Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Mandi bersama


__ADS_3

Pagi harinya Alya terbangun dengan perasaan tak menentu, apalagi saat ini dia bangun dengan tanpa sehelai benang pun.


Kembali teringat akan percintaan nya semalam, Luke mengajak nya bercinta dengan lembut dan tanpa pemaksaan seperti biasanya.


Entah kenapa merasakan itu membuat Alya nyaman, apalagi dia sudah candu dengan rasa saat dia dan Luke bercinta.


"Luke" panggil Alya.


"Hem" balas Luke malas dan masih ingin tidur.


"Ini sudah jam 7 pagi" ucap Alya yang melihat jam.


"Lalu?" balas Luke yang sangat betah dengan tidur nya apalagi dia dengan sengaja menyimpan satu kaki nya di paha Alya, dan jangan lupakan jika tangannya juga menempel di punggung putih Alya.


Alya sedikit bergerak, membuat Luke yang merasakan pergerakan itu membuka matanya.


"Aku libur" kata Luke akhirnya.


"Ini bukan hari libur, ini masih hari selasa" balas Alya sambil mencoba menjauhkan kaki Luke.


Tapi jelas itu tak mudah karena bagaimana pun kekuatan Luke lebih besar dari pada dirinya.


Karena kesusahan Alya pun akhirnya pasrah, hingga dia merasakan tangan Luke menyentuh perutnya dan mengusap perut nya dengan lembut.


"Aku bos nya, aku bisa cuti sesuka hatiku" jelas Luke sambil menyibakan selimut nya.


Dan saat Luke menyibakan selimut nya terlihat lah tubuh keduanya yang sama-sama tak berbusana.


Tapi hal itu sama sekali tak membuat Luke malu, dia malah mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Alya.


"Jangan bilang kamu mau lagi" ucap Alya seolah bisa menebak apa yang ada di pikiran Luke.


Luke menggelengkan kepalanya dan menyimpan satu tangannya di perut Alya lagi.


"Dia tidak akan menendang mu" kata Alya yang melihat kelakuan Luke.


"Aku tau karena bayi akan bergerak setelah kandungan memasuki 4 bulan, tapi baru akan terasa lebih besar setelah 6 bulan" jelas Luke sambil mengusap perut Alya.


Alya terdiam mendengar ucapan Luke, dari mana Luke tau masalah itu bahkan dia ibu dari bayi nya saja tidak tau sejauh itu.

__ADS_1


Sadar jika Alya mematap nya Luke langsung menarik tangannya, dan menatap lekat wajah Alya.


"Ternyata kamu tidak jelek, lumayan manis" celetuk Luke sambil tersenyum.


Alya yang semula berpikir akan Luke yang banyak tau akan proses kehamilan itu melotot, dan langsung memukul tangan Luke karena kesal.


"Aku memang manis, jangan salah aku begini-begini banyak yang suka tau" ketus Alya kesal.


"Benarkah?" tanya Luke seolah kaget.


"Ya, aku adalah queen nya, kamu tau saking banyak nya yang mengejar cinta ku aku jadi banyak di musuhi teman kelasku karena pria incaran mereka malah mengatakan cinta pada ku" Alya berkata dengan wajah penuh percaya dirinya.


Luke yang mendengar itu tertawa, tidak heran jika banyak laki-laki yang mengejar Alya karena dia rasa Alya adalah gadis yang unik yang sulit di taklukan.


Bukk!


"Jangan tertawa kamu pikir aku bicara omong kosong saja hah!" Alya kesal karena Luke yang tertawa terlihat seperti sedang mengejek nya.


Luke tidak marah saat Alya memukul nya, dia malah mengacak rambut Alya dan mencium bibir Alya dengan lembut.


"Ayo mandi" ajak Luke.


Luke sekali lagi tertawa mendengar ucapan istrinya yang begitu susah untuk di bodohi.


"Baiklah aku akan mandi sendiri" Luke bangkit dari ranjang.


Dan saat Luke berdiri bahkan berjalan melewatinya Alya hanya bisa menelan ludahnya kasar, bagaimana tidak dia melihat milik Luke yang besar.


Hufh..


"Apa tidak apa kalau aku mau di tusuk lagu, huh.. sensasi semalam saja membuat ku hilang akal dan terbang apa sekarang akan lebih enak dari tadi malam" batin Alya bergumam.


Luke yang sedang berjalan sadar jika tuguh nya sedang di perhatikan istrinya, dia berhenti dan berbalik melihat istrinya.


Glekk..


Kali ini Alya bisa melihat tongkat bisbol nya lebih jelas, dan itu membuat pipi nya seketika merona di buatnya.


"Apa kamu berubah pikiran?" tanya Luke dengan suara sexy nya yang menggoda.

__ADS_1


Alya menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak, aku akan mandi sendiri" sahut Alya gengsi.


Padahal dalam hatinya dia merasa ingin, bahkan milik nya berkedut seolah ingin di masuki tongkat bisbol Luke yang besar.


Alya menggigit bibir bawah nya, Luke harus berinisiatif menggendong nya bukan hanya bertanya.


"Baiklah, aku akan mandi" Luke berjalan lagi.


Alya sangat kesal saat Luke sudah masuk ke dalam kamar mandi, dia mengusap wajah nya kasar dan ragu untuk beranjak dari ranjang nya.


"Persetan dengan gengsi, aku sudah tidak tahan untuk di masuki Luke" Alya memilih ikut masuk ke kamar mandi.


Saat melihat Alya yang ikut masuk Luke hanya tersenyum, hingga Alya tiba-tiba ikut masuk ke dalam bathuh dan Alya duduk di atas pangkuan Luke.


"Aku mau" kata Alya melingkarkan tangannya di leher Luke.


"Bukan kah tadi kamu menolak otak mesum ku?" Luke malah memanfaatkan ini untuk menggoda Alya.


Alya diam, tapi dia tidak malu melainkan merasakan jika milik Luke sudah berdiri dan menusuk paha nya.


"Dia berdiri" kata Alya.


"Lalu?" tanya Luke seolah ingin Alya melakukan nya sendiri.


Alya benar-benar tidak bisa menahan lagi, dia langsung memasukkan nya ke dalam milik nya meski pada awal nya sakit dan penuh yang membuat nya agak menjerit pelan.


Tak sampai di situ saja Alya juga mencium bibir Luke dan bermain sendiri, Luke yang sudah tak tahan akhirnya membalas ciuman itu dan tidak membiarkan Alya bergerak sendirian dia membantu Alya dengan membuat Alya merasakan sensasi yang beda lagi.


Ouguh..


"Aku benar-benar gila" Alya menjerit saat Luke tak berhenti memberikan servis terbaiknya di beberapa titik.


"Kita gila bersama, you are so hot baby" ucap Luke sambil memejamkan matanya karena begitu menikmati permainan yang Alya lakukan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2