
"Albert kau mau adik kan?" tanya Luke saat mereka sedang duduk menikmati weekend nya.
"Ya Dad, mau tapi laki-laki " balas Albert yang fokus pada mainan nya.
Alya menyuapi Albert makan puding coklat kesukaan sang putra.
"Kenapa laki-laki?" tanya Alya menyahut dan kembali menyuapi putra nya.
Karena jika tidak begini Albert akan lebih asyik main dan melupakan waktu makan siang nya.
Apalagi Albert sangat anti sayuran, dia selalu menolak makan sayur apalagi yang berwarna hijau seolah sayuran adalah tumbuhan berwarna hijau itu adalah sesuatu yang sangat dia takuti.
"Ya kenapa tidak perempuan, itu akan lucu sayang karena dia akan memakai pita pink, rambut nya di kepang seperti berbie" timpal Luke sambil makan cemilan kentang kesukaan nya.
Albert yang sedang main itu menghentikan gerakan tangan nya dan melirik kedua teman nya.
"Aku tak mau adik perempuan, mereka pasti ompong dan menyebalkan" ucap Albert dengan wajah santainya.
"What? apa yang kau maksud itu adalah Gretta?" tanya Alya mulai paham.
Dan Albert mengangguk.
"Dia sangat menyebalkan, enak saja dia mau dekat-dekat dengan ku aku tak suka perempuan ompong, bahkan melihat wajah nya saja aku malas" jawab Albert lagi.
Alya mendengar penuturan putra nya menggelengkan kepalanya, beginilah Albert dia selalu pandai membully seseorang.
"Sayang siapa Gretta?" tanya Luke penasaran.
"Dia anak tetangga 5 rumah dari rumah kita, Gretta menyukai Albert dan mau berteman dengan putra kita, tapi kau tau sayang Albert malah membully nya" Alya menjelaskan dengan wajah gemas nya.
Dan kembali Alya menyuapi putra nya dengan puding coklat di piring nga lagi.
"Apa itu benar son?" tanya Luke.
Dan Albert hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Tidak ada adik perempuan Mom Dad, aku mau adik laki-laki agar dia bisa aku ajak main pukul-pukulan, huh itu pasti menyenangkan" sahut Albert tersenyum.
__ADS_1
Luke menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putranya yang masih 4 tahun itu, Albert memang sangat aktif dan omongan sudah seperti anak 7 tahun.
"Dia mirip siapa?" bisik Alya.
Luke mengangkat bahu nya seolah ingin mengatakan dia tak tau.
Dan Alya yang melihat reaksi suaminya itu hanya bisa mengatakan..
"Aku bar-bar tapi tak suka membully orang" ucap Alya lagi.
"Mungkin tidak jika dia benar-benar mendapatkan adik perempuan" sahut Luke.
"Ya aku juga berpikir begitu" balas Alya lagi.
Dan Albert mendengar ucapan Mommy Daddy nya yang membuat dia langsung berkata..
"Akan aku buang ke TONG sampah adik perempuan itu, tidak ada adik perempuan yang jelek" kata Albert sambil berlari membawa bola.
"Albert kembali! makan dulu" teriak Alya.
"Lihat anak mu, kejar dia jangan sampai dia membuat ulah dengan masuk ke rumah orang lagi" kata Alya sambil berjalan ke arah dapur.
Hufh..
Luke pun beranjak dari duduk nya, dia berjalan mengikuti kemana putra nya pergi takut jika Albert kembali merusak kaca rumah tetangga seperti yang Albert lakukan beberapa hari lalu.
.
.
Malam nya keluarga Luke kumpul makan, Mike juga ikut makan bersama keluarga nya.
Dan seperti biasanya Mike selalu menang di setiap lomba basket yang dia sering ikuti.
"Dad Mom aku mau minta ijin, di sekolah ada acara camping di salah satu kota yang dekat pegunungan" ucap Mike sambil melihat situasi di meja makan.
"Tentu saja boleh, pergilah tapi ingat selalu jangan lupa makan dan kabari Mommy" sahut Alya yang selalu menjadi orang pertama yang menyemangati putra nya.
__ADS_1
Lain dengan Luke yang nampak diam dan fokus melihat Albert yang makan spagetti.
"Sayang" Alya memukul pelan tangan Luke agar Luke sadar jika putranya sedang bertanya.
Luke melihat Alya lalu melirik Mike.
"Apa hanya anak laki-laki?" tanya Luke.
"Hem, anak perempuan juga ikut hanya saja beda tempat dan jarak nya lumayan jauh yaitu satu kilometer" jelas Mike.
Luke diam nampak berpikir, dia tau banyak anak perempuan yang selalu menggoda Mike dia hanya tak mau putra nya masuk ke dalam kebebasan remaja.
Dia ingin Mike menjadi pria positif dan selalu mengedepankan masa depan nya di setiap mengambil langkah, karena bagaimana pun harapan setiap orang tua tak ada yang mau putra nya gagal.
"Aku tak akan berdekatan dengan perempuan" kata Mike paham.
"Kapan berangkat nya?" tanya Luke.
"Minggu depan, itupun jika Daddy mengijinkan" jelas Mike.
"Baiklah kau boleh berangkat" Luke akhirnya setuju.
"Thanks Dad" Mike nampak senang.
"Hem, jangan kecewakan Daddy" kata Luke lagi.
Dan Mike mengangguk dengan wajah senang nya, sedangkan Alya tangan nya di kolong meja memegang tangan Luke, dia suka Luke yang seperti ini.
Tapi saat tangan nya meraba-raba Alya malah salah pegang membuat Luke melirik dengan tatapan mesum nya.
"Sayang nanti saja di kamar, kamu nakal banget sih" Luke berbisik di telinga sang istri.
Alya yang memegang pentungan seketika melepaskan nya, menggelengkan kepalanya karena dia malah kelepasan memegang sesuatu yang akan membuat dia lembur malam ini.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏
__ADS_1