
Beby mengetuk pintu kamar Anna dan Thea, setelah cukup lama menunggu dan tak mendapatkan jawaban Beby pun membuka pintu.
Ceklek..
Beby masuk ke dalam kamar dan melihat dua gadis kecil berambut panjang yang sedang menatap nya aneh.
"Halo, aku kak Beby salam kenal" ucap Beby mengenalkan dirinya.
"Pengasuh baru?" tanya Anna.
"Ya, saya akan mengasuh nona Anna dan Nona Thea" balas Beby cepat.
"Kami bukan anak kecil, tidak perlu pengasuh" balas Thea.
Dan Anna mengangguk kecil.
Beby diam mendengar ucapan kedua gadis kecil itu, dia rasa keduanya akan sedikit menyulitkan nya tapi itu bukan masalah besar, dia akan mengambil hati kedua gadis kembar itu.
"Nona Anna dan Nona Thea mari mandi, apakah mau mandi dengan air hangat?" tanya Beby mencoba untuk tetap ramah.
Anna dan Thea saling melirik lalu keduanya pergi begitu saja ke kamar mandi, meninggalkan Beby yang masih menahan diri untuk tidak kesal.
Huh..
"Sabar Beby, ini demi masa depan mu" gumam Beby mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Setelah itu Beby memilih menyiapkan pakaian si kembar, dia melihat catatan baju di almari dan karena itu dia merasa senang karena dia tidak perlu bertanya.
Beberapa menit berlalu..
Anna dan Thea masih belum keluar dari kamar mandi, Beby yang cemas mencoba mengetuk pintu.
Tok..tok.
"Nona, ini sudah jam 9 siang" panggil Beby.
Anna dan Thea di dalam kamar mandi sebenarnya sudah selesai, tapi keduanya nampak sedang mengobrol.
"Kakak itu seperti nya tidak asing" ucap Anna.
__ADS_1
"Ya, seperti nya kakak itu pacar kak Mike" balas Thea yang merasa pernah melihat Beby.
"Jika begitu kak Mike membawa pacar nya, Jangan-jangan kak Mike mau menikah seperti kakak nya Kania" sahut Anna lagi.
Thea mengedikan bahu nya ke atas karena dia tidak paham.
"Jika benar kak Mike akan di culik kakak itu, dan kita tak akan kebagian perhatian kak Mike seperti Kania yang kehilangan kakak nya" lanjut Anna ingat akan cerita salah satu teman nya.
Tok..tok.
Kembali terdengar suara ketukan lagi membuat kedua gadis kecil itu saling melirik.
"Bawel" kompak keduanya sambil membenarkan handuk kecil nya.
Lama Beby menunggu sampai akhirnya pintu terbuka.
Ceklek..
"Hari ini pakai baju ini kan?" tanya Beby.
"Hari ini kita les tari, bukan sekolah" balas Thea.
Karena lama Anna dan Thea yang sudah kedinginan akhirnya membantu mencarikan, dan keduanya memakai pakaian nya.
"Rambut nya mau di ikat?" tanya Beby.
Hemm..
Keduanya menjawab kompak tapi dengan deheuman.
Lalu Beby pun mulai mengikat rambut Anna dan Thea, tapi di tengah jalan Anna malah mau di kepang membuat Beby hanya bisa sabar dan mengikuti kemauan gadis kecil itu.
Untuk Thea dia tak banyak komentar karena Thea selalu tak mau di samakan dengan Anna termasuk gaya rambut.
.
.
"Makan nya di mobil saja kalau begitu, di suapi kak Beby tapi ingat kalian harus sopan dan nggak boleh nakal sama kak Beby" kata Alya mengingatkan kedua Putri nya.
__ADS_1
"Iya Mom" balas Thea.
Tapi Anna malah bertanya sampai kapan mereka akan punya pengasuh.
"Sampai kalian besar, lagi pula kan enak ada kak Beby kalian punya teman main berbie" jelas Alya.
Anna tak banyak bertanya lagi dan memili masuk ke dalam mobil, Alya bisa melihat jika Anna tidak terlalu respect pada Beby, tidak dengan Thea yang terlihat biasa saja.
Setelah mobil yang membawa kedua gadis kecil itu pergi Alya pun masuk ke dalam rumah, dan dia melihat Luke yang baru turun.
"Bagaimana apa mereka mau menerima Beby?" tanya Luke.
"Seperti nya Anna agak rese" balas Alya.
"Dan Thea?" tanya Luke lagi.
"Thea biasa saja, dan Anna mungkin sedikit butuh waktu" jelas Alya sambil mendekati suaminya.
Cup..
Luke mengecup sang istri tercinta.
"Mareka akan menerima Beby seiring berjalan nya waktu, percayalah" kata Luke sambil mengajak Alya ke meja makan.
Alya hanya mengangguk sambil berjalan, lalu keduanya pun memilih makan.
Setelah makan yang kesiangan itu Alya dan Luke langsung pergi ke rumah sakit untuk cek kandungan, Luke sudah tau kalau Alya tidak datang bulan.
"Jadi gimana dok?" tanya Luke yang penasaran.
"Selamat tuan, nyonya hamil 3 minggu, dan kandungan nya sangat sehat." balas dokter.
Alya yang mendengar itu tak terlalu specles seperti saat hamil Albert dan Putri kembar nya, entahlah dia tidak tau harus berekspresi seperti apa.
Bagi Luke yang usianya sudah kepala lima, anak nya yang ke 5 itu adalah karunia Tuhan, dan Luke akan sangat happy menyambut kehadiran anak terakhir nya itu.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1