
Keesokan harinya hari dimana Luke akan bisa memastikan jika Mike yang mirip dengan nya itu adalah anaknya atau bukan.
Luke sudah berpakaian rapih, dia bersiap ke rumah sakit siang ini.
Tapi Alya yang mual memilih tidur, dia merasa tak bisa Pergi-pergian karena mual nya begitu menyiksa nya.
"Benar tidak apa?" tanya Luke.
Luke bisa saja menyuruh seseorang untuk mengambil hasilnya, tapi dia saat ini tidak percaya orang lain.
"Tidak apa, aku akan baikan jika berbaring" balas Alya meyakinkan.
"Mike juga pasti sudah menunggu mu" lanjut Alya.
Luke nampak bimbang, istrinya sedang berada di dalam masa Morning Sickness dan itu akan membutuhkan beberapa minggu ke depan mengingat Alya sudah masuk di bulan ke tiga.
Dan setahu Luke di kehamilan yang sudah masuk bulan 4 dan 5 mual itu akan hilang, di gantikan dengan sesuatu yang di beri nama ngidam.
"Kamu mau sesuatu?" tanya Luke.
Alya mengangguk.
"Jika Mike benar anak mu bawa dia ke sini, besok kita quality time" kata Alya.
Luke mendengar ucapan Alya tersenyum, dia mencium pipi Alya.
"Terimaksih" ucap Luke mengusap pipi Alya yang basah.
"Untuk?" tanya Alya melihat Luke yang agak berbeda.
"Untuk segalanya, kamu terbaik" jawab Luke dengan senyuman nya.
Entah kenapa mendengar ucapan Luke itu membuat Alya agak terlena, ya meski pun Luke tak mengatakan kata-kata cinta.
Luke bangkit dan saat Luke akan pergi Alya memanggil.
"Luke" panggil Alya.
"Ya?" Luke melirik ke belakang.
"Aku menyayangi mu" kata Alya pelan.
Luke mendengar ucapan Alya tersenyum, dia kembali mendekati Alya.
"I love you" ucap Luke dengan wajah seriusnya.
Alya bangkit dari ranjang dan mendudukan bokong nya.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Alya.
Luke menggeleng dan menggenggam tangan Alya dengan lembut.
__ADS_1
Jantung Alya dag-dig-dug serr saat Luke menggenggam tangan nya, dan..
Cup..
Luke mencium punggung tangan Alya.
"Mari saling mencintai" ajak Luke.
"Serius?" tanya Alya.
"Tidak ada sandiwara, aku nyaman dan menyukai mu jadi tanpa sadar aku juga mulai jatuh cinta pada mu" jelas Luke.
"Omg aku di tembak Om-om" batin Alya ingin berteriak histeris.
Alya yang mendengar ucapan Luke masih terlihat syok, karena Luke mengungkapkan rasa cintanya.
"Alya" panggil Luke.
"Baiklah aku juga mencintai mu, I love you" balas Alya dengan senyuman nya.
Senyuman Alya begitu sangat manis di mata Luke, apalagi di tangan dengan gigi kelinci nya yang membuat Alya terlihat begitu imut.
"Bagaimana aku tidak mencintaimu, gadis yang setiap malam menemani ku dan memeluk ku ini bahkan sangat cantik. dia juga mengandung anak ku, jadi tidak salah kalau aku mencintaimu, Alya Monica." batin Luke yang selalu di buat gemas dengan wajah cantik Alya yang begitu imut.
Luke berniat mencium Alya, tapi Alya menahan tubuh Luke agar tidak mencium nya.
"Tapi aku mau mencium mu dulu" balas Luke.
"Tidak Luke, aku tidak yakin setelah kita berciuman kamu akan langsung pergi, kamu selalu mudah terangsang jika kita sudah berciuman dan itu akan membuat waktu mu terbuang banyak di sini" jelas Alya.
Luke cemberut mendengar ucapan Alya yang menolak nya.
Tangan Luke mengusap perut Alya dengan lembut.
"Jangan repotkan Mommy mu, oke" kata Luke.
"Anak kita tidak merepotkan Mommy nya, sudah sana pergi" balas Alya mulai jengah.
Luke masih belum mau pergi, hingga membuat Alya sebal.
"Pergi Luke" titah Alya lagi.
"Iya, aku pergi" Luke bangkit dan berjalan ke arah pintu.
Dan saat Luke akan pergi Alya langsung berteriak.
"Jangan dekat-dekat dengan mantan, ingat anak mu yang masih di perut ku atau dia akan menghajar Daddy nya" teriak Alya yang terdengar oleh Luke.
Luke tersenyum dan mengintip sedikit di balik pintu, di lihatnya Alya yang nampak sedang mengusap perut nya.
__ADS_1
"Bodoh jika aku memilih meninggalkan berlian demi sebuah batu krikil" kata Luke bergumam.
Setelah itu Luke pun pergi, dan meninggalkan Alya yang nampak kesenangan karena Luke mencintai nya.
"Kau dengar sayang, Daddy mu mencintai Mommy itu tandanya kita akan bahagia, kamu akan mendapatkan kasih sayang dari Mommy d
Daddy penuh, dan kakak mu Mike juga akan menjaga mu" ucap Alya mengusap perutnya yang sedikit membuncit itu.
Impian bisa memiliki keluarga bahagia sudah terngiang di kepala nya, harapan Alya hanya satu yaitu dia tidak mau anak nya merasakan hal yang sama seperti dirinya, menjadi korban keegoisan orang tua yang memilih kebahagiaan nya masing-masing tanpa memikirkan masa depannya.
Tidak, Alya tidak akan memberikan kehidupan buruk itu, cukup dirinya yang menjadi korban tidak untuk anak-anak nya nanti.
Di tempat lain Luke baru sampai di rumah sakit, dia melihat Mike dan Clara yang sudah menunggu nya.
"Luke kau telat satu jam" kata Clara berdiri.
Kalau bukan demi harta Clara tak akan sudi melakukan nya, dia bahkan merasa pinggang nya sakit karena terlalu lama duduk.
Luke tak menjawab, dia langsung pergi ke ruangan sepupunya, yaitu Max.
Clara melihat Luke yang acuh itu kesal, Mike melihat itu dia memegang tangan Mami nya.
"Lihat dia sangat menyebalkan, Mike" kata Clara.
"Daddy mungkin lelah, ayo Mam" balas Mike yang semakin membuat Clara kesal.
"Kalian memang sama, membuatku kesal" ucap Clara dengan wajah sangat kesal.
Lalu Clara dan Mike pun mengikuti Luke, di dalam ruangan Dokter Max nampak sedang menyerahkan hasil tes DNA pada Luke.
Luke membuka hasilnya, dan saat membaca nya Luke melirik sepupunya.
"Hasilnya kalian memang benar anak dan ayah, Luke" jelas dokter Max.
"Apa hasilnya bisa di percaya?" tanya Luke.
"Kau mau melakukan beberapa kali tes pun hasilnya tetap sama, wajah kalian mirip semuanya sama dan itu semua karena kalian adalah ayah dan anak" kata dokter Max.
Luke diam masih melihat hasilnya, Mike juga sama-sama diam karena dia sedikit kecewa dengan apa yang di lakukan Luke.
Untuk mau di akui Ayah nya Mike harus menjalani tes DNA, itu membuat dia semakin merasa jika dia memang tidak di harapkan.
"Dia putra mu Luke, sudah ku katakan kan kalau aku mengandung anak mu" kata Clara dengan senyuman penuh kemenangan nya.
"Mike ikut dengan ku, aku akan membawa nya ke swiss" ucap Luke tiba-tiba.
Mendengar itu Clara jelas tak setuju karena dia orang yang membesarkan Mike, selain itu Clara juga tidak mau Mike dekat-dekat dengan Alya karena Mike adalah harapan terakhir nya untuk bisa memiliki harta Luke.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1