
Semalaman Luke tak pergi ke kamar nya, Alya mengunci dirinya di dalam kamar nya yang membuat Luke tak bisa masuk.
Luke juga tak terlalu memikirkan hal itu, dia masih marah karena Alya tak mendengarkan ucapan nya.
Apa yang salah dengan makan, Luke hanya meminta Alya untuk makan bukan untuk melakukan hal aneh.
"Apa Nona sudah keluar?" tanya Luke pada pelayan.
"Belum tuan" balas bibi.
"Suruh dia keluar, kalau tidak mau antar makanan nya ke atas" titah Luke.
"Baik tuan" balas bibi yang langsung naik ke lantai atas.
Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, dia memilih mengambil baju nya yang ada di ruang baca dan langsung mandi.
Luke rasa dia harus membiarkan Alya sendirian, dia tak mau kembali adu mulut dengan istrinya maka dari itu Luke memilih menghindari Alya setidaknya sampai malam nanti.
"Tuan nona menolak makan" kata Bibi yang baru turun saat Luke duduk di meja makan.
"Apa dia membuka pintu nya?" tanya Luke.
"Tidak tuan, nona bilang dia tidak lapar" jelas bibi lagi.
Luke yang mendengar itu menghembuskan nafasnya kasar lalu menggebrak meja.
Dia tidak bisa membiarkan Alya terus tidak makan, anak nya bisa kenapa-kenapa jika Alya terus mogok makan.
Luke dengan langkah besar nya dia berjalan ke arah tangga, dia berjalan menaiki tangga dengan cepat.
Tok..tok..
"Bibi aku tidak lapar!" teriak Alya di dalam kamar.
"Jangan bertingkah Alya, cepat buka pintunya!" teriak Luke geram.
Alya yang ada di dalam kamar langsung membuang bungkusan cemilan yang dia ambil semalam ke tong sampah.
__ADS_1
Semalam dia kelaparan dan mencuri banyak cemilan di dapur, tak hanya itu tiga piring bekas makan dia semalam pun masih ada.
"Aduh, dia tidak boleh melihat ini malu aku jika dia tau aku mengendap-ngendap mengambil makanan" gumam Alya panik.
Mana mungkin Alya bisa menahan laparnya, dia tidak sebodoh itu sampai tak makan hanya karena bertengkar dengan Luke.
Alya yang sudah membuang bungkusan cemilan kosong nya langsung beralih menyembunyikan piring di belakang pintu, berharap tak akan ketahuan oleh Luke.
"Alya, buka!" teriakan Luke masih terdengar.
Alya mengusap bibir nya takut jika bekas makan nya masih ada, lalu dia menarik nafasnya panjang dan bersiap memegang klop pintu.
Ceklek..
"Kenapa?" tanya Alya memperlihatkan wajah kesal nya.
"Cepat makan" titah Luke.
"Aku tidak mau" kata Alya kekeh.
Alya memuat bola matanya malas dan melihat ke arah Luke.
"Kamu bahkan tak minta maaf setelah membuat aku kesal, aku tidak mau!" tegas Alya berniat menutup pintu tapi Luke menahan pintunya.
"Jangan kekanakan Alya, cepat makan!" Luke berkata dengan wajah menahan amarah nya.
Tapi Alya kekeh mendorong pintu dan Luke masih menahan nya, hingga..
Brugk!
Prenkk!
Suara pintu yang keras di tambah suara pecahan terdengar.
Luke berniat melihat ke balik pintu tapi Alya menahan tangan Luke.
"Jangan coba-coba masuk!" tegas Alya.
__ADS_1
Tapi Luke memaksa dan Luke masuk ke dalam kamar nya, dia menutup pintu dan alangkah terkejutnya dia melihat apa yang ada di belakang pintu itu.
Luke melongo melihat bebarapa piring ada di belakang pintu, tapi saat dia melihat wajah menyebalkan Alya Luke sadar jika sebenarnya Alya tak benar-benar mogok makan.
"Kau mencuri makanan" kata Luke melihat bau makanan di piring itu.
"Itu bekas makanan satu minggu yang lalu" kata Alya bohong.
"Ya aku tidak percaya" balas Luke sambil tersenyum kecut.
Alya berjalan ke arah ranjang dengan wajah kesalnya, semuanya terbongkar karena Alya salah menyimpan piring itu di belakang pintu.
Kalau saja dia tidak salah menyembunyikan piring itu mungkin dia tidak akan semalu ini, benar-benar menyebalkan.
"Siang nanti aku akan menjemput mu" kata Luke akhirnya.
"Aku tidak mau" balas Alya menolak.
"Aku tidak menerima penolakan" sahut Luke lagi.
Alya memutar bola matanya malas, lalu memilih pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Sedangkan Luke dia keluar dari kamar nya, Luke menyuruh pelayan untuk membereskan bekas pecahan piring yang ada di kamar nya.
Lalu Luke pun memilih berangkat bekerja, saat dalam mobil hal konyol tadi membuat Luke sedikit menyunggingkan senyuman nya karena Alya sangat lucu.
"Aku lupa jika aku menikahi gadis 19 tahun, ya ampun" Luke sekali lagi tersenyum karena kelakuan konyol Alya yang diam-diam mengambil makanan.
Sedangkan Alya dia masih berendam, bibir nya terus menggerutu karena merasa malu akan apa yang baru terjadi.
Luke melihat piring yang di sembunyikan, pasti Luke akan mentertawakan nya dan itu sangat menyebalkan untuk Alya.
"Lain kali aku harus hati-hati, dasar Luke menyebalkan" kesal Alya yang terus menggerutu.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1