduanya kembali main dan tak lama kemudian Albert datang dengan membawa pesanan makanan yang di minta kedua adik gemoy nya.


Dia duduk dengan wajah di tekuk nya seperti biasnya Albert selalu menjadi asisten kedua adik nya.


"Thanks tampan ku" ucap Anna dan Thea tertawa.


"Lain kali kalian harus ambil sendiri, kalian bukan putri raja" kata Albert kesal.


"Memang bukan putri, tapi Daddy bilang kami adalah princess, ya kan Thea" Anna melirik adik kembaran nya.


Dan Thea mengaggguk sambil membuka bungkusan es krim nya dan mulai makan es krim.


Albert mendengar jawaban kedua adiknya hanya geleng-geleng kepala, adiknya memang lain dari yang lain.


Melihat Thea yang makan es krim Anna yang memakan apel pun menjadi ngiler, dan melirik kakak nya.


Albert paham akan tatapan si manja Anna, dia tak melihat dan memilih main gadjet.


Hufh..


"Ambil sendiri jangan manja" ketus Albert.


"Kakak nggak ganteng kalau nggak mau ambilin" ucap Anna manyun.


"Biarin, mending jelek yang penting nggak mager kaya kalian" kata Albert sambil bersantai dan dia membuka cemilan yang dia bawa tadi.


Anna melihat itu manyun, minta pada Thea pun adiknya pasti tak akan memberi meski satu jilatan lagi pula dia begitu anti dengan kejorokan.


Terpaksa Anna pun mengambil es krim sendiri, meninggalkan Thea dan Albert yang masih di teras belakang.


Saat berjalan Anna melihat kakak nya yang satu nya lagi, Mike nampak sedang menelpon seseorang.


"Halo tampan" sapa Anna.


Mike yang sedang menelpon jelas kaget mendengar suara itu, dia melihat ke belakang dan kaget melihat adiknya yang tersenyum pada nya.

__ADS_1


"Maaf tuan, seperti nya saya harus mematikan panggilan nya dulu, nanti saya hubungi tuan kembali" ucap Mike.


Dan setelah panggilan di matikan Mike langsung melihat adiknya.


"Dari siapa belajar kata-kata itu?" tanya Mike mendekati adiknya.


"Dari Daddy, pulang kerja Daddy bilang Mommy sexy dan Mommy balas dengan thanks Tampan ku yang hot, gitu" jelas Anna polos.


Mike mendengar penjelasan adiknya menggelengkan kepalanya.


Mommy dan Daddy nya memang terlalu romantis, bahkan sampai tak sadar mengumbar keromantisan nya di depan anak-anak nya.


"Kakak mau di bawa kemana?" tanya Anna yang tiba-tiba di gendong.


"Kamu mau ke dapur kan?" tanya Mike.


"Ya, mau ambil es krim" balas Anna.


Mike mengangguk dan membawa Anna di gendongan nya ke dapur, dia mengambilkan dua es krim untuk nya dan untuk sang adik.


Lalu Mike kembali berjalan ke teras belakang dimana Albert dan Thea masih asyik dengan makanan nya masing-masing, dia dan Anna ikut bergabung.


Dari kejauhan Alya dan Luke melihat anak-anak nya, keduanya benar-benar bahagia bisa melihat anak-anak nya yang akur.


"Mereka sangat akur, aku senang Mike selalu bisa menjadi kakak yang baik untuk adiknya" ucap Alya tersenyum melihat anak-anak nya.


"Aku heran kemana Albert yang suka marah-marah mau adik laki-laki, dia bahkan sekarang mau aja di jadikan pesuruh adik nya" kata Alya menggelengkan kepalanya mengingat kenakalan Albert.


Luke terkekeh mendengar itu.


"Albert akan menjadi kakak yang baik, seperti sekarang ini dia benar-benar di buat takluk oleh kedua adik nya yang manja" sahut Luke lagi.


Alya mengangguk lalu keduanya berjalan ke ruang tengah, Alya dan Luke duduk.


Ini sudah satu bulan setelah meninggal nya Oma Diandra dan Luke jarang ke kantor karena dia ingin lebih banyak waktu di rumah.


"Mike sudah 23 tahun, apa menurut mu Mike sudah cocok untuk menikah sayang?" tanya Luke.


Dan langsung mendapatkan lirikan dari Alya.


"Jangan aneh-aneh, Mike masih 23 tahun dia masih muda biarkan dia menikmati masa muda nya dulu" balas Alya tegas.


Luke mencium pipi istrinya, lalu tiduran di pangkuan sang istri.

__ADS_1


"Aku rasa bagus kalau kita punya cucu" ucap Luke lagi.


"Jangan aneh-aneh, Mike tak akan suka jika kita terlalu ikut campur" kata Alya lagi.


Luke menatap wajah istrinya yang sangat cantik di usia nya yang masih 31 tahun itu, lain dengan Luke yang sudah 50 tahun karena mereka berbeda 19 tahun.


"Aku sudah tua dan kamu masih cantik, apa aku akan mati duluan?" Luke mulai membahas hal yang sama.


Dan jangan di tanya ekspresi wajah Alya yang berubah menjadi kesal.


Alya paling tak suka dengan pembahasan seperti ini karena menurut nya ini bukan hal yang harus di bahas.


"Jangan bahas bisa nggak?" tanya Alya.


"Tapi sayang aku sudah 50 tahun" kata Luke lagi.


"Lalu kalau suda 50 tahun kenapa? kamu akan tua? ya itu pasti, kamu akan tua dan mati lalu tinggal di kuburan sedangkan aku akan hidup enak menjadi janda kaya, membayar gigolo dan__" ucap Alya terpotong.


"Sayang!" Luke menatap sebal istrinya.


Alya menghela nafasnya panjang.


"Jadi masih mau bahas lagi?" tanya Alya.


Luke menggeleng pelan.


"Jangan, aku mau hidup sama kamu terus" kata Luke.


"Ya, kita tak akan terpisahkan" balas Alya.


"Meski maut datang, cinta kita masih kan?" tanya Luke.


"Tentu saja hilang, masa iya aku cinta sama yang mati, udah aja ikut mati" sahut Alya sambil tertawa.


Dan wajah Luke begitu nampak kesal, Alya hanya tertawa melihat itu lalu memberikan ciuman di bibir suami nya.


"I love you" ucap Alya.


"Love you too" balas Luke yang membalas mencium bibir istrinya.


Dan Mike yang akan ke toilet melihat adegan ciuman itu, membuat Mike hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


"Mommy dan Daddy tak pernah tau tempat, apa mereka lupa jika aku pria dewasa" gumam Mike Menggerutu kesal.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🙏🤗


__ADS_2