
Pelan tapi pasti hubungan Alya dan Luke membaik seiring berjalan nya waktu, hari ini keduanya akan datang ke rumah Oma Diandra untuk makan malam.
"Sayang, lama tidak bertemu Oma kangen" kata Oma Diandra memeluk menantu nya.
Meski seharusnya dia panggil Mommy seperti Luke memanggil nya tapi Oma Diandra tak masalah.
Apapun itu yang membuat menantu nyaman, apalagi usia Alya seumuran dengan cucu nya, yaitu Melina jadi dia tak masalah dengan hal itu.
"Aku juga kangen Oma" Alya balas memeluk sang mertua.
Luke yang melihat itu membiarkan Mommy nya berdrama, dia masuk ke dalam mansion dan duduk di sofa.
"Melina mana Oma?" tanya Alya tak melihat Melina.
"Dia lagi keluar, katanya ada tugas kampus sama teman nya" jelas Oma Diandra.
Alya yang mendengar itu hanya mangut-mangut saja lalu duduk di samping Luke.
Oma Diandra juga ikut duduk, mereka tidak langsung makan malam karena menunggu Melina dulu.
"Apa Luke bersikap baik pada mu sayang?" tanya Oma Diandra.
"Mom" Luke yang mendengar pertanyaan dari Mommy nya agak sebal.
Karena Mommy nya terlihat seolah dia adalah pria yang terlalu buruk untuk Alya.
"Diam kau Luke, Mommy tidak bicara dengan mu" tegas Oma Diandra dengan wajah sinis nya yang membuat Luke memutar bola matanya malas.
Alya hanya tertawa melihat ibu dan anak itu, ternyata di balik sikap menyebalkan Luke dia juga selalu menyebalkan pada Mommy nya, yaitu Oma Diandra.
__ADS_1
"Luke baik Oma, meski pada awalnya dia agak menyebalkan tapi kami sudah baikan dan mau menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih baik" jelas Alya dengan senyuman nya.
"Benarkah, syukurlah jika itu benar. Oma sangat lega mendengarnya" balas Oma Diandra merasa lega.
Bagaimana pun dia tidak mau Luke gagal lagi, dia ingin putra semata wayangnya itu memiliki keluarga sebelum dia menyusul suaminya.
Alya melirik Luke yang terlihat kesal, dia menggelengkan kepalanya karena baru tau jika Luke memiliki sifat sepeti ini, kekanakan.
Lalu mereka pun mengobrol kan masalah kehamilan Alya, Oma Diandra menanyakan kabar kehamilan Alya yang baru dua bulan itu.
Tapi Luke menjawab jika Alya baik-baik saja, Alya juga mengatakan hal yang sama karena keduanya tak mau Oma Diandra khawatir dengan kondisi kehamilan Alya jika tau Alya pernah pendarahan gara-gara ulah Luke.
"Assalamu'alaikum Oma"
Melina datang dengan wajah cerianya, Alya yang mendengar suara temannya langsung bangkit dan melihat Melina.
"Ahk rindunya" Alya langsung memeluk Melina.
Pelukan nya terlepas, Melina melihat Alya yang semakin berisi dan tersenyum.
"Sepertinya kamu bahagia banget sama Om Luke, aku bahagia melihat kamu seperti ini" Melina tersenyum nampak ikut senang dengan perubahan tubuh sang teman.
Alya hanya tersenyum mendengar ucapan teman nya, tidak tau juga jika dia bahagia atau tidak, tapi untuk saat ini Alya hanya nyaman karena Luke juha sangat perhatian padanya.
Dan itu sudah cukup membuat Alya betah bersama Luke, karena anak korban broken home sangat membutuhkan perhatian yang lebih dan sangat haus akan kasih sayang.
"Tentu, Om kamu perhatian jadi aku nyaman" balas Alya agak berbisik.
Tak mau Luke sampai mendengar dan besar kepala karena Alya mengakui jika dia nyaman bersama Luke.
__ADS_1
"Lebih tepatnya nyaman sama tongkat bisbol nya" lanjut Alya kali ini berbisik di telinga Melina.
Tongkat bisbol?
Melina agak bingung mendengar perumpamaan itu, hingga dia sadar apa yang di maksud tongkat bisbol itu.
"Alya, kamu nyebelin ya!" Melina sebal karena Alya mengotori otak suci nya.
"Haha, sorry girls tapi itu bagus karena jiwa muda begitu banyak hal yang membuat penasaran" sahut Alya sambil tertawa.
Luke dan Oma Diandra saling melirik tak paham dengan obrolan dua gadis muda berbeda status itu.
Lalu Oma Diandra mengajak Alya dan Melina makan malam, tapi Melina memilih mandi dulu dan Alya juga ikut ke kamar Melina.
"Kamu bersamaku" kata Luke menarik tangan Alya.
"Nggak mau, aku ada urusan penting sama Melina" balas Alya melepaskan tangan nya dari Luke.
Lalu berjalan pergi meninggalkan Luke yang terlihat menyedihkan di mata Mommy nya.
"Sabar, harus sadar diri kalau nikahin gadis muda" kata Oma Diandra meledek.
"Mom!" Luke yang kesal semakin bertambah kesal.
"Sudahlah melihat wajah mu yang menyebalkan itu membuat Mom mau muntah, itu juga segera cukur kumis dan janggut mu kau tau Luke, melihat mu seperti ini bersanding dengan Alya membuat Mom kasihan pada Alya, dia mendapatkan pria tua yang mesum seperti mu" lanjut Oma Diandra dengan wajahnya yang di buat-buat.
"Mom, aku tidak tua aku matang" balas Luke tegas.
"Ya matang karena kau adalah duren kadaluwarsa" sahut Oma Diandra lagi lalu meninggalkan Luke yang kesal sambil tertawa.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏